ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Investasi Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mulai Aman 2026
shareIcon

Investasi Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mulai Aman 2026

4 Jun 2026, 4:12 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
saham-bumi-smartphone-investasi-pengertian-aman
Investasi saham adalah aktivitas membeli kepemilikan sebagian perusahaan yang terdaftar di bursa efek, dengan tujuan memperoleh imbal hasil dari kenaikan harga saham maupun dividen dalam jangka panjang. Di Indonesia, investasi saham dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artikel ini menjelaskan cara kerja saham, perbedaannya dengan trading, keuntungan dan risikonya, hingga langkah konkret untuk mulai berinvestasi saham dari nol.

Apa Itu Saham? Pengertian dan Definisi Lengkap

Saham adalah surat berharga yang merepresentasikan bukti kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Ketika sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk ekspansi bisnis, salah satu caranya adalah menerbitkan saham dan menjualnya kepada publik melalui proses yang disebut IPO (Initial Public Offering). Siapapun yang membeli saham tersebut — baik satu lot maupun seribu lot — secara hukum menjadi pemegang saham (shareholder) perusahaan itu.

Artinya, saat kamu membeli saham Bank BCA (kode: BBCA) di bursa, kamu bukan hanya "bertaruh" pada pergerakan harga — kamu secara resmi memiliki sebagian kecil dari BCA. Kamu berhak atas pembagian keuntungan perusahaan (dividen) dan memiliki suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Di Indonesia, satuan pembelian saham disebut lot, di mana 1 lot = 100 lembar saham. Harga per lot bergantung pada harga saham saat itu — misalnya jika harga saham BBCA adalah Rp5.000 per lembar, maka 1 lot BBCA bernilai Rp500.000.


Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham?

Investasi saham bekerja melalui mekanisme pasar: harga saham bergerak naik dan turun berdasarkan permintaan dan penawaran, yang dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, kondisi ekonomi makro, dan sentimen pasar.

Ada dua cara utama mendapatkan keuntungan dari saham:

1. Capital Gain (Kenaikan Harga)

Kamu membeli saham di harga tertentu, lalu menjualnya saat harga naik. Selisih antara harga jual dan harga beli — setelah dikurangi biaya transaksi — itulah yang disebut capital gain.

2. Dividen

Banyak perusahaan membagikan sebagian laba mereka kepada pemegang saham secara rutin, biasanya satu atau dua kali setahun. Saham-saham perusahaan besar dan stabil seperti bank, telekomunikasi, dan konsumer cenderung memiliki kebijakan dividen yang konsisten.

Seluruh transaksi jual-beli saham di Indonesia berlangsung di BEI pada hari Senin–Jumat pukul 09.00–15.49 WIB. Settlement (perpindahan dana dan kepemilikan saham) terjadi dua hari kerja setelah transaksi dilakukan, atau dikenal sebagai mekanisme T+2.


Investasi Saham vs Trading Saham: Apa Bedanya?

Ini adalah pertanyaan yang sering membingungkan pemula — dan jawabannya penting untuk menentukan strategi yang tepat untukmu.

Aspek

Investasi Saham

Trading Saham

Tujuan

Pertumbuhan kekayaan jangka panjang (5–20 tahun)

Keuntungan dari fluktuasi harga jangka pendek

Frekuensi Transaksi

Jarang — beli dan tahan (buy and hold)

Sering — bisa harian (day trading) atau mingguan

Analisis Utama

Fundamental perusahaan: laba, utang, prospek bisnis

Teknikal: grafik harga, volume, indikator momentum

Tingkat Stres

Rendah — tidak perlu pantau layar setiap hari

Tinggi — perlu monitoring ketat dan eksekusi cepat

Modal Awal

Bisa mulai sangat kecil, DCA konsisten

Biasanya butuh modal lebih besar untuk spread biaya

Risiko

Lebih terkelola dengan diversifikasi

Lebih tinggi, terutama tanpa manajemen risiko ketat

Bagi sebagian besar orang yang memiliki pekerjaan utama dan tidak punya waktu memantau pasar setiap jam, investasi saham jangka panjang adalah pilihan yang jauh lebih realistis dan terbukti menghasilkan imbal hasil yang solid.


Mengapa Investasi Saham? Keuntungan dan Potensi Imbal Hasil

Pertanyaan paling mendasar: apakah investasi saham benar-benar lebih baik dari sekadar menyimpan uang di deposito atau tabungan?

Data historis memberikan jawabannya.

Berdasarkan data kinerja historis Bursa Efek Indonesia, rata-rata imbal hasil IHSG per tahun mencapai kisaran 15–18% dalam dua dekade terakhir dengan asumsi dividen diinvestasikan kembali — angka yang jauh melampaui rata-rata imbal hasil bursa ASEAN lainnya.

Bandingkan dengan instrumen lain yang banyak digunakan masyarakat Indonesia: bunga deposito di Indonesia berkisar 3–5% per tahun untuk bank konvensional, sementara dengan inflasi Indonesia di kisaran 2,5–3% per tahun, real return deposito setelah pajak hanya sekitar 1,5–2,5% — artinya daya belimu bertumbuh, tapi sangat lambat.

