
OTC adalah metode perdagangan sekuritas secara langsung antarpihak melalui jaringan broker-dealer, tanpa melalui bursa efek terpusat seperti BEI. Harga dan syarat transaksi dinegosiasikan langsung oleh kedua pihak, bukan lewat sistem lelang terbuka. Metode ini umum dipakai untuk saham perusahaan kecil, obligasi, kontrak derivatif, hingga aset kripto yang belum memenuhi syarat pencatatan di bursa resmi seperti Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jawaban Singkat • OTC adalah transaksi langsung antarpihak lewat broker-dealer, tanpa bursa terpusat. • Harga dan syarat dinegosiasikan langsung, bukan hasil lelang terbuka seperti di bursa efek. • Cocok untuk aset yang belum tercatat di bursa, tetapi likuiditasnya lebih rendah dan risikonya lebih tinggi. |
OTC merupakan singkatan dari over-the-counter. Transaksi ini difasilitasi oleh
broker-dealer, yaitu pihak yang menjembatani jual beli aset finansial secara langsung tanpa melalui mekanisme lelang terbuka di bursa — lihat juga kamus istilah broker/sekuritas untuk pembahasan lebih lengkap. Ketika sebuah sekuritas tidak memenuhi syarat pencatatan di bursa utama, seperti ketentuan kapitalisasi pasar minimum atau kewajiban pelaporan keuangan berkala, sekuritas tersebut umumnya masih bisa diperdagangkan lewat jalur OTC.
Secara garis besar, pasar OTC dapat dipahami sebagai pasar di luar bursa efek resmi, di mana harga sekuritas terbentuk melalui tawar-menawar langsung antara investor dan dealer, bukan lewat order book bursa terpusat.
Perbedaan mendasar antara bursa efek dan pasar OTC terletak pada cara harga terbentuk. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga terbentuk lewat mekanisme lelang terbuka (order matching) yang transparan dan dapat dipantau semua pelaku pasar secara real-time. Di pasar OTC, harga muncul dari negosiasi bilateral antara investor dan dealer, sehingga dua transaksi untuk aset yang sama pada waktu yang sama bisa saja terjadi pada harga berbeda.
Aspek | Bursa Efek (mis. BEI) | Pasar OTC |
Mekanisme harga | Lelang terbuka (order matching) | Negosiasi langsung antarpihak |
Transparansi harga | Tinggi, harga terpantau real-time | Terbatas, tergantung pengungkapan dealer |
Regulasi & pelaporan | Ketat, wajib lapor berkala ke bursa/OJK | Bervariasi, umumnya lebih longgar |
Likuiditas | Umumnya lebih tinggi | Umumnya lebih rendah |
Standar kontrak | Baku, satuan lot & fraksi harga tetap | Fleksibel, disesuaikan kedua pihak |
Berikut jenis-jenis sekuritas yang umum diperdagangkan secara OTC:
1. Saham — saham perusahaan kecil yang belum memenuhi biaya atau syarat pencatatan di bursa besar dapat diperdagangkan lewat OTC. Beberapa perusahaan besar dari luar negeri yang belum listing lokal juga masuk kategori ini.
2. Obligasi — meski tidak tercatat di bursa formal, obligasi korporasi maupun negara banyak diperdagangkan lewat jaringan broker-dealer dan tetap dianggap sebagai sekuritas OTC.
3. Derivatif — kontrak yang nilainya diturunkan dari aset dasar, seperti opsi (options), forward, dan futures, kerap diperdagangkan secara OTC karena sifatnya yang dapat disesuaikan (customized) antarpihak.
4. American Depositary Receipts (ADR) — sertifikat yang mewakili sejumlah saham perusahaan asing dan memungkinkan investor domestik memilikinya tanpa transaksi lintas bursa secara langsung.
5. Valuta Asing (Forex) — pasar valuta asing pada dasarnya adalah pasar OTC raksasa, karena mata uang diperdagangkan langsung antarbank dan dealer tanpa bursa terpusat.
6. Aset Kripto — aset kripto populer seperti Bitcoin dan Ethereum juga bisa diperdagangkan lewat mekanisme OTC, terutama untuk transaksi bernilai besar yang ingin menghindari dampak volatilitas di order book publik.
Di Amerika Serikat, OTC Markets Group mengoperasikan pasar untuk sekitar 12.000 sekuritas AS dan internasional, terbagi dalam empat tingkatan (data per September 2026, sumber: OTC Markets Group): OTCQX Best Market (standar pelaporan paling ketat), OTCQB Venture Market (perusahaan tahap berkembang), OTCID Basic Market (perusahaan yang telah melapor ke regulator, menggantikan Pink Current sejak Juli 2025), dan Pink Limited Market (tingkat risiko tertinggi dengan pengawasan paling minim).
