Kenapa laba terealisasi saya berbeda dengan laba belum terealisasi yang terlihat sebelum menjual?
Laba terealisasi kamu biasanya berbeda dengan laba belum terealisasi yang terlihat sebelum menjual karena portofolio memperkirakan laba belum terealisasi dengan harga tengah (mid price), sedangkan laba terealisasi didasarkan pada harga saat penjualanmu benar-benar tereksekusi. Harga tengah adalah titik tengah antara bid dan ask. Order jual bertransaksi di sisi bid yang biasanya lebih rendah, sehingga angka terealisasi cenderung sedikit di bawah perkiraan. Selisihnya bisa bertambah karena slippage: harga eksekusi tergantung pada kedalaman order book, volatilitas pasar, dan seberapa jauh harga bergerak antara saat kamu mengecek portofolio dan saat order-mu terisi. Biaya penjualan juga membuat jumlah yang kamu terima berbeda dari perkiraan. Market order terisi di harga terbaik yang tersedia saat itu, sehingga lebih rentan terhadap slippage; limit order, jika tersedia, memungkinkanmu menentukan harga jual minimum, meski order tersebut mungkin tidak terisi.
Belum terealisasi dan terealisasi, berdampingan
| Laba belum terealisasi (sebelum menjual) | Laba terealisasi (setelah menjual) | |
|---|---|---|
| Harga yang dipakai | Harga tengah, di antara bid dan ask | Harga saat order jual-mu benar-benar terisi |
| Status | Perkiraan yang bergerak mengikuti pasar | Sudah pasti dan tidak bergerak lagi |
| Dipengaruhi oleh | Pergerakan harga selama kamu memegang aset | Sisi bid, slippage, dan biaya penjualan |
Contoh perhitungan (tanpa biaya agar sederhana)
Kamu membeli 1 saham AS dengan harga rata-rata US$90. Sebelum menjual, harga tengahnya US$100, sehingga portofolio menunjukkan laba belum terealisasi US$10. Order jual-mu terisi di US$99,80, di sisi bid.
- Laba belum terealisasi sebelum menjual: US$100 − US$90 = US$10
- Laba terealisasi setelah menjual: US$99,80 − US$90 = US$9,80
Penyebab slippage
- Kedalaman order book. Jika pembeli di harga bid terbaik tidak cukup untuk jumlah yang kamu jual, sebagian order terisi di harga bid yang lebih rendah.
- Volatilitas. Saat pasar bergerak cepat, harga bisa berubah antara saat order dipasang dan saat tereksekusi.
- Waktu. Saat perdagangan sepi, penawaran yang dekat dengan harga saat ini lebih sedikit, sehingga eksekusi bisa jatuh lebih jauh dari harga tengah.
Pertanyaan terkait:
Q: Apa itu slippage?
Slippage adalah selisih antara harga yang kamu harapkan saat memasang order dan harga saat order itu benar-benar tereksekusi. Slippage terjadi karena harga terus bergerak dan karena harga terbaik yang tersedia hanya mencakup jumlah terbatas. Slippage bisa merugikan atau menguntungkanmu, tetapi untuk market order di pasar yang cepat atau sepi, lebih sering merugikan. Ini salah satu alasan utama laba terealisasi berbeda dengan angka belum terealisasi yang kamu lihat.
Q: Bagaimana cara mengurangi slippage saat menjual?
Limit order adalah alat paling langsung jika tersedia: kamu menentukan harga minimum yang bersedia kamu terima, dan order hanya terisi di harga itu atau lebih baik. Konsekuensinya, order bisa hanya terisi sebagian atau tidak terisi sama sekali jika pasar tidak mencapai hargamu. Menjual dalam jumlah lebih kecil dan menghindari saat pasar sangat sepi atau sangat bergejolak juga bisa membantu. Tidak ada cara yang menjamin harga tertentu.
Q: Apakah laba terealisasi saya bisa lebih besar dari laba belum terealisasi yang terlihat?
Bisa. Jika harga naik antara saat kamu mengecek portofolio dan saat order jual-mu terisi, kamu bisa merealisasikan lebih dari angka belum terealisasi yang kamu lihat. Slippage tidak selalu negatif; slippage hanya mencerminkan pergerakan harga selama eksekusi. Namun dalam kebanyakan kasus, angka terealisasi sedikit lebih kecil, karena order jual bertransaksi di sisi bid yang berada di bawah harga tengah yang dipakai untuk perkiraan.
Q: Apakah laba belum terealisasi di portofolio sudah memperhitungkan biaya penjualan?
Tidak. Laba belum terealisasi adalah perkiraan pada harga tengah, sehingga tidak memperhitungkan spread yang kamu lewati saat menjual maupun biaya penjualan. Ini memang disengaja: angkanya menunjukkan bagaimana pasar menilai asetmu saat ini, bukan hasil dari penjualan tertentu. Untuk melihat biaya sebenarnya dari sebuah penjualan, cek harga jual dan rincian biaya yang ditampilkan sebelum kamu mengonfirmasi order.