
Siklus 4 tahun Bitcoin adalah pola historis pergerakan harga Bitcoin yang terdiri dari periode kenaikan panjang (bull market) diikuti periode penurunan (bear market), yang secara kasar berulang setiap empat tahun mengikuti jadwal halving Bitcoin. Sejak Bitcoin mulai diperdagangkan luas pada 2011, pola ini sudah terjadi empat kali secara penuh, dengan siklus kelima yang menurut sebagian analis mulai menunjukkan bentuk berbeda dari siklus-siklus sebelumnya.
Jawaban Singkat:
Tabel berikut merangkum keempat siklus Bitcoin secara historis, dari titik awal setiap siklus hingga puncak bull market dan titik terendah bear market berikutnya:
| Siklus | Awal Siklus (Harga, Tahun) | Puncak Bull Market (Harga, Tahun) | Titik Terendah Bear Market (Harga, Tahun) |
|---|---|---|---|
| Siklus 1 | US$2 (2011) | US$1.100 (2013) | US$176 (2015) |
| Siklus 2 | US$176 (2015) | US$19.800 (2017) | US$3.200 (2019) |
| Siklus 3 | US$3.200 (2019) | US$69.000 (2021) | US$15.500 (2023) |
| Siklus 4 | US$15.500 (2023) | US$126.200 (2025) | US$57.800 (1 Juli 2026) — harga per 21 Sep 2026: US$86.600 |
Data historis bukan jaminan hasil masa depan. Periode data: Januari 2011–September 2026. Angka harga pada tabel dibulatkan ke ratusan US$ terdekat, kecuali harga awal Siklus 1 (US$2 dan US$176) yang nilainya berada di bawah skala pembulatan tersebut dan ditampilkan sesuai data historis asli.
Rata-rata dari keempat siklus itu: bull market historis berlangsung 141 minggu (sekitar 2,7 tahun), sementara bear market berlangsung 55 minggu (sekitar 1 tahun). Pola ini secara historis berkaitan dengan jadwal halving Bitcoin — peristiwa terprogram yang memangkas separuh imbalan blok bagi penambang setiap sekitar empat tahun (halving terakhir terjadi April 2024), sehingga mengurangi laju pasokan Bitcoin baru yang masuk ke pasar. Riset Galaxy Research yang dipublikasikan 12 Juni 2026 mencatat bahwa pola siklus 4 tahun ini secara umum masih berlaku, namun pengaruh jadwal halving terhadap besarnya pergerakan harga disebut mulai melemah — siklus demi siklus menunjukkan ayunan harga yang secara proporsional mengecil dibanding siklus-siklus sebelumnya.
Ini pertanyaan yang jawabannya belum jelas, dan penting untuk dipahami kenapa. Titik terendah siklus ke-4 tercatat di US$57.800 pada 1 Juli 2026, atau 38 minggu setelah puncak US$126.200. Angka 38 minggu ini jauh lebih pendek dari rata-rata historis 55 minggu — yang bisa dibaca dua arah: bear market kali ini berakhir lebih cepat dari biasanya, atau harga baru mencapai satu titik rendah sementara sebelum kembali turun mendekati atau melewati rata-rata 55 minggu.
Kenapa 38 minggu Siklus 4 sengaja tidak dimasukkan ke dalam perhitungan rata-rata bear market 55 minggu di atas? Karena rata-rata itu dihitung dari tiga siklus bear market yang sudah benar-benar tuntas (Siklus 1, 2, dan 3) — bukan dari Siklus 4 yang durasi akhirnya belum tentu final saat artikel ini ditulis. Memasukkan angka yang belum tentu final ke dalam sebuah rata-rata historis akan membuat perhitungan itu bias: bisa terlihat terlalu optimis (jika ternyata harga masih akan turun lagi) atau tidak representatif (jika insidennya benar-benar berbeda dari pola sebelumnya). Sejak titik ATH pada sekitar Oktober 2025 hingga 21 September 2026, total waktu yang sudah berlalu adalah sekitar 50 minggu — mendekati, tapi belum melewati, rata-rata historis 55 minggu.
Sebagai pembanding, riset Galaxy Research yang dipublikasikan 12 Juni 2026 memproyeksikan titik terendah siklus ini berada di kisaran US$40.000–46.000 sebagai skenario dasar mereka, dengan skenario yang lebih dalam di US$30.000–37.000 dan skenario yang lebih dangkal di US$51.000–54.000 — berdasarkan pelacakan 13 indikator historis titik dasar (bottoming signals), di mana pada saat laporan itu terbit baru 4 dari 13 indikator yang terpenuhi. Proyeksi itu memakai metodologi jarak waktu 12–13 bulan dari puncak siklus ke titik terendah, yang jika diterapkan pada puncak sekitar Oktober 2025 akan mengarah ke jendela waktu akhir 2026. Artinya, angka US$57.800 pada 1 Juli 2026 bisa jadi adalah titik terendah siklus ini — atau bisa juga bukan. Secara historis, pergerakan seperti ini pernah terjadi pada siklus sebelumnya (sumber: data historis Bitcoin, tabel di atas). Ini bukan rekomendasi untuk bertransaksi, dan bukan jaminan bahwa pola sebelumnya akan berulang persis sama.