Di Indonesia, transaksi Efek di luar bursa diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui skema Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA), sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 1 Tahun 2025 tentang Derivatif Keuangan dengan Aset yang Mendasari Berupa Efek yang berlaku sejak 10 Januari 2025 (sumber: OJK).
Contoh ilustrasi berikut menunjukkan cara membaca biaya implisit di pasar OTC lewat bid-ask spread. Ini adalah simulasi angka untuk tujuan edukasi, bukan data pasar riil maupun rekomendasi transaksi atas efek atau emiten tertentu.
Misalnya, sebuah saham OTC memiliki harga beli (bid) Rp1.300 dan harga jual (ask) Rp1.500. Spread-nya adalah Rp1.500 − Rp1.300 = Rp200, atau sekitar 14% dari harga tengah (mid-price) Rp1.400. Sebagai pembanding, saham blue-chip di bursa utama umumnya memiliki spread di bawah 1% karena volume transaksinya jauh lebih tinggi. Semakin lebar spread suatu aset, semakin besar biaya implisit yang ditanggung investor setiap kali membuka dan menutup posisi.
Kelebihan:
• Memberi akses ke sekuritas yang tidak tersedia di bursa standar, seperti obligasi tertentu, ADR, dan kontrak derivatif.
• Regulasi yang lebih fleksibel memungkinkan perusahaan kecil atau baru berkembang tetap bisa mengakses modal lewat penjualan saham.
• Harga aset OTC yang relatif rendah membuka peluang bagi investor untuk masuk lebih awal, meski dengan risiko yang juga lebih tinggi.
Risiko:
• Likuiditas yang lebih rendah dan spread bid-ask yang lebih lebar dibanding aset di bursa utama.
• Keterbukaan informasi yang lebih terbatas, sehingga investor perlu melakukan riset lebih mendalam sebelum bertransaksi.
• Volatilitas harga yang cenderung lebih tajam saat rilis data pasar atau ekonomi, karena tipisnya volume transaksi.
Untuk mulai bertransaksi aset yang menerapkan mekanisme mirip OTC — seperti kontrak derivatif kripto — kamu bisa memulainya lewat aplikasi Pluang dengan langkah berikut: unduh dan verifikasi akun Pluang, lengkapi data sesuai prinsip mengenal nasabah (KYC), lakukan deposit sesuai kebutuhan, lalu pilih produk yang ingin ditransaksikan sambil memahami risiko yang menyertainya.
Khusus untuk kontrak derivatif seperti Crypto Futures, penting untuk memahami mekanisme margin dan risiko kerugian sebelum bertransaksi.
Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aset Kripto dan Derivatif Aset Kripto oleh PT Bumi Santosa Cemerlang berizin dan diawasi oleh OJK. Trading Crypto Futures adalah produk derivatif berisiko tinggi; nilai investasi dapat naik maupun turun secara signifikan.
Unduh aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto, dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 hanya dengan tiga kali klik. Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah karena seluruh aset di Pluang berizin dan diawasi OJK, Bappebti, dan/atau BI. Yuk, unduh dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Bursa efek seperti BEI mempertemukan pembeli dan penjual lewat sistem lelang terpusat dengan harga transparan dan standar kontrak baku. Pasar OTC mempertemukan dua pihak secara langsung melalui broker-dealer, dengan harga dan syarat yang dinegosiasikan sendiri sehingga lebih fleksibel namun kurang transparan.
Ya. Transaksi Efek di luar bursa diatur OJK melalui Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA) berdasarkan POJK Nomor 1 Tahun 2025, berlaku sejak 10 Januari 2025 (sumber: OJK). Namun, transaksi tetap harus melalui pihak yang berizin dan diawasi otoritas terkait, bukan perantara ilegal tanpa izin.
Risiko utamanya meliputi likuiditas rendah, spread bid-ask yang lebar, keterbatasan informasi publik dibanding emiten bursa, serta potensi harga bergejolak saat rilis data pasar. Regulasi yang lebih longgar juga membuat pengawasan dan perlindungan investor relatif lebih terbatas dibanding transaksi di bursa efek.
Keempatnya adalah tingkatan pasar OTC Markets Group di Amerika Serikat. OTCQX adalah tingkat tertinggi dengan standar pelaporan paling ketat, OTCQB untuk perusahaan tahap berkembang, OTCID untuk perusahaan yang telah melapor ke regulator, sedangkan Pink Market adalah tingkat paling berisiko dengan pengawasan paling minim.
Aset yang umum diperdagangkan secara OTC meliputi saham perusahaan kecil, obligasi korporasi maupun negara, kontrak derivatif seperti opsi dan forward, American Depositary Receipts (ADR), valuta asing, dan aset kripto. Setiap jenis memiliki mekanisme negosiasi dan tingkat risiko masing-masing yang perlu dipahami investor.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.
Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan.