ekonomi
Memahami Pengertian Outsourcing Serta Kelebihan dan Kekurangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisien adalah kemampuan melakukan pekerjaan dengan tepat, cermat, dan berdaya guna. Dalam konteks ekonomi, efisien adalah proses menjalankan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan upaya, tenaga, sumber daya, atau biaya yang lebih sedikit dari yang diperlukan, tanpa mengurangi hasil yang ingin dicapai. Upaya-upaya untuk mencapai kondisi ekonomi yang efisien inilah yang disebut sebagai efisiensi.
Efisien adalah istilah yang kerap ditemui dalam proses produksi. Produsen, misalnya, melakukan efisiensi dari sisi biaya produksi demi menjaga atau meningkatkan raihan labanya. Namun, proses efisiensi ekonomi tidak hanya terjadi pada sisi produksi. Dalam kegiatan konsumsi, masyarakat juga memenuhi kebutuhannya dengan langkah-langkah yang efisien agar pengeluaran tetap terkendali. Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang beralih dari memasak daging sapi ke telur ayam setiap hari demi menghemat pengeluaran bulanan — ini adalah salah satu wujud sederhana dari penerapan efisiensi.
Selain membantu mencapai tujuan ekonomi dengan sumber daya yang lebih sedikit, efisiensi juga mendatangkan sejumlah manfaat langsung bagi pelaku ekonomi, baik produsen maupun masyarakat luas.
Produsen selalu dihadapkan pada sumber daya produksi yang terbatas, baik bahan baku maupun faktor produksi lain seperti tenaga kerja. Tanpa efisiensi, produsen berisiko tidak mampu mencapai jumlah output yang diinginkan. Dengan menerapkan efisiensi, produsen dapat mengalokasikan sumber daya yang terbatas tersebut secara lebih optimal untuk menghasilkan output yang ditargetkan.
Ketika produksi berjalan efisien, produsen memiliki peluang untuk menjual hasil produksinya dengan harga yang lebih murah. Hal ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan biaya yang lebih terjangkau, sehingga standar kualitas hidup pun berpotensi meningkat secara bertahap.
Kegiatan ekonomi yang efisien dapat dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan tujuan atau ruang lingkup yang ingin dicapai. Berikut tiga jenis efisiensi yang umum dikenal dalam ilmu ekonomi.
Efisiensi ekonomi merujuk pada optimalisasi sumber daya yang terbatas untuk mencapai hasil yang diinginkan di satu lingkup ekonomi tertentu — misalnya satu wilayah, industri, atau negara. Tidak ada tolok ukur absolut yang menandai efisiensi ekonomi yang ideal, tetapi umumnya ekonom menilai efisiensi yang baik seharusnya menurunkan harga produk dan jasa di pasar, disertai produktivitas sumber daya manusia yang tinggi.
Efisiensi pasar menggambarkan seberapa baik harga suatu saham mencerminkan seluruh informasi yang tersedia di pasar. Sebuah pasar dikatakan efisien ketika seluruh informasi terkait produk dan jasa sudah tercermin dalam pembentukan harganya. Konsep ini banyak diterapkan dalam analisis saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), misalnya saat pergerakan IHSG dianalisis untuk menilai apakah harga suatu saham tergolong undervalued atau overvalued dibandingkan nilai sebenarnya.
Konsep efisiensi pasar diperkenalkan pertama kali pada 1970 oleh ekonom Eugene Fama lewat hipotesis pasar efisien (Efficient Market Hypothesis), yang menyatakan bahwa anomali pada harga sekuritas pada akhirnya akan kembali sesuai dengan informasi yang tersedia di pasar (sumber: Britannica).
Efisiensi operasional adalah ukuran seberapa baik sebuah bisnis mampu menekan biaya-biaya operasionalnya untuk menghasilkan laba yang optimal. Proses produksi dianggap efisien secara operasional jika perusahaan berhasil mencapai margin laba yang lebih baik dengan biaya operasional yang lebih rendah dari seharusnya.
