Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Daftar Saham Nikel di BEI dan Perbandingan Fundamentalnya
shareIcon

Daftar Saham Nikel di BEI dan Perbandingan Fundamentalnya

4 Sep 2026, 11:17 AM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
daftar-saham-nikel-bei
Ada lebih dari 10 saham nikel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artikel ini membandingkan fundamental lima emiten yang datanya tersedia lengkap dan dipantau rutin di pemberitaan pasar modal: ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM. Kelima emiten ini punya profil fundamental yang berbeda-beda — mulai dari valuasi (P/E, P/B), profitabilitas (ROE), tingkat utang (DER), hingga kebijakan dividen — sehingga perlu dibandingkan berdasarkan kriteria, bukan dipilih berdasarkan satu angka saja.Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Informasi emiten disajikan hanya untuk tujuan identifikasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca berdasarkan analisis dan profil risiko masing-masing.

Apa Saja Saham Nikel yang Terdaftar di BEI?

Jawaban Singkat:

  • Lima emiten nikel yang dibandingkan: ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM — masing-masing punya profil fundamental berbeda.
  • P/E per data terbaru: NCKL 4,91x, ANTM 8,32x, HRUM 13,74x, INCO 26,17x, MBMA 53,40x — rincian lengkap di tabel di bawah.
  • Bandingkan berdasarkan kriteria (valuasi, profitabilitas, utang, dividen) sesuai tujuan investasimu — bukan berdasarkan satu metrik saja.

Saham nikel adalah saham emiten yang bisnis utamanya bergerak di pertambangan, pengolahan (smelter), atau turunan produk berbasis nikel — komoditas yang menjadi salah satu bahan baku utama baterai kendaraan listrik dan produk stainless steel. Berikut daftar emiten nikel yang tercatat di BEI (informasi hanya untuk tujuan identifikasi, bukan rekomendasi investasi):

  • ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
  • INCO — PT Vale Indonesia Tbk
  • NCKL — PT Trimegah Bangun Persada Tbk
  • MBMA — PT Merdeka Battery Materials Tbk
  • HRUM — PT Harum Energy Tbk
  • DKFT — PT Central Omega Resources Tbk
  • NICL — PT PAM Mineral Tbk
  • NICE — PT Adhi Kartiko Pratama Tbk
  • IFSH — PT Ifishdeco Tbk

(InvestasiKu, 19 September 2025). Artikel ini berfokus membandingkan fundamental lima emiten dengan data fundamental yang tersedia lengkap di antara daftar tersebut: ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM.

Bagaimana Perbandingan Fundamental Saham Nikel di BEI?

Tabel berikut membandingkan lima metrik fundamental utama. Setiap kolom bersumber dan bertanggal terpisah karena data pasar bergerak setiap hari — cek ulang angka terbaru sebelum mengambil keputusan.

EmitenMarket CapP/EP/B (PBV)ROEDERDividend YieldData per
ANTMRp74,03 triliun8,32x1,92x26,83%0,166,73%1 Sep 2026
MBMARp56,70 triliun53,40x1,37x7,35%0,46Tidak ada17 Agu 2026
NCKLRp49,13 triliun4,91x0,98x25,96%0,183,75%30 Jun 2026
INCORp43,42 triliun26,17x0,91x3,51%0,001,21%30 Jun 2026
HRUMRp10,85 triliun13,74x0,31x7,24%0,30Tidak ada7 Agu 2026

Sumber: StockAnalysis.com, per tanggal masing-masing sebagaimana tercantum di kolom "Data per". Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Dari sisi kinerja laba periode Januari–September 2025 (9M 2025), NCKL mencatat laba bersih Rp6,44 triliun (naik 33,33% dibanding periode sama tahun sebelumnya), INCO mencatat laba bersih US$52,44 juta (naik 2,62% YoY), dan MBMA mencatat laba bersih US$25,30 juta (naik 37,05% YoY) — ketiganya sama-sama mencatat pertumbuhan laba dibanding periode sebelumnya (Katadata, 8 Januari 2026).

