Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Kapan Altseason Dimulai? Tanda-Tanda & Indikatornya 2026
shareIcon

Kapan Altseason Dimulai? Tanda-Tanda & Indikatornya 2026

16 May 2025, 7:44 AM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Ilustrasi koin Bitcoin dan altcoin - Kapan Altseason Dimulai? Tanda-Tanda & Indikatornya 2026
Belum ada yang bisa memastikan kapan altseason (musim altcoin) dimulai. Indikator seperti Altcoin Season Index dan dominasi Bitcoin dihitung dari kinerja harga ke belakang, sehingga baru mengonfirmasi pergeseran pasar setelah terjadi. Per 24 September 2026, Altcoin Season Index berada di angka 51 dari skala 100 (50 koin teratas, periode 90 hari; sumber: Blockchain Center), masih di bawah ambang 75 untuk altseason, sedangkan dominasi Bitcoin sekitar 58,9% (sumber: CoinMarketCap).Artikel ini membahas pengertian altseason, tanda-tandanya, alasan titik awalnya sulit diprediksi, risikonya, serta cara membeli aset crypto di Pluang.

Kapan Altseason Akan Dimulai?

Jawaban Singkat:

  • Tidak ada indikator yang bisa memastikan kapan altseason dimulai; sinyalnya bersifat reaktif.
  • Per 24 September 2026: Altcoin Season Index 51 (ambang altseason 75) dan dominasi Bitcoin sekitar 58,9%.
  • Aset crypto, termasuk altcoin, bisa dibeli di Pluang mulai Rp10.000.

Ambang 75 berarti minimal 75% koin dalam basis indeks mengungguli Bitcoin selama 90 hari terakhir. Di angka 51, pasar berada di zona netral (26–74), belum masuk Bitcoin season maupun altseason.

Apa Itu Altseason?

Altseason (musim altcoin) adalah periode ketika mayoritas altcoin, yaitu aset crypto selain Bitcoin, mencatat kenaikan harga yang lebih tinggi daripada Bitcoin dalam kurun waktu tertentu. Periode ini biasanya ditandai perpindahan aliran modal dari Bitcoin ke altcoin dan kerap disertai volatilitas yang tinggi. Altseason bukan peristiwa yang terjadwal dan tidak berulang pada interval waktu yang sama.

Bagaimana Kondisi Pasar Crypto Saat Ini?

Sinyal pasar per akhir September 2026 masih beragam dan belum menunjukkan pergeseran penuh ke altseason. Tabel berikut merangkum data yang dirujuk artikel ini.

Indikator altseason (data per tanggal yang tertera di kolom ketiga)
IndikatorNilaiData perSumber
Altcoin Season Index (50 koin teratas, 90 hari, skala 0–100)5124 September 2026Blockchain Center
Ambang Bitcoin season dan altseason (skala indeks)25 atau kurang / 75 atau lebih24 September 2026Blockchain Center
Dominasi Bitcoin (% dari total kapitalisasi pasar crypto)sekitar 58,9%24 September 2026CoinMarketCap
Dominasi Bitcoin, penutupan mingguan (%)60,15%25 Agustus 2026BeInCrypto
Rasio ETH/BTC (rasio harga Ethereum terhadap Bitcoin)0,0334 (naik sekitar 32% sejak Juni 2026)25 Agustus 2026BeInCrypto

Angka Altcoin Season Index bisa berbeda antar penyedia karena basis koinnya berbeda: Blockchain Center memakai 50 koin teratas, sedangkan CoinMarketCap memakai 100 koin teratas, dengan stablecoin dikecualikan. Indeks juga bergerak cepat. BeInCrypto (25 Agustus 2026) mencatat indeks di 39, turun dari sekitar 67 di awal Agustus, sehingga nilainya bisa berubah drastis dalam hitungan minggu.