Salah satu contoh proses efisiensi yang kerap dirujuk dalam sejarah ekonomi adalah revolusi industri. Pada setiap periodenya, masyarakat menemukan cara produksi yang inovatif, yang pada akhirnya mendorong efisiensi di berbagai sektor ekonomi. Hingga saat ini, dunia telah mengalami empat kali revolusi industri.
Revolusi industri pertama terjadi pada abad ke-18 di Inggris, ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt yang memungkinkan produksi dilakukan secara massal dan lebih hemat waktu. Pada periode ini, masyarakat yang tadinya bergantung pada sektor agrikultur mulai berpindah ke sektor manufaktur.
Revolusi industri kedua berlangsung pada abad ke-19 dan kerap disebut sebagai revolusi teknologi. Proses produksi mulai menggunakan bahan sintetis, bukan hanya bahan baku alam, sementara teknologi produksi berkembang pesat pada periode ini.
Revolusi industri ketiga berlangsung pada abad ke-20 dan dikenal sebagai revolusi digital. Proses produksi mulai dibantu teknologi seperti komputer dan perangkat telekomunikasi, sehingga biaya produksi dapat ditekan lebih rendah.
Pada revolusi industri keempat, peran sumber daya manusia dalam siklus produksi barang dan jasa mulai digantikan sebagian oleh teknologi antarmesin (machine-to-machine) dan Internet of Things (IoT), yang mendorong efisiensi produksi ke level baru.
Istilah efisien kerap dikaitkan dengan kata efektif, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Dalam KBBI, efektif merujuk pada kemampuan suatu daya atau upaya dalam mencapai tujuan — dengan kata lain, efektif adalah tingkat keberhasilan dari upaya yang dilakukan, terlepas dari seberapa banyak sumber daya yang dipakai.
Sementara itu, efisien adalah cara mencapai tujuan tersebut dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit dari seharusnya. Sebuah proses efisiensi baru bisa disebut berhasil jika upaya yang dilakukan juga berjalan efektif. Jika efisiensi tidak berjalan efektif, pelakunya perlu mencari cara lain agar hasil yang diinginkan tetap tercapai.
Efisiensi mengukur seberapa hemat sumber daya yang dipakai untuk mencapai suatu hasil, sedangkan produktivitas mengukur seberapa besar output yang dihasilkan dari sejumlah input tertentu dalam periode waktu tertentu. Sebuah proses bisa produktif — menghasilkan banyak output — tanpa harus efisien, jika sumber daya yang dipakai jauh lebih besar dari yang seharusnya.
Beberapa langkah umum yang dilakukan pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi antara lain menekan pemborosan bahan baku, memanfaatkan teknologi untuk otomatisasi proses, mengevaluasi biaya operasional secara berkala, serta melatih sumber daya manusia agar bekerja lebih produktif dengan waktu yang sama.
Contoh efisiensi dalam kehidupan sehari-hari misalnya mengganti lampu rumah dengan lampu hemat energi untuk menekan tagihan listrik, menyusun rute perjalanan agar lebih singkat dan hemat bahan bakar, atau menyusun anggaran belanja bulanan agar kebutuhan tetap terpenuhi dengan pengeluaran yang lebih terkendali.
Revolusi industri 4.0 mendorong efisiensi lewat otomatisasi berbasis machine-to-machine dan Internet of Things (IoT), yang memungkinkan proses produksi berjalan dengan lebih sedikit campur tangan manusia, lebih minim kesalahan, dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan periode revolusi industri sebelumnya.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap instrumen investasi memiliki potensi imbal hasil sekaligus risiko yang berbeda-beda, sehingga keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.
Prinsip efisien adalah hal yang bisa kamu terapkan juga dalam mengelola keuangan — termasuk saat berinvestasi. Unduh aplikasi Pluang untuk berinvestasi di Saham AS, emas, ratusan aset crypto, dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur Web Trading untuk memantau pasar secara mendalam dan Screeners untuk menyaring aset secara lebih efisien sebelum mengambil keputusan.
Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset secara lebih efisien karena seluruh produk di Pluang terlisensi dan teregulasi.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Sumber: Investopedia, Britannica