Simulasi konkretnya: investor yang secara konsisten mengakumulasi saham-saham blue chip IDX30 sejak 2015 dengan nominal tetap setiap bulan akan merasakan efek compounding yang signifikan dalam 10 tahun — jauh melebihi imbal hasil instrumen pendapatan tetap seperti reksa dana obligasi pada periode yang sama.

Keuntungan lain dari investasi saham:

  • Likuiditas tinggi — saham bisa dijual kapan saja selama jam bursa, berbeda dengan deposito yang terkunci hingga jatuh tempo

  • Hak dividen — pemegang saham berhak atas pembagian laba perusahaan

  • Transparansi — seluruh emiten di BEI wajib mempublikasikan laporan keuangan secara berkala sesuai regulasi OJK

  • Modal awal kecil — cukup dengan Rp100.000-an, siapapun sudah bisa mulai


Apa Saja Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami?

Tidak ada instrumen investasi tanpa risiko — termasuk saham. Memahami risikonya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar kamu bisa mengelolanya dengan bijak.

Risiko Harga (Market Risk)

Harga saham bisa turun karena berbagai faktor: perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga, krisis global, atau sentimen negatif pasar. Dalam 10 tahun terakhir, IHSG sempat mengalami penurunan di tahun 2013, 2015, 2018, dan 2020 — termasuk turun signifikan saat pandemi COVID-19 melanda. Namun setiap kali turun, IHSG selalu pulih dan mencapai level lebih tinggi dalam jangka panjang.

Risiko Likuidasi Perusahaan

Jika perusahaan pailit, pemegang saham berada di urutan terakhir dalam klaim aset — artinya bisa kehilangan seluruh investasi di saham tersebut. Ini bisa dimitigasi dengan memilih emiten berkualitas tinggi dan mendiversifikasi portofolio.

Risiko Psikologis

Banyak investor pemula panik saat harga turun dan menjual saham di posisi rugi — justru saat seharusnya tahan atau menambah posisi. Disiplin dan strategi jangka panjang adalah kunci menghindari jebakan ini.

Risiko Konsentrasi

Menaruh seluruh modal di satu saham adalah kesalahan klasik. Diversifikasi ke beberapa emiten dari sektor berbeda secara signifikan mengurangi risiko portofolio secara keseluruhan.


Cara Mulai Investasi Saham untuk Pemula: 5 Langkah

Memulai investasi saham di Indonesia kini tidak lagi rumit. Berikut langkah-langkah konkretnya:

Langkah 1 — Tentukan Tujuan dan Profil Risiko

Sebelum membeli saham pertama, tanya dirimu sendiri: untuk apa uang ini? Dana pensiun 20 tahun lagi berbeda dengan uang muka rumah 3 tahun ke depan. Tujuan menentukan horizon investasi, dan horizon menentukan seberapa besar toleransimu terhadap fluktuasi harga jangka pendek.

Langkah 2 — Pisahkan Dana Investasi dari Dana Darurat

Prinsip paling fundamental: jangan pernah berinvestasi saham dengan uang yang mungkin kamu butuhkan dalam 1–2 tahun ke depan. Pastikan dana darurat (3–6 bulan pengeluaran) sudah tersimpan di instrumen likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang sebelum mulai berinvestasi saham.

Langkah 3 — Pilih Platform Investasi Saham yang Terdaftar OJK

Pilih aplikasi saham yang resmi terdaftar dan diawasi OJK serta Bappebti. Pastikan platform menawarkan kemudahan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), biaya transaksi yang transparan, dan akses ke riset/data fundamental emiten.

Langkah 4 — Pelajari Analisis Fundamental Dasar

Kamu tidak perlu menjadi akuntan untuk memulai. Cukup pahami tiga rasio dasar ini:

  • PER (Price-to-Earnings Ratio) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan laba per saham — semakin rendah, semakin "murah" saham tersebut secara valuasi

  • PBV (Price-to-Book Value) adalah perbandingan harga pasar saham dengan nilai buku aset bersih perusahaan

  • ROE (Return on Equity) adalah ukuran seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemegang saham — semakin tinggi semakin baik

Langkah 5 — Mulai dengan Strategi DCA (Dollar-Cost Averaging)

DCA adalah strategi membeli saham dengan nominal tetap secara rutin (misalnya Rp500.000 setiap bulan), tanpa memedulikan apakah harga sedang naik atau turun. Strategi ini terbukti efektif untuk investor jangka panjang karena:

  • Menghilangkan tekanan mencari "waktu terbaik" untuk masuk pasar

  • Secara otomatis membeli lebih banyak lot saat harga turun (merata-rata harga beli ke bawah)

  • Membangun disiplin investasi yang konsisten dan berkelanjutan


Cara Beli Saham di Pluang: Mudah, Lengkap, dan Diawasi OJK

Pluang adalah platform investasi multi-aset yang diawasi oleh OJK dan Bappebti, dengan lebih dari 13 juta pengguna dan akses ke 2.000+ produk investasi — termasuk saham Indonesia, saham AS, reksa dana, emas, kripto, dan lebih banyak lagi, semuanya dalam satu aplikasi. Pembukaan RDN di Pluang bisa dilakukan melalui BCA atau Bank Jago tanpa harus ke kantor cabang.

