Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Inflasi BPS Juli 2026: Data CPI Terbaru
shareIcon

Inflasi BPS Juli 2026: Data CPI Terbaru

31 Aug 2026, 3:20 PM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Inflasi BPS Juli 2026: Data CPI Terbaru
Inflasi tahunan BPS Juli 2026 capai 2,88%, deflasi bulanan 0,14%. Simak data CPI lengkap, pendorongnya, dan jadwal rilis data Agustus 2026.

Data inflasi resmi terbaru yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir Agustus 2026 adalah data periode Juli 2026, diumumkan pada 3 Agustus 2026: inflasi tahunan (year-on-year) tercatat 2,88%, sementara secara bulanan (month-to-month) Indonesia mengalami deflasi 0,14%. Data resmi periode Agustus 2026 sendiri baru dijadwalkan dirilis BPS pada awal September 2026 dan belum tersedia saat artikel ini diperbarui.

Apa Itu Inflasi dan CPI (Consumer Price Index)?

Jawaban Singkat

•      Inflasi Juli 2026 (y-on-y): 2,88% — BPS, dirilis 3 Agustus 2026.

•      Bulanan (m-to-m): deflasi 0,14%; inflasi inti (core): 2,76%.

•      Data Agustus 2026 baru rilis awal September 2026; konsensus pasar memperkirakan sekitar 3,13% (y-on-y) — belum resmi.

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode, yang menyebabkan turunnya daya beli uang. Sebaliknya, ketika harga secara umum bergerak turun, kondisi ini disebut deflasi — seperti yang terjadi secara bulanan pada Juli 2026.

CPI (Consumer Price Index), yang di Indonesia disebut IHK (Indeks Harga Konsumen), adalah indikator yang mengukur perubahan harga dari sekumpulan barang dan jasa yang umum dikonsumsi rumah tangga. IHK inilah yang menjadi dasar penghitungan inflasi resmi oleh BPS setiap bulan.

Berapa Inflasi Indonesia Terbaru Menurut Data BPS?

Indikator

Nilai

Periode

Inflasi tahunan (y-on-y)

2,88%

Juli 2026

Inflasi bulanan (m-to-m)

-0,14% (deflasi)

Juli 2026

Inflasi tahun kalender (y-to-d)

1,65%

Jan–Jul 2026

Inflasi inti (core)

2,76%

Juli 2026

Indeks Harga Konsumen (IHK)

111,73

Juli 2026

 

Sumber: Badan Pusat Statistik, Berita Resmi Statistik, dirilis 3 Agustus 2026.

Apa Saja Pendorong Inflasi dan Deflasi Juli 2026 Menurut BPS?

Kelompok Penyumbang Inflasi Tahunan (y-on-y)

Kelompok Pengeluaran

Inflasi

Kontribusi

Komoditas Utama

Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya

9,04%

0,61%

Emas perhiasan

Transportasi

5,12%

0,62%

Bensin, tarif angkutan udara, oli mesin, sepeda motor

Makanan, Minuman & Tembakau

2,97%

0,87%

Ikan segar, minyak goreng, beras, rokok kretek mesin, daging ayam, cabai merah, daging sapi

 

Kelompok Penyumbang Deflasi Bulanan (m-to-m)

Kelompok Pengeluaran

Perubahan

Kontribusi

Komoditas Utama

Makanan, Minuman & Tembakau

-0,89%

-0,26%

Bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam, tomat, jeruk

Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya

-0,89%

-0,08%

Harga emas perhiasan turun 3,58% secara bulanan

Transportasi (penahan deflasi)

+0,52%

+0,06%

Bensin

Pendidikan (penahan deflasi)

+0,55%

Biaya sekolah

 

Menarik dicermati: harga emas perhiasan berperan ganda pada data Juli 2026 — menjadi salah satu pendorong utama inflasi tahunan (karena harganya jauh lebih tinggi dibanding Juli 2025), namun justru turun 3,58% secara bulanan dan menahan laju inflasi bulan tersebut. Ini menggambarkan bagaimana volatilitas harga jangka pendek suatu komoditas bisa berbeda arah dari tren tahunannya.

Sumber: ANTARA News dan Tribunnews, mengutip Berita Resmi Statistik BPS, 3 Agustus 2026.

Bagaimana Kondisi Inflasi di Berbagai Wilayah Indonesia?

Menurut BPS (3 Agustus 2026), inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi pada Juli 2026 terjadi di Papua Barat sebesar 5,47%, sementara yang terendah tercatat di Papua Selatan sebesar 1,46%. Di tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Aceh Tengah sebesar 6,91%, sedangkan yang terendah tercatat di Minahasa Utara sebesar 1,00%.

Sebaran ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Indonesia tidak merata antarwilayah — dipengaruhi faktor lokal seperti ketersediaan pasokan pangan, biaya distribusi/logistik, dan kondisi permintaan di masing-masing daerah.

Bagaimana Cara BPS Menghitung Inflasi (IHK)?