Apa Kriteria yang Bisa Dipakai untuk Menilai Saham Nikel?

  • P/E Ratio (PER) — mengukur harga saham relatif terhadap laba per lembar saham. Angka yang lebih rendah berarti harga saham lebih murah relatif terhadap labanya saat ini, namun juga perlu dicek apakah rendahnya P/E disebabkan oleh risiko bisnis yang lebih tinggi.
  • P/B Ratio (PBV) — membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. PBV di bawah 1x berarti saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya, yang bisa mengindikasikan undervalued maupun mencerminkan risiko yang dinilai pasar lebih tinggi terhadap prospek bisnisnya.
  • Return on Equity (ROE) — mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham. ROE yang lebih tinggi menunjukkan penggunaan modal yang lebih efisien secara historis.
  • Debt to Equity Ratio (DER) — mengukur proporsi utang terhadap ekuitas. DER yang lebih rendah umumnya mencerminkan struktur permodalan yang lebih konservatif dan risiko keuangan yang lebih rendah dalam kondisi suku bunga tinggi.
  • Dividend Yield — mengukur besaran dividen tahunan relatif terhadap harga saham. Tidak semua emiten nikel membagikan dividen; sebagian memilih menahan laba (retained earnings) untuk ekspansi kapasitas produksi.

Tidak ada satu metrik yang bisa berdiri sendiri untuk menyimpulkan kualitas suatu saham — kombinasikan beberapa kriteria sesuai tujuan investasimu, dan lakukan riset lebih lanjut lewat analisa fundamental serta analisa teknikal sebelum mengambil keputusan.

Apa Potensi dan Faktor Pendorong Sektor Nikel?

  • Permintaan baterai kendaraan listrik — nikel adalah salah satu bahan baku utama baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik, sehingga permintaan jangka panjang terkait erat dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik global.
  • Kebijakan hilirisasi pemerintah — Indonesia memiliki cadangan nikel dalam jumlah besar dan terus mendorong pengolahan di dalam negeri (hilirisasi) alih-alih ekspor bahan mentah, yang berpotensi menambah nilai bagi emiten yang memiliki fasilitas smelter.
  • Pertumbuhan laba beberapa emiten pada 2025 — sebagaimana data 9M 2025 di atas, sejumlah emiten nikel mencatat pertumbuhan laba bersih dibanding periode sebelumnya (Katadata, 8 Januari 2026).
  • Perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM). Pada 15 April 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Keputusan Menteri No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 yang mengubah formula HPM nikel, termasuk menambahkan mineral ikutan (besi, kobalt, kromium) ke dalam perhitungan harga. Perubahan formula ini direspons pasar dengan pergerakan harga saham sejumlah emiten nikel sebesar 1,3–5,8% pada hari yang sama (Katadata, 15 April 2026) — bukan indikasi bahwa pergerakan serupa akan terulang di masa depan.

Apa Risiko Berinvestasi di Saham Nikel?

  • Harga komoditas yang fluktuatif. Harga nikel global dipengaruhi permintaan-penawaran internasional dan kebijakan negara produsen lain, sehingga bisa berubah signifikan dalam waktu singkat dan memengaruhi pendapatan emiten.
  • Sensitif terhadap kebijakan pemerintah. Perubahan aturan produksi, kuota, atau harga acuan nikel dapat berdampak langsung pada kinerja emiten, sebagaimana tercermin dari reaksi harga saham sektor ini terhadap perubahan kebijakan (Katadata, 2026).
  • Valuasi dan profitabilitas bervariasi antar-emiten. Sebagaimana tabel di atas, P/E dan ROE antar-emiten nikel bisa berbeda jauh — valuasi yang lebih rendah tidak otomatis berarti risiko yang lebih rendah, dan sebaliknya.
  • Risiko pasar saham secara umum. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar dan kinerja emiten, dan kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Bagaimana Cara Membeli Saham Nikel di Pluang?

