Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Itu Biaya Produksi? Mengenal Definisi dan Jenis Biaya Produksi
shareIcon

Apa Itu Biaya Produksi? Mengenal Definisi dan Jenis Biaya Produksi

21 Jul 2023, 8:49 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Biaya Produksi Adalah

Biaya produksi adalah komponen keuangan penting bagi perusahaan. Lantas, apa itu biaya produksi dan apa saja jenis-jenisnya.

Apa Itu Biaya Produksi?

Biaya produksi adalah semua biaya, baik secara langsung dan tidak langsung yang dikeluarkan perusahaan saat memproduksi produk atau menyediakan layanan yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Biaya produksi mencakup berbagai biaya, seperti tenaga kerja, bahan baku, persediaan manufaktur habis pakai, biaya overhead produksi, hingga pajak atau royalti yang harus dibayar oleh perusahaan.

Nantinya, setelah seluruh biaya produksi dihitung, perusahaan dapat membaginya dengan total output yang dihasilkan dari biaya tersebut dan menetapkan harga jual untuk mendapatkan laba. Dengan demikian, perusahaan perlu mengetahui biaya produksi untuk menentukan harga jual suatu produk atau layanan yang ia tawarkan.

Tidak hanya itu, biaya produksi berfungsi sebagai alat analisis dasar bagi perusahaan

Baca Juga: Biar Paham, Yuk Kenali Komponen Biaya Dalam

Jenis-jenis Biaya Produksi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, biaya produksi adalah total biaya yang digelontorkan perusahaan ketika melakukan produksi. Lantas, apa saja jenis-jenis biaya tersebut?

1. Biaya Tetap dalam Biaya Produksi

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dan tidak akan berubah meski kapasitas produksi meningkat atau menurun. Biaya ini biasanya dibayar di muka dan tidak bersifat biaya rutin yang harus digelontorkan setiap kali ada proses produksi.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti volume produksi atau jumlah output. Jika volume produksi semakin tinggi, maka biaya variabel ikut naik dan begitu pun sebaliknya.

Contohnya, biaya utilitas dan bahan baku yang ikut naik saat produksi meningkat. Namun, perlu diingat bahwa biaya variabel hanya dibutuhkan saat proses produksi berlangsung.

3. Biaya Marginal

Biaya marginal adalah biaya pengeluaran modal perusahaan yang bersifat fleksibel. Umumnya, biaya ini adalah biaya yang timbul ketika perusahaan menambah satu unit produksi tambahan.

Biaya marginal berfungsi untuk memaksimalkan aktivitas operasional agar mendapat keuntungan lebih tinggi. Nantinya, perhitungan biaya marginal akan ditambahkan bersama biaya variabel.

4. Biaya Eksplisit (Langsung)

Biaya eksplisit adalah biaya yang dialokasikan perusahaan dalam membeli sejumlah kebutuhan dengan pembayaran tunai dan dicatat secara langsung dalam laporan keuangan. Contoh biaya eksplisit adalah pembelian bangunan, tanah, mesin, gaji karyawan, dan bahan baku.

5. Biaya Implisit (Tersembunyi)

Biaya implisit adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memberikan fasilitas produksi tanpa mempengaruhi proses manufaktur secara langsung dan hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Umumnya, biaya ini dimasukkan dalam biaya overhead.

Contoh biaya eksplisit adalah biaya perawatan mesin, biaya pelatihan SDM, biaya sewa, dan sebagainya.

6. Biaya Rata-Rata (Average Cost)

Biaya rata-rata adalah biaya untuk mendapatkan harga per satuan produk di mana total pengeluaran dibagi dengan hasil produksi. Melalui biaya ini, perusahaan dapat mengukur persentase laba.

7. Biaya Total (Total Cost)

Biaya total adalah total biaya variabel dan campuran. Biaya ini dihitung setelah produksi selesai.

Hasil akhir yang didapat adalah total dana yang dikeluarkan perusahaan selama proses produksi dan akan diolah sebagai pertimbangan penetapan harga jual.

8. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah komponen terpenting dalam produksi. Biaya ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan material dalam menciptakan suatu produk.

9. Biaya Sumber Daya Manusia (SDM)

Selain bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya manusia juga menjadi komponen penting dalam produksi. Nah, biaya SDM adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk gaji atau upah tenaga kerja pada periode tertentu sesuai kesepakatan.

10. Biaya Overhead Produksi

Biaya overhead produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan manufaktur atau penunjang proses produksi. Dengan kata lain, biaya ini tidak berkaitan secara langsung dengan hasil produksi, tapi menjadi komponen penting yang tak dapat diabaikan dalam produksi.

Nah, setelah mengetahui definisi dan jenis biaya produksi. Bagaimana perhitungan biaya produksi?

Baca Juga: Faktor Produksi

Cara Menghitung Biaya Produksi

Seperti yang telah dijelaskan, produksi menimbulkan biaya langsung dan biaya tidak langsung. Untuk menghitung biaya produksi, perusahaan dapat menjumlahkan total biaya bahan baku, sumber daya manusia, dan overhead produksi.

Sementara untuk menentukan biaya produksi per unit produk, biaya produksi harus dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi dalam periode di mana biaya tersebut digelontorkan. Berangkat dari situ, produsen bisa mengetahui harga jual produk yang dapat membuatnya balik modal atau menemui titik Break-Even Point (BEP).

Dengan kata lain, penetapan harga yang lebih besar dari biaya per unit akan membuat perusahaan mendapat keuntungan. Sementara itu, harga jual yang lebih kecil dari biaya per unitnya akan membuat perusahaan mendapat kerugian.

Berikut adalah persamaan biaya produksi.

Total Biaya Produksi = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Sumber Daya Manusia + Total Biaya Overhead Produksi

Manfaat Menghitung Biaya Produksi bagi Bisnis

Adapun manfaat mengitung biaya produksi bagi bisnis adalah sebagai berikut:

1. Patokan Kinerja Keuangan Perusahaan

Perhitungan biaya produksi bermanfaat untuk memahami berapa biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Sementara itu struktur biaya adalah hal mendasar dalam sebuah bisnis agar perusahaan bisa mencapai target-target keuangannya.

Sehingga, dengan mengerti biaya produksi, perusahaan bisa menyoroti ruang-ruang efisiensi atau komponen biaya yang perlu dioptimalisasi agar perusahaan bisa mencapai target laba dan pendapatan yang diharapkan.

2. Menentukan Teknik Pemasaran Produk

Jika pelaku bisnis telah menghitung biaya produksi dan menetapkan harga pokok, maka langkah selanjutnya adalah menentukan teknik pemasaran produk yang tepat agar balik modal dan mendapatkan keuntungan maksimal dari penjualan.

3. Mengidentifikasi Masalah

Manfaat paling utama dari perhitungan biaya produksi adalah pelaku bisnis dapat menganalisis biaya secara rinci. Sehingga, mereka dapat mengidentifikasi masalah-masalah keuangan dalam bisnis dan bisa cepat mengatasinya.

Baca juga: Sobat Cuan, Begini Lho Cara Mudah Hitung Kekayaan Bersih yang Kamu Miliki!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Bayer Corp Science, OCBC NISP

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
ekonomi
Memahami Pengertian Outsourcing Serta Kelebihan dan Kekurangan
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1