Apa Saja Jenis Reksa Dana di Pluang dan Apa Bedanya?
Pluang menyediakan empat jenis reksa dana: reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Perbedaan utamanya ada pada tempat reksa dana berinvestasi, yang menentukan seberapa besar nilainya bisa naik-turun dan berapa lama investor biasanya memegangnya. Reksa dana pasar uang hanya memegang instrumen jangka pendek, seperti deposito bank dan efek utang yang jatuh tempo dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, dan risikonya paling rendah di antara keempatnya. Reksa dana pendapatan tetap sebagian besar berinvestasi di obligasi, sehingga nilainya bergerak mengikuti harga obligasi dan suku bunga. Reksa dana saham sebagian besar berinvestasi di saham dan risikonya paling tinggi, dengan potensi naik-turun terbesar, sehingga cocok untuk jangka panjang. Reksa dana campuran menyebar dananya ke saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Per September 2026, Pluang memiliki 80+ reksa dana yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya di aplikasi, termasuk reksa dana syariah dan berdenominasi USD, dan halaman aset setiap reksa dana menampilkan Tipe Produk dan Tingkat Risikonya. Tidak ada jenis reksa dana yang menjamin imbal hasil.
Perbedaan keempat jenis reksa dana
| Jenis | Tempat utama berinvestasi | Risiko | Jangka waktu umum | Tolok ukur yang umum digunakan |
|---|---|---|---|---|
| Pasar uang | Hanya instrumen jangka pendek: deposito bank dan efek utang yang jatuh tempo dalam waktu tidak lebih dari satu tahun | Paling rendah di antara keempatnya | Jangka pendek | Bunga deposito bank |
| Pendapatan tetap | Sebagian besar efek utang seperti obligasi (sesuai aturan OJK, minimal 80% dari portofolio) | Sedang; bergerak mengikuti harga obligasi dan suku bunga | Jangka menengah | Indeks obligasi, seperti INDOBeX, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), atau IBPA Index |
| Saham | Sebagian besar saham (sesuai aturan OJK, minimal 80% dari portofolio) | Paling tinggi di antara keempatnya | Jangka panjang | Indeks saham Indonesia, seperti IHSG, IDX30, atau LQ45 |
| Campuran | Kombinasi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang | Di antara pendapatan tetap dan saham, tergantung komposisinya | Jangka menengah hingga panjang | Tergantung komposisinya; lihat Fund Fact Sheet reksa dana tersebut |
Contoh di Pluang (per September 2026)
- Pasar uang: Pinnacle Money Market Fund, Sucorinvest Sharia Money Market Fund.
- Pendapatan tetap: Batavia Dana Obligasi Ultima, Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A, Syailendra Pendapatan Tetap Premium.
- Saham: Batavia Dana Saham, Sucorinvest Equity Fund, Pinnacle Strategic Equity Fund.
- Campuran: Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A, BNI-AM UGM Progressive Balanced.
- Daftar terkini: Daftar produk bisa berubah, jadi cek aplikasi Pluang, tempat reksa dana dikelompokkan berdasarkan jenisnya.
Perbedaan lain antar reksa dana
- Syariah atau konvensional: Reksa dana syariah ada di lebih dari satu jenis, misalnya Sucorinvest Sharia Money Market Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund.
- Mata uang: Beberapa reksa dana berdenominasi USD. Reksa dana USD belum bisa di-switch.
- Dividen: Hanya sebagian reksa dana yang membagikan dividen. Per September 2026, ada 10 reksa dana di Pluang yang membagikannya, dan pembagiannya tidak dijamin.
- Biaya: Biaya setiap reksa dana berbeda, sudah termasuk dalam NAB-nya, dan tercantum di Prospektus.
Pertanyaan terkait:
Q: Apa perbedaan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap?
Perbedaannya ada pada jangka waktu dan jenis instrumen yang dipegang. Reksa dana pasar uang hanya memegang instrumen jangka pendek, seperti deposito dan efek utang yang jatuh tempo dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, sehingga nilainya cenderung lebih stabil. Reksa dana pendapatan tetap sebagian besar berinvestasi di obligasi, sering kali dengan jangka waktu lebih panjang, sehingga NAB-nya lebih terpengaruh perubahan harga obligasi dan suku bunga dan bisa turun lebih dalam. Reksa dana pasar uang biasanya dibandingkan dengan bunga deposito, dan reksa dana pendapatan tetap dengan indeks obligasi.
Q: Jenis reksa dana apa yang risikonya paling tinggi?
Reksa dana saham, karena sebagian besar berinvestasi di saham yang harganya bisa naik dan turun tajam. Reksa dana campuran berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan saham, tergantung komposisinya, dan reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah di antara keempatnya. Risiko rendah bukan berarti tanpa risiko: NAB per unit semua jenis reksa dana bisa turun, dan imbal hasil tidak pernah dijamin. Tingkat Risiko setiap reksa dana ditampilkan di halaman asetnya di aplikasi Pluang.
Q: Bagaimana cara melihat jenis reksa dana di Pluang?
Buka halaman aset reksa dana di aplikasi Pluang. Halaman ini menampilkan Tipe Produk dan Tingkat Risiko reksa dana, bersama AUM, 1Y Annualised Volatility, 1Y Sharpe Ratio, dan Max Drawdown 1Y. Gulir ke bagian bawah lalu ketuk "Prospektus" untuk membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet-nya, yang menjelaskan tempat reksa dana berinvestasi dan alokasi asetnya.
Q: Apakah saya bisa memindahkan dana dari satu jenis reksa dana ke jenis lainnya?
Bisa, dengan switching, selama kedua reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang sama dan reksa dana tujuan tersedia untuk switching. Kamu bisa melakukan switching ke reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran, tetapi reksa dana USD belum bisa di-switch. Switching gratis, dan nilainya minimal 105% dari minimal pembelian atau minimal kepemilikan reksa dana tujuan. Jika tidak memenuhi syarat, kamu perlu menjual satu reksa dana lalu membeli reksa dana lainnya sebagai dua transaksi terpisah.
Q: Jenis reksa dana apa yang cocok untuk pemula?
Tidak ada satu jenis yang cocok untuk semua pemula: pilihannya tergantung tujuanmu, berapa lama kamu berencana berinvestasi, dan seberapa besar penurunan nilai yang bisa kamu terima, dan keputusannya ada di tanganmu. Secara umum, jangka waktu yang lebih pendek dan toleransi kerugian yang lebih rendah mengarah ke jenis reksa dana berisiko rendah, sedangkan jangka waktu yang lebih panjang memberi ruang untuk jenis yang nilainya lebih fluktuatif. Baca Prospektus dan Fund Fact Sheet setiap reksa dana dan bandingkan Tingkat Risikonya sebelum memutuskan.