Memahami pola siklus historis ini bisa membantu investor membuat keputusan yang lebih terinformasi, meski bukan jaminan hasil. Beberapa manfaatnya:
Di sisi lain, ada risiko nyata yang tidak boleh diabaikan hanya karena pola historis terlihat rapi di atas grafik:
Bagi yang ingin memantau posisi Bitcoin dalam siklus ini secara langsung, berikut cara memanfaatkan fitur di aplikasi Pluang:
Buka halaman BTC di aplikasi Pluang untuk melihat harga real-time, lalu gunakan fitur Web Trading untuk menganalisis pergerakan harga dalam rentang waktu 1 hari hingga 5 tahun (5Y), termasuk membandingkan posisi harga saat ini terhadap ATH dan titik terendah siklus.
Fitur Screeners membantu menyaring dan membandingkan data pasar aset Crypto berdasarkan kriteria tertentu, berguna untuk melihat konteks pergerakan Bitcoin relatif terhadap aset lain.
Tab Aura AI di halaman aset menyediakan ringkasan berita dan data teknikal yang bisa membantu memahami konteks di balik pergerakan harga — tetap sebagai bahan referensi, bukan pengganti analisis dan keputusan pribadi kamu.
Karena tidak ada yang bisa memastikan apakah 1 Juli 2026 adalah titik terendah final siklus ini, dua pendekatan yang umum dipertimbangkan investor adalah sebagai berikut. Ini bukan rekomendasi, melainkan penjelasan mekanisme masing-masing.
Dollar Cost Averaging adalah strategi membeli sejumlah nilai tetap secara berkala, tanpa mencoba menebak satu titik masuk yang presisi. Fitur Auto Invest/Recurring di aplikasi Pluang memungkinkan kamu menjadwalkan pembelian rutin secara otomatis dengan pendekatan ini.
Alternatifnya adalah membeli dalam satu waktu — pendekatan ini secara historis bisa menghasilkan lebih banyak atau lebih sedikit dibanding DCA tergantung di fase mana dalam siklus pembelian dilakukan, dan membawa risiko konsentrasi waktu yang lebih tinggi apabila ternyata bertepatan dengan titik yang belum benar-benar merupakan dasar siklus.
Siklus 4 tahun Bitcoin adalah pola historis pergerakan harga yang terdiri dari sekitar 3 tahun bull market diikuti sekitar 1 tahun bear market, berulang sejak 2011 melalui empat siklus penuh hingga 2026.
Berdasarkan empat siklus historis sejak 2011, rata-rata bull market berlangsung 141 minggu (sekitar 2,7 tahun), sementara rata-rata bear market berlangsung 55 minggu (sekitar 1 tahun).
Titik terendah tercatat US$57.800 pada 1 Juli 2026, atau 38 minggu sejak puncak siklus ke-4. Apakah ini akhir bear market atau baru sebagian jalan menuju rata-rata 55 minggu masih menjadi pertanyaan terbuka.
Siklus ini secara historis berkaitan dengan jadwal halving Bitcoin setiap sekitar empat tahun, meski Galaxy Research (12 Juni 2026) mencatat pengaruh halving terhadap pola siklus mulai melemah.
Harga BTC bisa dipantau melalui aplikasi Pluang, dengan grafik Web Trading, alat analisis Screeners, dan ringkasan berita di tab Aura AI.
Siklus 4 tahun Bitcoin — sekitar 3 tahun bull market diikuti sekitar 1 tahun bear market — sudah terjadi empat kali sejak 2011, dengan rata-rata 141 minggu untuk fase naik dan 55 minggu untuk fase turun. Siklus ke-4 mencatat titik terendah US$57.800 pada 1 Juli 2026, hanya 38 minggu sejak puncak — lebih cepat dari rata-rata historis, tapi belum tentu berarti bear market sudah sepenuhnya berakhir, mengingat total waktu sejak ATH ke 21 September 2026 baru mencapai sekitar 50 minggu, dan sejumlah analis seperti Galaxy Research masih membuka kemungkinan titik terendah yang lebih dalam di akhir 2026. Bagi yang ingin memantau perkembangan harga BTC dan mempelajari datanya lebih lanjut, kamu bisa cek Crypto di aplikasi Pluang.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca berdasarkan analisis dan pertimbangan risiko masing-masing. Investasi aset crypto memiliki risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh modal, akibat volatilitas harga yang tinggi.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi kamu sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Angka-angka historis dalam artikel ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: Januari 2011–September 2026.
Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


