Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa itu Selisih Kurs di portofolio Pluang saya?

Selisih Kurs adalah bagian dari laba rugi portofoliomu yang berasal dari pergerakan kurs USD–IDR, bukan dari harga aset itu sendiri. Selisih Kurs berlaku untuk aset yang kamu pegang dalam dolar AS di Pluang, termasuk saldo USD dan Saham AS kamu. Saat Rupiah melemah terhadap dolar, setiap dolar yang kamu pegang bernilai lebih banyak Rupiah, sehingga Selisih Kurs positif; saat Rupiah menguat, angkanya menjadi negatif. Pluang menampilkannya sebagai baris tersendiri di rincian laba rugi pada ringkasan portofolio, di samping Laba Rugi Aset, yang mencakup pergerakan harga dalam mata uang aset itu sendiri. Memisahkan keduanya membantumu melihat seberapa besar hasil Rupiah-mu berasal dari investasinya dan seberapa besar dari mata uangnya. Tidak ada konversi yang terjadi saat angkanya bergerak; angka ini hanya mengukur perubahan nilai Rupiah dari dolar yang sudah kamu miliki.


Contoh perhitungan (disederhanakan, kurs ilustrasi)

Kamu mengonversi Rp1.600.000 menjadi US$100 saat US$1 = Rp16.000, lalu menyimpannya sebagai saldo USD. Kemudian kurs menjadi Rp16.300.

  • Nilai Rupiah sekarang: US$100 × Rp16.300 = Rp1.630.000
  • Selisih Kurs: Rp1.630.000 − Rp1.600.000 = +Rp30.000

Jika kurs justru turun ke Rp15.800, US$100 yang sama bernilai Rp1.580.000, sehingga Selisih Kurs-nya −Rp20.000.

Posisinya di samping kinerja aset

Baris di ringkasan portofolioYang menggerakkannya
Laba Rugi AsetHarga aset itu sendiri, diukur dalam mata uangnya sendiri
Selisih KursKurs USD–IDR, untuk aset yang kamu pegang dalam dolar AS
  • Tampilan USD tidak memuat pengaruh kurs. Mengubah tampilan Saham AS ke USD hanya menunjukkan pergerakan harga saham, jadi Selisih Kurs berlaku saat kamu melihat asetmu dalam Rupiah.
  • Kripto spot sudah dalam Rupiah. Kripto spot di Pluang diperdagangkan dalam pasangan IDR, sehingga perubahan nilai koin muncul sebagai laba rugi aset, bukan sebagai Selisih Kurs.

Pertanyaan terkait:

Q: Kenapa Selisih Kurs saya negatif?
Karena Rupiah menguat terhadap dolar AS sejak kamu memperoleh aset dalam dolar, sehingga setiap dolar kini bernilai lebih sedikit Rupiah. Angka negatif tidak berarti dolarmu berkurang: saldo USD dan jumlah saham yang kamu miliki tetap sama. Angka ini mengukur nilai Rupiah dari aset tersebut, dan akan naik lagi jika Rupiah kembali melemah. Angkanya hanya mencerminkan kurs saat ini, jadi tandanya bisa berubah seiring waktu.

Q: Apakah Selisih Kurs memengaruhi Saham AS saya?
Ya, saat kamu melihatnya dalam Rupiah. Nilai Rupiah sebuah saham AS tergantung pada harga saham dalam dolar sekaligus kurs, sehingga hasil Rupiah-nya menggabungkan dua pengaruh. Ringkasan portofolio memisahkan keduanya: pergerakan harga saham muncul sebagai Laba Rugi Aset, dan pergerakan mata uang sebagai Selisih Kurs. Di tampilan USD kamu hanya melihat pergerakan harga saham, karena tidak ada konversi ke Rupiah.

Q: Apakah saya perlu mengonversi USD agar Selisih Kurs terhitung?
Tidak. Angkanya diperbarui selama kamu masih memegang dolar, karena mengukur nilai Rupiah-nya saat ini dengan kurs yang berlaku. Jumlah Rupiah yang benar-benar kamu terima baru ditentukan saat kamu mengonversi, dengan kurs yang ditampilkan saat itu, dan per September 2026 dikenai biaya konversi 0,25% dari nilai konversi ditambah PPN 11% atas biaya tersebut. Sebelum itu, Selisih Kurs adalah ukuran berjalan, bukan dana yang sudah terkunci.

Q: Kenapa Selisih Kurs bergerak saat pasar AS tutup?
Karena kurs tetap bergerak meski bursa saham AS tutup. Selisih Kurs mengikuti kurs USD–IDR, bukan harga saham, sehingga angka Rupiah-mu bisa berubah di malam hari atau akhir pekan saat harga Saham AS tidak bergerak. Jika kamu ingin melihat kinerja sahamnya saja, ubah tampilan ke USD, yang menghilangkan pengaruh kurs sepenuhnya.