Sinyal antar-indikator juga saling bertentangan. Pada pekan sebelum 25 Agustus 2026, dominasi Bitcoin ditutup di 60,15% dan menembus level resistensi, padahal rasio ETH/BTC naik ke 0,0334, level yang tidak terlihat dalam tujuh bulan terakhir. BeInCrypto menilai kombinasi ini menunjukkan modal bergerak ke Ethereum dan Bitcoin, sementara altcoin berkapitalisasi lebih kecil kehilangan pangsa.

Apa Saja Tanda-Tanda atau Indikator Altseason?

Beberapa indikator yang umum diamati pelaku pasar untuk menilai potensi altseason:

  1. Dominasi Bitcoin menurun. Secara historis, dominasi Bitcoin turun dari 87% (Januari 2017) ke 33% (Januari 2018), dan dari 73% (Januari 2021) ke 42% (Mei 2021) (Lambda Finance, 7 Juni 2026, berdasarkan data CoinMarketCap). Penurunan tersebut berbarengan dengan periode altseason, tetapi pola ini tidak selalu berulang dengan besaran yang sama. Angka dominasi standar juga memasukkan stablecoin, sehingga sebagian analis memakai versi tanpa stablecoin untuk membaca rotasi modal.
  2. Altcoin Season Index naik. Indeks ini mengukur persentase dari 50 atau 100 koin (tergantung penyedia, berdasarkan market cap dan di luar stablecoin) yang mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Nilai 75 atau lebih menandakan altseason, sedangkan 25 atau kurang menandakan Bitcoin season (Blockchain Center; CoinMarketCap).
  3. Rasio ETH/BTC menguat. Kenaikan rasio menunjukkan modal bergeser ke Ethereum relatif terhadap Bitcoin. Namun, rasio ini perlu dibaca bersama indikator lain karena bisa memberi sinyal berbeda dari dominasi Bitcoin, seperti pada Agustus 2026 (BeInCrypto, 25 Agustus 2026).
  4. Volume perdagangan altcoin meningkat. Kenaikan volume transaksi altcoin secara luas dapat menandakan minat pasar bergeser dari Bitcoin, tetapi lonjakan volume pada satu-dua koin saja belum mencerminkan pergeseran menyeluruh.

Mengapa Titik Awal Altseason Sulit Diprediksi?

  • Indikator bersifat reaktif. Altcoin Season Index dihitung dari kinerja 90 hari ke belakang, sehingga baru mengonfirmasi altseason setelah sebagian besar koin sudah mengungguli Bitcoin.
  • Sinyal saling bertentangan. Dominasi Bitcoin dan rasio ETH/BTC menguat bersamaan pada Agustus 2026 (BeInCrypto, 25 Agustus 2026).
  • Angka indeks berbeda antar penyedia. Basis 50 koin dan 100 koin menghasilkan nilai yang tidak identik, sehingga membaca satu angka saja bisa memberi kesan yang keliru.
  • Pola siklus sebelumnya tidak menjamin pengulangan. Setiap siklus dipengaruhi kombinasi kebijakan moneter, regulasi, dan sentimen pasar yang berbeda. Tidak ada indikator tunggal yang dapat memastikan awal maupun akhir altseason.

Apa Risiko Trading Altcoin Berdasarkan Ekspektasi Altseason?

  • Mengejar sinyal yang terlambat. Karena indikator bersifat reaktif, membeli setelah sinyal muncul berisiko masuk saat harga sudah naik signifikan.
  • Volatilitas tinggi. Harga altcoin umumnya bergerak lebih tajam dibanding Bitcoin, sehingga potensi kerugian juga bisa lebih besar.
  • Likuiditas rendah pada altcoin tertentu. Altcoin berkapitalisasi kecil dengan volume perdagangan rendah bisa sulit dijual pada harga yang diinginkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Altcoin

  • Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator. Gabungkan beberapa indikator dan pahami keterbatasan masing-masing.
  • Pahami profil risiko pribadi, mengingat volatilitas altcoin umumnya lebih tinggi dibanding Bitcoin.
  • Terapkan diversifikasi portofolio dan hindari mengalokasikan seluruh dana pada satu altcoin karena ekspektasi altseason.
  • Waspadai FOMO (fear of missing out) yang sering muncul saat harga altcoin naik cepat.
  • Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagaimana Cara Membeli Aset Crypto (Termasuk Altcoin) di Pluang?

