Bagaimana persentase return di portofolio Pluang saya dihitung?
Persentase return di portofolio Pluang kamu adalah laba rugi belum terealisasi dibagi Jumlah Investasi, yaitu dana yang kamu tanamkan pada aset yang masih kamu miliki. Contohnya, jika kamu sudah menanamkan Rp10.000.000 pada aset yang kamu pegang dan kini nilainya Rp11.000.000, laba belum terealisasimu Rp1.000.000 dan persentase return-nya 10%. Karena didasarkan pada laba rugi belum terealisasi, persentase ini mencerminkan posisi yang saat ini kamu pegang dan bergerak mengikuti pasar; keuntungan yang sudah kamu kunci dengan menjual masuk ke laba rugi terealisasi. Sejak 31 Agustus 2026, posisi Saham AS dengan Leverage dan Crypto Futures dihitung sebesar Jumlah Investasi milikmu, bukan exposure penuhnya, sehingga return-nya diukur terhadap modal yang benar-benar kamu komitkan. Dalam Rupiah, persentase ini juga memasukkan pengaruh kurs USD–IDR untuk aset yang kamu pegang dalam dolar AS, itulah sebabnya persentase satu aset bisa berbeda dengan total portofolio.
Rumus: Persentase return = laba rugi belum terealisasi ÷ Jumlah Investasi × 100%
Contoh perhitungan (disederhanakan)
| Aset | Jumlah Investasi | Nilai saat ini | Laba/rugi belum terealisasi |
|---|---|---|---|
| Aset A | Rp6.000.000 | Rp6.900.000 | +Rp900.000 |
| Aset B | Rp4.000.000 | Rp4.100.000 | +Rp100.000 |
| Total | Rp10.000.000 | Rp11.000.000 | +Rp1.000.000 |
Persentase return total = Rp1.000.000 ÷ Rp10.000.000 = 10%. Aset A sendiri naik 15% dan Aset B sekitar 2,5%, itulah sebabnya total berada di antara keduanya.
- Total ditimbang sesuai besarnya. Aset yang lebih besar menggerakkan persentase total lebih banyak daripada aset kecil, sehingga angka portofolio bukan rata-rata sederhana dari persentase tiap aset.
- Hasil terealisasi terpisah. Menjual posisi yang untung memindahkan hasilnya ke laba rugi terealisasi dan mengeluarkannya dari angka belum terealisasi, sehingga persentase return bisa turun setelah penjualan meski kamu mendapat untung.
- Kurs ikut dihitung dalam Rupiah. Untuk Saham AS dan saldo USD, return dalam Rupiah memasukkan Selisih Kurs selain pergerakan harga.
Pertanyaan terkait:
Q: Kenapa persentase return saya turun setelah menjual aset yang untung?
Karena persentase return didasarkan pada laba rugi belum terealisasi atas aset yang masih kamu pegang. Saat kamu menjual posisi yang sedang untung, keuntungannya pindah ke laba rugi terealisasi, dan posisi itu keluar dari angka belum terealisasi maupun Jumlah Investasi. Yang tersisa diukur sendiri, jadi persentasenya bisa turun meski kamu sudah mengunci keuntungan. Laba rugi terealisasi kamu menunjukkan hasil penjualan tersebut.
Q: Kenapa persentase total berbeda dengan persentase tiap aset?
Karena total menggabungkan semua asetmu dan menimbang masing-masing sesuai besar dana yang kamu tanamkan. Aset besar dengan kenaikan kecil bisa mengalahkan aset kecil dengan kenaikan besar. Untuk aset dalam dolar AS, total dalam Rupiah juga memasukkan pengaruh kurs, yang tidak ada di angka USD satu aset. Itulah sebabnya total jarang sama dengan persentase satu aset, atau rata-rata sederhananya.
Q: Apakah top up saldo mengubah persentase return saya?
Tidak dengan sendirinya. Persentase return diukur terhadap Jumlah Investasi aset yang kamu pegang, dan kas yang masih di saldomu belum diinvestasikan. Saat kamu memakai kas itu untuk membeli aset, Jumlah Investasi bertambah, dan persentasenya kemudian diukur atas dasar yang lebih besar. Menambah posisi baru bisa membuat persentasenya tampak lebih kecil atau lebih besar tanpa ada yang terjadi pada aset lamamu.
Q: Apakah persentase return adalah return tahunan?
Tidak. Angkanya adalah total laba rugi belum terealisasi atas aset yang kamu pegang saat ini dibandingkan dana yang kamu tanamkan, berapa pun lamanya kamu memegangnya. Angka ini tidak dikonversi menjadi tingkat per tahun, dan tidak memasukkan keuntungan yang sudah kamu realisasikan dengan menjual. Angka 10% bisa mencerminkan kepemilikan beberapa minggu atau beberapa tahun, jadi bandingkan dengan lama kepemilikanmu saat menilainya.