Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Bagaimana harga beli rata-rata dihitung di Pluang?

Harga beli rata-rata kamu di Pluang adalah rata-rata tertimbang: total yang kamu bayar untuk semua pembelian sebuah aset dibagi total unit yang kamu beli. Setiap pembelian dihitung sesuai besarnya, sehingga pembelian besar menggeser rata-rata lebih banyak daripada pembelian kecil. Membeli lagi di harga di bawah rata-ratamu saat ini akan menurunkannya, yang sering disebut average down, dan membeli di harga lebih tinggi akan menaikkannya. Menjual sebagian posisi tidak mengubah harga rata-rata unit yang kamu simpan; hanya jumlah unitnya yang berkurang. Laba rugi belum terealisasi kamu diukur terhadap rata-rata ini, itulah sebabnya angkanya bergeser setiap kali rata-ratanya berubah. Beberapa kejadian juga bisa menghitung ulang rata-rata tanpa pembelian: stock split, saat Pluang menyesuaikan rata-rata secara otomatis pada tanggal efektif, dan reward Crypto Staking, yang koinnya ditambahkan ke kepemilikanmu sesuai nilainya saat dibayarkan.


Rumus: Harga beli rata-rata = total yang dibayar untuk semua pembelian ÷ total unit yang dibeli

Contoh perhitungan (disederhanakan)

PembelianUnitHarga per unitJumlah dibayar
Pembelian pertama10Rp1.000Rp10.000
Pembelian kedua10Rp800Rp8.000
Total20—Rp18.000

Harga beli rata-rata = Rp18.000 ÷ 20 = Rp900. Pembelian kedua di harga lebih rendah menurunkan rata-rata dari Rp1.000 ke Rp900. Jika kemudian kamu menjual 5 unit, kamu menyimpan 15 unit dan rata-ratanya tetap Rp900.

  • Saham AS dirata-ratakan dalam dolar AS. Harga beli rata-ratanya ditampilkan dalam USD, sehingga tidak terpengaruh kurs saat kamu mengonversi Rupiah ke dolar.
  • Stock split menjaga totalnya tetap sama. Setelah split, kamu memiliki lebih banyak unit dengan harga rata-rata yang turun secara proporsional, sehingga total biaya posisimu tidak berubah.
  • Reward staking masuk sesuai nilai saat dibayarkan. Saat reward Crypto Staking didistribusikan, koin reward dirata-ratakan sesuai nilainya pada hari itu, dan nilai tersebut dihitung ke laba rugi terealisasi.

Pertanyaan terkait:

Q: Apa arti average down?
Average down berarti membeli lagi aset yang sudah kamu miliki di harga di bawah rata-ratamu saat ini, sehingga harga beli rata-ratamu turun. Pada contoh di atas, membeli 10 unit lagi di Rp800 menurunkan rata-rata dari Rp1.000 ke Rp900. Rata-rata yang lebih rendah berarti harga perlu naik lebih sedikit sebelum posisimu untung, tetapi juga berarti kamu menaruh lebih banyak dana di aset yang sama. Ini menjelaskan cara kerja rata-rata, bukan rekomendasi untuk membeli.

Q: Apakah menjual mengubah harga beli rata-rata saya?
Tidak. Menjual mengurangi jumlah unit yang kamu miliki, tetapi harga beli rata-rata unit yang kamu simpan tetap sama. Yang berubah adalah laba rugi terealisasi: hasil dari unit yang kamu jual dihitung dari harga jual dikurangi harga beli rata-rata, dikalikan unit yang terjual. Unit yang tersisa tetap diukur terhadap rata-rata yang sama, jadi laba rugi belum terealisasinya hanya bergerak mengikuti harga pasar.

Q: Kenapa harga rata-rata saham AS saya dalam dolar padahal saya membayar dengan Rupiah?
Karena Saham AS dibeli dan dipegang dalam dolar AS, sehingga harga beli rata-ratanya dihitung dalam USD. Kurs saat kamu mengonversi adalah langkah terpisah, dan pengaruhnya muncul di portofoliomu sebagai Selisih Kurs saat kamu melihat asetmu dalam Rupiah. Menyimpan rata-rata dalam dolar berarti angkanya hanya mencerminkan harga saham yang kamu bayar, sehingga bisa langsung dibandingkan dengan harga saham saat ini.

Q: Di mana saya bisa melihat harga beli rata-rata?
Buka aset tersebut di portofolio Pluang kamu. Untuk Saham AS, bagian posisi di halaman aset menampilkan Harga Beli Rata-Rata bersama jumlah unit, Nilai Portofolio, dan laba rugi belum terealisasi kamu. Jika kamu memegang saham yang sama dengan dan tanpa leverage, bagian ini menampilkan keduanya terpisah, masing-masing dengan rata-ratanya sendiri. Kamu bisa membuka portofolio dari ikon Portofolio di halaman Beranda aplikasi Pluang.