
Satu lot saham di Bursa Efek Indonesia setara 100 lembar saham, sehingga 100 lot saham setara 10.000 lembar saham. Angka ini berlaku sama untuk semua emiten yang tercatat di BEI, termasuk BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM, karena satuan lot saham memang sudah distandardisasi oleh bursa, bukan ditentukan masing-masing perusahaan.
Sepanjang 2026, BBCA telah mengumumkan tiga pembayaran dividen tunai yang masing-masing dapat dihitung terpisah:
| Jenis Dividen | Per Saham | Per 100 Lot (10.000 lembar) | Tanggal Cair |
|---|---|---|---|
| Dividen final tahun buku 2025 | Rp281 | Rp2.810.000 | April 2026 |
| Dividen interim 2026 termin pertama | Rp20 | Rp200.000 | 26 Juni 2026 |
| Dividen interim 2026 termin kedua | Rp25 | Rp250.000 | 16 September 2026 |
| Akumulasi 2026 (3 pembayaran) | Rp326 | Rp3.260.000 | — |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. BCA telah mengonfirmasi rencana dividen interim ketiga menyusul di tahun buku 2026, namun nominal dan jadwalnya belum diumumkan resmi per artikel ini ditulis. Untuk rincian per 1 lot, baca juga 1 Lot Saham BBCA Dapat Dividen Berapa.
Rumus dasarnya sederhana dan berlaku untuk emiten mana pun:
Contoh: investor yang memegang 100 lot (10.000 lembar) BBCA menerima Rp281 × 10.000 = Rp2.810.000 dari dividen final saja, di luar dua interim yang sudah cair. Angka ini bukan cerminan performa mendatang; jumlah lembar dan harga beli masing-masing investor akan memengaruhi total nilai riil yang diterima serta imbal hasil terhadap modal.
Menggunakan dividen tahun buku 2025 (dibayarkan sepanjang 2026) yang sudah dikonfirmasi masing-masing emiten:
| Emiten | Dividen per Saham | Dividen per 100 Lot | Harga Saham | Estimasi Yield |
|---|---|---|---|---|
| BBCA | Rp326 (akumulasi 2026) | Rp3.260.000 | Rp6.475 | ~5,0% |
| BBRI | Rp346 | Rp3.460.000 | Rp3.250 | ~10,6% |
| BMRI | Rp476,96 | Rp4.769.600 | Rp4.250 | ~11,2% |
| TLKM | Rp221 | Rp2.210.000 | Rp2.610 | ~8,5% |
Harga saham data pasar per 1 September 2026 (sumber: Pluang). Estimasi yield dihitung dari dividen per saham dibagi harga saham saat ini, bukan proyeksi resmi emiten, dan angka ini bukan cerminan performa mendatang.
Nilai dividen dalam rupiah dan dividend yield adalah dua ukuran berbeda. Nilai dividen menunjukkan berapa rupiah yang diterima berdasarkan jumlah lembar yang dimiliki, sementara dividend yield menunjukkan persentase imbal hasil dividen relatif terhadap harga saham — sehingga saham dengan harga lebih rendah bisa punya yield lebih tinggi meski nilai dividen per sahamnya lebih kecil dari saham berharga mahal. Keduanya sebaiknya dilihat bersama laba per saham dan payout ratio historis emiten sebelum menentukan alokasi portofolio.
Sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, dividen saham yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri dan tidak diinvestasikan kembali sesuai ketentuan dapat dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) final. Besaran dan syarat pengecualian pajak dapat berubah sesuai regulasi terbaru, sehingga investor disarankan mengecek ketentuan resmi Direktorat Jenderal Pajak atau berkonsultasi dengan konsultan pajak untuk perhitungan yang akurat sesuai kondisi masing-masing.
Mengejar saham dengan nilai atau yield dividen besar mengandung beberapa risiko: nominal dividen dapat berbeda setiap tahun dan bergantung pada laba serta keputusan RUPS, harga saham dapat terkoreksi setelah ex-date mendekati besaran dividen yang dibagikan, dan yield tinggi kadang mencerminkan harga saham yang sedang tertekan karena masalah fundamental, bukan semata sinyal positif. Diversifikasi portofolio di beberapa emiten dan sektor dapat membantu mengelola risiko ini, meski tidak menghilangkan risiko kerugian sepenuhnya.
100 lot saham setara 10.000 lembar saham, karena 1 lot di BEI selalu setara 100 lembar untuk semua emiten.
Tidak. Nominal dividen BBCA maupun emiten lain dapat berubah setiap tahun tergantung laba bersih dan keputusan RUPS, sehingga angka pada artikel ini tidak dapat dijadikan acuan tetap untuk tahun-tahun berikutnya.
Tidak selalu. Yield yang lebih tinggi tidak otomatis mencerminkan hasil investasi yang lebih baik secara keseluruhan, karena harus dipertimbangkan bersama risiko fundamental, stabilitas laba, dan potensi pergerakan harga saham masing-masing emiten, bukan hanya angka yield semata.
Jumlah lot dan lembar saham yang dimiliki dapat dicek langsung di portofolio aplikasi Pluang pada bagian produk Saham Indonesia.
Menghitung dividen 100 lot saham cukup dilakukan dengan mengalikan dividen per saham yang diumumkan resmi dengan 10.000 lembar. BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM masing-masing punya nilai dan yield dividen yang berbeda karena kebijakan payout dan harga saham yang berbeda, sehingga perbandingan sebaiknya mempertimbangkan fundamental emiten secara menyeluruh, bukan hanya nominal dividen per lot.
Disclaimer produk Saham Indonesia: Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi untuk membeli, menjual, atau menahan efek maupun aset digital tertentu. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin kinerja di masa depan. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor, dan Anda disarankan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan investasi.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