1.   BPS memilih paket komoditas (basket) yang mewakili pola konsumsi rumah tangga, dikelompokkan ke beberapa kelompok pengeluaran seperti makanan/minuman/tembakau, pakaian, perumahan, kesehatan, transportasi, pendidikan, dan perawatan pribadi.

2.   Survei harga dilakukan secara berkala di sejumlah kota pada seluruh provinsi Indonesia.

3.   Perubahan harga tiap komoditas dibobot sesuai porsi pengeluarannya dalam basket, lalu digabungkan menjadi Indeks Harga Konsumen (IHK).

4.   Inflasi y-on-y dihitung dari persentase perubahan IHK dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya; inflasi m-to-m dihitung dari perubahan dibanding bulan sebelumnya.

5.   BPS mempublikasikan hasilnya melalui Berita Resmi Statistik (BRS), umumnya pada hari kerja pertama setiap bulan.

Mengapa Data Inflasi Penting Dipahami Investor dan Masyarakat Umum?

Manfaat Memahami Data Inflasi

1.   Membantu menilai daya beli riil dan menyesuaikan anggaran rumah tangga terhadap kenaikan harga.

2.   Menjadi salah satu indikator yang dipantau Bank Indonesia dalam menentukan suku bunga acuan (BI Rate), yang pada gilirannya dapat memengaruhi biaya pinjaman dan imbal hasil sejumlah instrumen keuangan.

3.   Membantu investor memahami konteks makroekonomi sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum menyusun strategi investasi jangka panjang.

Hal yang Perlu Diperhatikan

1.   Data inflasi bersifat historis dan tidak menjamin arah pergerakan harga maupun kebijakan suku bunga ke depan.

2.   Inflasi headline dan inflasi inti dapat memberikan sinyal berbeda; mengandalkan satu angka saja berisiko menyesatkan.

3.   Faktor domestik dan global — termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral negara lain — dapat memengaruhi inflasi Indonesia secara bersamaan, sehingga menyulitkan proyeksi tunggal.

Untuk memahami bagaimana kebijakan suku bunga bank sentral turut memengaruhi konteks makro ini, lihat juga pengertian The Fed, cara kerja, dan pengaruhnya bagi investor.

Kapan Data Inflasi Agustus 2026 Resmi Dirilis BPS, dan Apa Proyeksi Pasar?

Sesuai pola rutin BPS, data inflasi periode Agustus 2026 dijadwalkan dirilis pada hari kerja pertama September 2026. Angka ini belum resmi dan dapat berbeda signifikan dari perkiraan, tergantung pergerakan harga pangan, energi, dan komoditas lain hingga akhir bulan.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia (30 Agustus 2026) memperkirakan inflasi Agustus 2026 berada di kisaran 3,13% secara tahunan (y-on-y), dengan deflasi bulanan sekitar 0,2%. Angka ini adalah proyeksi/ekspektasi pasar, bukan data resmi BPS, dan bukan rekomendasi untuk bertransaksi — investor sebaiknya menunggu rilis resmi BPS sebelum mengambil kesimpulan.

Pertanyaan Seputar Inflasi BPS dan CPI

Apa beda inflasi headline dan inflasi inti (core)?

Inflasi headline mencakup seluruh komponen dalam basket IHK, termasuk harga pangan dan energi yang cenderung fluktuatif. Inflasi inti (core) mengecualikan komponen bergejolak tersebut, sehingga dianggap lebih mencerminkan tekanan harga jangka panjang. Pada Juli 2026, inflasi headline y-on-y tercatat 2,88% sementara inflasi inti 2,76% (BPS, 3 Agustus 2026).

Apa beda inflasi y-on-y, m-to-m, dan y-to-d?

Y-on-y (year-on-year) membandingkan IHK bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu. M-to-m (month-to-month) membandingkan dengan bulan sebelumnya. Y-to-d (year-to-date) membandingkan IHK bulan ini dengan IHK Desember tahun sebelumnya, mencerminkan akumulasi inflasi sejak awal tahun kalender.

Kenapa harga emas bisa memengaruhi angka inflasi?

Emas perhiasan termasuk dalam kelompok pengeluaran Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya pada basket IHK BPS. Karena harga emas dunia bergerak fluktuatif dan turut memengaruhi harga emas perhiasan domestik, pergerakannya dapat menyumbang kenaikan atau penurunan pada angka inflasi kelompok tersebut — seperti terlihat pada data Juli 2026, saat emas menjadi pendorong inflasi tahunan namun menahan inflasi bulanan.

Kesimpulan

Data resmi BPS terbaru per akhir Agustus 2026 menunjukkan inflasi tahunan Juli 2026 sebesar 2,88% dengan deflasi bulanan 0,14%, didorong oleh dinamika harga pangan, transportasi, dan emas perhiasan. Data resmi periode Agustus 2026 baru akan dirilis awal September 2026, sehingga proyeksi pasar yang beredar saat ini sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, bukan kepastian.

Memahami data inflasi dapat membantu menilai daya beli dan konteks makroekonomi secara lebih terinformasi, meski bukan dasar tunggal untuk keputusan investasi. Pelajari lebih lanjut dasar-dasar investasi saham di Pluang.

 

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1