Cara beli saham di Pluang:

  1. Unduh aplikasi Pluang dan daftar akun

  2. Lengkapi verifikasi identitas (KTP + selfie)

  3. Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) via BCA atau Bank Jago — proses sepenuhnya digital

  4. Top up saldo ke RDN

  5. Pilih menu Saham Indonesia, cari emiten yang diinginkan (contoh: BBCA, ASII, TLKM)

  6. Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli dan konfirmasi order

Seluruh saham yang tersedia di Pluang adalah emiten yang terdaftar resmi di BEI. Kamu bisa mulai dengan satu lot saja — modal awal yang dibutuhkan sangat fleksibel tergantung harga saham yang dipilih.


Perbandingan Platform Investasi Saham Terbaik 2026

Platform

Keunggulan

RDN

Regulasi

Pluang

Multi-aset (saham + crypto + emas + reksadana + derivatif), 13 juta+ pengguna, RDN via BCA/Bank Jago

BCA / Bank Jago

OJK + Bappebti + BI

IPOT (Indo Premier)

Platform lama, data riset lengkap

Bank Permata

OJK

BNI Sekuritas (BIONS)

Terintegrasi ekosistem BNI

BNI

OJK

Trimegah (Trima+)

Fee kompetitif, antarmuka modern

BCA

OJK

Pertanyaan Umum seputar Investasi Saham (FAQ)

Apa itu investasi saham? Investasi saham adalah aktivitas membeli kepemilikan sebagian perusahaan yang terdaftar di bursa efek, dengan tujuan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dan/atau dividen dalam jangka panjang.

Berapa modal minimal untuk mulai investasi saham? Modal minimal bergantung pada harga saham yang kamu pilih. Di Indonesia, pembelian saham dilakukan per lot (1 lot = 100 lembar). Jika harga saham Rp1.000 per lembar, maka 1 lot hanya butuh Rp100.000. Untuk saham blue chip seperti BBCA yang harganya lebih tinggi, dibutuhkan modal yang lebih besar per lot-nya.

Apakah investasi saham aman? Investasi saham di Indonesia diawasi oleh OJK. Saham yang diperdagangkan di BEI berasal dari perusahaan yang telah melalui proses seleksi ketat. Risikonya nyata dan harus dipahami, namun dengan diversifikasi dan horizon jangka panjang, risiko tersebut dapat dikelola secara signifikan.

Apa bedanya investasi saham dengan trading saham? Investasi saham berorientasi jangka panjang (5+ tahun) dengan analisis fundamental, sedangkan trading saham berorientasi jangka pendek dengan analisis teknikal dan frekuensi transaksi lebih tinggi.

Apakah saham bisa dibeli lewat BCA internet banking? BCA internet banking (myBCA / KlikBCA) tidak secara langsung digunakan untuk membeli saham. Untuk investasi saham, kamu perlu membuka RDN di platform sekuritas — beberapa platform, termasuk Pluang, memungkinkan pembukaan RDN menggunakan rekening BCA sepenuhnya secara online.

Apa itu BCA saham (BBCA)? BBCA adalah kode ticker saham Bank Central Asia di BEI. BBCA termasuk dalam kategori saham blue chip Indonesia — saham perusahaan besar, likuid, dan memiliki rekam jejak kinerja yang solid dalam jangka panjang.

Kapan waktu terbaik untuk mulai investasi saham? Jawaban terbaik: sekarang. Strategi DCA memungkinkan kamu masuk pasar kapan saja tanpa harus menunggu "harga terendah" — yang secara historis tidak mungkin ditebak secara konsisten oleh siapapun.

Bagaimana cara memilih saham yang bagus untuk pemula? Mulailah dengan saham-saham yang masuk indeks IDX30 atau LQ45 — daftar saham paling likuid dan berkualitas di BEI. Perhatikan kinerja keuangan multi-tahun, konsistensi dividen, dan posisi kompetitif perusahaan di industrinya.


Kesimpulan: Investasi Saham adalah Maraton, Bukan Sprint

Investasi saham bukan tentang menebak saham mana yang akan naik besok. Ini tentang membangun kepemilikan di perusahaan-perusahaan Indonesia yang tumbuh seiring pertumbuhan ekonomi negara — secara konsisten, disiplin, dan dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk membiarkan compounding bekerja untukmu.

Data historis sudah membuktikan: selama dua dekade terakhir, pasar saham Indonesia menghasilkan imbal hasil rata-rata yang secara signifikan mengalahkan deposito dan inflasi. Tantangan terbesarnya bukan soal memilih saham yang tepat di hari pertama — melainkan soal tetap berinvestasi secara konsisten bahkan saat pasar sedang turun.

Mulai investasi saham hari ini di Pluang — platform investasi multi-aset dengan lebih dari 13 juta pengguna, terdaftar dan diawasi OJK dan Bappebti, dengan akses ke 2.000+ produk investasi dalam satu aplikasi.


Investasi mengandung risiko. Pastikan produk yang kamu pilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1