Kenapa nilai IDR di halaman dompet berbeda dengan di portofolio saya?
Nilai IDR di halaman dompet berbeda dengan portofoliomu karena keduanya mengonversi dolar AS kamu ke Rupiah dengan harga yang berbeda. Halaman dompet menghitung nilai IDR dari saldo USD kamu dengan harga jual (sell price) USD — kurs yang berlaku saat kamu mengonversi USD ke Rupiah. Portofolio menilai asetmu dengan harga tengah (mid price), yang berada di antara harga beli dan harga jual. Karena harga jual biasanya lebih rendah dari harga tengah, angka di dompet umumnya terlihat sedikit lebih kecil dari angka di portofolio, meski keduanya menggambarkan saldo yang sama persis. Tidak ada angka yang berarti dana kamu hilang: angka di dompet lebih mendekati jumlah yang akan kamu terima jika mengonversi sekarang, sedangkan angka di portofolio adalah acuan pasar untuk memantau kinerjamu. Saat kamu benar-benar mengonversi, jumlah yang kamu terima juga tergantung pada kurs saat kamu mengonfirmasi dan biaya konversi, yang per September 2026 sebesar 0,25% dari nilai konversi, ditambah PPN 11% atas biaya tersebut.
Dua harga untuk saldo yang sama
| Halaman | Harga untuk USD → IDR | Arti angkanya |
|---|---|---|
| Halaman dompet | Harga jual USD | Mendekati hasil konversi ke Rupiah saat ini |
| Portofolio | Harga tengah, di antara harga beli dan jual | Nilai pasar netral untuk memantau kinerja |
Contoh perhitungan (kurs ilustrasi)
Kamu memiliki US$100. Harga jual USD Rp16.200 dan harga tengahnya Rp16.250.
- Halaman dompet: US$100 × Rp16.200 = Rp1.620.000
- Portofolio: US$100 × Rp16.250 = Rp1.625.000
Selisih Rp5.000 adalah perbedaan antara harga jual dan harga tengah. Saldomu tetap US$100 di keduanya.
- Kurs bergerak secara real time. Kurs USD–IDR mengikuti pasar, dan spread-nya berubah mengikuti volatilitas, volume, dan waktu, sehingga kedua angka berubah sepanjang hari.
- Asal kursnya. Kurs ditetapkan oleh bank kustodian acuan Pluang, yang diawasi Bank Indonesia.
- Kamu melihat kursnya sebelum berkomitmen. Kurs dan biaya ditampilkan di aplikasi sebelum kamu mengonfirmasi konversi.
Pertanyaan terkait:
Q: Angka mana yang akan saya dapat jika mengonversi USD ke Rupiah?
Angka di dompet adalah panduan yang lebih dekat, karena sudah memakai harga jual USD yang berlaku untuk konversi USD ke IDR. Namun angkanya belum persis: kurs terus bergerak sampai kamu mengonfirmasi, dan biaya konversi 0,25% dari nilai konversi, ditambah PPN 11% atas biaya tersebut, juga dikenakan. Aplikasi menampilkan kurs dan biaya sebelum kamu mengonfirmasi, jadi cek layar itu untuk jumlah akhir yang akan kamu terima.
Q: Kenapa nilai Rupiah dari saldo USD saya berubah padahal saya tidak melakukan apa pun?
Karena kurs USD–IDR bergerak terus mengikuti pasar. Saldo USD kamu tetap sama, tetapi nilai setiap dolar dalam Rupiah berbeda dari waktu ke waktu, sehingga angka di dompet maupun portofolio ikut bergerak. Jika kamu mengubah tampilan portofolio ke USD, pengaruh kurs hilang dan saldomu tampil sebagai jumlah dolar yang tidak berubah.
Q: Apakah ada biaya untuk konversi antara USD dan Rupiah?
Ya. Per September 2026, konversi di kedua arah, IDR ke USD dan USD ke IDR, dikenai biaya 0,25% dari nilai konversi, ditambah PPN 11% atas biaya tersebut, berlaku sejak 15 Mei 2025. Kursnya sendiri mengikuti pasar secara real time dan memuat spread yang berubah mengikuti volatilitas, volume, dan waktu. Minimal konversi USD ke IDR adalah US$0,01, dan kurs serta biayanya ditampilkan sebelum kamu mengonfirmasi.
Q: Apakah perbedaan ini berarti Pluang memakai kurs yang salah?
Tidak. Setiap halaman memakai kurs yang sesuai dengan tujuannya. Halaman dompet memakai harga jual karena menggambarkan nilai Rupiah yang bisa kamu dapat dengan mengonversi, dan harga jual itulah yang berlaku untuk konversi tersebut. Portofolio memakai harga tengah karena menjadi acuan netral untuk memantau kinerja asetmu tanpa menganggap ada transaksi. Selisih keduanya adalah spread pada kurs, bukan dana yang hilang.