1. Buka Rekening Saham di Aplikasi Pluang

Unduh aplikasi Pluang, lengkapi proses pendaftaran dan verifikasi data diri untuk membuka rekening Saham Indonesia.

2. Riset Fundamental Lewat Fitur Screeners

Gunakan fitur Screeners di aplikasi Pluang untuk membandingkan rasio fundamental (P/E, P/B, ROE, DER) antar-emiten nikel maupun sektor lain sebelum menentukan pilihan.

3. Tentukan Alokasi Sesuai Profil Risiko

Karena valuasi dan tingkat risiko tiap emiten nikel berbeda-beda (lihat tabel perbandingan di atas), sesuaikan porsi alokasi dengan toleransi risiko dan diversifikasi portofoliomu secara keseluruhan — jangan menempatkan seluruh dana pada satu emiten atau satu sektor saja.

4. Lakukan Transaksi dan Pantau Portofolio

Lakukan transaksi lewat aplikasi Pluang atau Web Trading di desktop, lalu pantau pergerakan harga dan kinerja emiten secara berkala melalui portofoliomu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Saham Nikel

Berapa jumlah saham nikel yang terdaftar di BEI?

Ada lebih dari 10 emiten yang tercatat di BEI dengan lini bisnis terkait nikel, termasuk ANTM, INCO, NCKL, MBMA, HRUM, DKFT, NICL, NICE, dan IFSH (InvestasiKu, 19 September 2025). Lima di antaranya — ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM — dibandingkan lebih lanjut pada artikel ini karena data fundamentalnya tersedia lengkap.

Apa perbedaan utama antara ANTM, INCO, dan NCKL?

Ketiganya punya profil fundamental berbeda per data terbaru: ANTM tercatat dengan ROE 26,83% dan dividend yield 6,73%, INCO tercatat tanpa utang berbunga (DER 0,00) dengan ROE 3,51%, sementara NCKL tercatat dengan P/E 4,91x dan ROE 25,96%. Detail lengkapnya ada pada tabel perbandingan di atas.

Apakah semua emiten nikel membagikan dividen?

Tidak. Berdasarkan data pada tabel di atas, MBMA dan HRUM tercatat tidak membagikan dividen pada periode data ini, sementara ANTM, NCKL, dan INCO tercatat membagikan dividen dengan besaran yield yang berbeda-beda.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham nikel?

Perhatikan kombinasi valuasi (P/E, P/B), profitabilitas (ROE), tingkat utang (DER), kebijakan dividen, serta faktor eksternal seperti pergerakan harga nikel global dan kebijakan pemerintah terkait hilirisasi. Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sesuai kebutuhan dan profil risikomu.

Apa Pengaruh Harga Patokan Mineral (HPM) terhadap Saham Nikel?

Harga Patokan Mineral (HPM) adalah acuan harga jual minimum mineral logam, termasuk nikel, yang ditetapkan pemerintah lewat Kementerian ESDM setiap periode. Perubahan formula HPM — seperti revisi yang berlaku sejak 15 April 2026 — dapat memengaruhi proyeksi pendapatan emiten pertambangan nikel, karena memengaruhi harga jual acuan dari komoditas yang mereka produksi. Ini adalah faktor eksternal di luar kendali emiten, sehingga tetap perlu dipantau bersama laporan keuangan masing-masing perusahaan.

Kesimpulan

Kelima saham nikel yang dibandingkan pada artikel ini — ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM — memiliki profil valuasi, profitabilitas, tingkat utang, dan kebijakan dividen yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dibandingkan hanya lewat satu metrik. Gunakan kombinasi kriteria fundamental di atas, sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasimu, dan selalu perbarui data sebelum mengambil keputusan karena valuasi pasar bergerak setiap hari.

Disclaimer

Seluruh informasi emiten dalam artikel ini disajikan hanya untuk tujuan identifikasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar dan kinerja emiten. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Data per tanggal sebagaimana tercantum pada masing-masing tabel dan kutipan di atas.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1