  1. Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
  2. Cari aset crypto atau altcoin yang ingin dibeli pada menu Crypto.
  3. Masukkan nominal rupiah yang ingin dibelanjakan.
  4. Periksa kembali ringkasan transaksi.
  5. Konfirmasi transaksi dan cek kepemilikan pada menu portofolio.

Minimum pembelian aset crypto di Pluang adalah Rp10.000, dan minimum penjualan adalah Rp5.000. Ketentuan ini berlaku untuk transaksi aset crypto secara umum di aplikasi Pluang, termasuk altcoin. Aset yang tersedia mengikuti daftar di aplikasi. Pelajari lebih lanjut ketentuan dan risiko aset crypto di Pluang sebelum bertransaksi.

Pertanyaan Seputar Altseason

Kapan altseason akan dimulai?

Belum ada yang bisa memastikan. Per 24 September 2026, Altcoin Season Index berada di 51, di bawah ambang 75 untuk altseason (Blockchain Center). Indikator seperti indeks dan dominasi Bitcoin bersifat reaktif karena dihitung dari kinerja 90 hari ke belakang, sehingga tidak dapat memprediksi titik awal altseason secara tepat.

Apa perbedaan altseason dan Bitcoin season?

Altseason terjadi saat minimal 75% koin dalam basis indeks mengungguli Bitcoin selama 90 hari, dengan indeks di angka 75 atau lebih. Bitcoin season adalah kebalikannya, dengan indeks di angka 25 atau kurang. Nilai 26 sampai 74 dianggap zona netral (Blockchain Center). Per 24 September 2026, indeks berada di 51.

Apa itu Altcoin Season Index dan bagaimana cara membacanya?

Altcoin Season Index mengukur persentase koin teratas yang mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Blockchain Center memakai 50 koin teratas, sedangkan CoinMarketCap memakai 100 koin teratas, dengan stablecoin dikecualikan. Karena basis koinnya berbeda, nilai antar penyedia bisa tidak sama, jadi selalu cek sumber dan tanggal datanya.

Apa risiko trading altcoin saat altseason?

Altcoin umumnya memiliki volatilitas dan risiko likuiditas lebih tinggi dibanding Bitcoin, terutama altcoin berkapitalisasi kecil. Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi status perizinan ini tidak menghilangkan risiko yang melekat pada aset crypto itu sendiri.

Berapa modal minimum untuk membeli altcoin di Pluang?

Minimum pembelian aset crypto di Pluang, termasuk altcoin, adalah Rp10.000, sedangkan minimum penjualannya Rp5.000. Ketentuan ini berlaku untuk transaksi aset crypto secara umum di aplikasi. Aset yang tersedia mengikuti daftar di aplikasi Pluang dan dapat berubah sewaktu-waktu. Nominal tersebut adalah batas transaksi, bukan anjuran besaran investasi, jadi sesuaikan dengan profil risiko kamu.

Kesimpulan

Belum ada indikator tunggal yang dapat memastikan kapan altseason dimulai. Per 24 September 2026, Altcoin Season Index di angka 51 (Blockchain Center) dan dominasi Bitcoin sekitar 58,9% (CoinMarketCap) menempatkan pasar di zona netral, dengan sinyal antar-indikator yang belum searah. Sebelum membeli altcoin dengan ekspektasi altseason, pahami risiko volatilitas dan likuiditas, gabungkan beberapa indikator, dan lakukan riset mandiri.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Periode data: Januari 2017–Mei 2021 (dominasi Bitcoin historis) dan 1 Agustus–24 September 2026 (indikator pasar). Data per 24 September 2026.

Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1