
Jawaban Singkat:
Saham nikel adalah saham emiten yang bisnis utamanya bergerak di pertambangan, pengolahan (smelter), atau turunan produk berbasis nikel — komoditas yang menjadi salah satu bahan baku utama baterai kendaraan listrik dan produk stainless steel. Berikut daftar emiten nikel yang tercatat di BEI (informasi hanya untuk tujuan identifikasi, bukan rekomendasi investasi):
(InvestasiKu, 19 September 2025). Artikel ini berfokus membandingkan fundamental lima emiten dengan data fundamental yang tersedia lengkap di antara daftar tersebut: ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM.
Tabel berikut membandingkan lima metrik fundamental utama. Setiap kolom bersumber dan bertanggal terpisah karena data pasar bergerak setiap hari — cek ulang angka terbaru sebelum mengambil keputusan.
| Emiten | Market Cap | P/E | P/B (PBV) | ROE | DER | Dividend Yield | Data per |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ANTM | Rp74,03 triliun | 8,32x | 1,92x | 26,83% | 0,16 | 6,73% | 1 Sep 2026 |
| MBMA | Rp56,70 triliun | 53,40x | 1,37x | 7,35% | 0,46 | Tidak ada | 17 Agu 2026 |
| NCKL | Rp49,13 triliun | 4,91x | 0,98x | 25,96% | 0,18 | 3,75% | 30 Jun 2026 |
| INCO | Rp43,42 triliun | 26,17x | 0,91x | 3,51% | 0,00 | 1,21% | 30 Jun 2026 |
| HRUM | Rp10,85 triliun | 13,74x | 0,31x | 7,24% | 0,30 | Tidak ada | 7 Agu 2026 |
Sumber: StockAnalysis.com, per tanggal masing-masing sebagaimana tercantum di kolom "Data per". Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.
Dari sisi kinerja laba periode Januari–September 2025 (9M 2025), NCKL mencatat laba bersih Rp6,44 triliun (naik 33,33% dibanding periode sama tahun sebelumnya), INCO mencatat laba bersih US$52,44 juta (naik 2,62% YoY), dan MBMA mencatat laba bersih US$25,30 juta (naik 37,05% YoY) — ketiganya sama-sama mencatat pertumbuhan laba dibanding periode sebelumnya (Katadata, 8 Januari 2026).
Tidak ada satu metrik yang bisa berdiri sendiri untuk menyimpulkan kualitas suatu saham — kombinasikan beberapa kriteria sesuai tujuan investasimu, dan lakukan riset lebih lanjut lewat analisa fundamental serta analisa teknikal sebelum mengambil keputusan.
Unduh aplikasi Pluang, lengkapi proses pendaftaran dan verifikasi data diri untuk membuka rekening Saham Indonesia.
Gunakan fitur Screeners di aplikasi Pluang untuk membandingkan rasio fundamental (P/E, P/B, ROE, DER) antar-emiten nikel maupun sektor lain sebelum menentukan pilihan.
Karena valuasi dan tingkat risiko tiap emiten nikel berbeda-beda (lihat tabel perbandingan di atas), sesuaikan porsi alokasi dengan toleransi risiko dan diversifikasi portofoliomu secara keseluruhan — jangan menempatkan seluruh dana pada satu emiten atau satu sektor saja.
Lakukan transaksi lewat aplikasi Pluang atau Web Trading di desktop, lalu pantau pergerakan harga dan kinerja emiten secara berkala melalui portofoliomu.
Ada lebih dari 10 emiten yang tercatat di BEI dengan lini bisnis terkait nikel, termasuk ANTM, INCO, NCKL, MBMA, HRUM, DKFT, NICL, NICE, dan IFSH (InvestasiKu, 19 September 2025). Lima di antaranya — ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM — dibandingkan lebih lanjut pada artikel ini karena data fundamentalnya tersedia lengkap.
Ketiganya punya profil fundamental berbeda per data terbaru: ANTM tercatat dengan ROE 26,83% dan dividend yield 6,73%, INCO tercatat tanpa utang berbunga (DER 0,00) dengan ROE 3,51%, sementara NCKL tercatat dengan P/E 4,91x dan ROE 25,96%. Detail lengkapnya ada pada tabel perbandingan di atas.
Tidak. Berdasarkan data pada tabel di atas, MBMA dan HRUM tercatat tidak membagikan dividen pada periode data ini, sementara ANTM, NCKL, dan INCO tercatat membagikan dividen dengan besaran yield yang berbeda-beda.
Perhatikan kombinasi valuasi (P/E, P/B), profitabilitas (ROE), tingkat utang (DER), kebijakan dividen, serta faktor eksternal seperti pergerakan harga nikel global dan kebijakan pemerintah terkait hilirisasi. Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sesuai kebutuhan dan profil risikomu.
Harga Patokan Mineral (HPM) adalah acuan harga jual minimum mineral logam, termasuk nikel, yang ditetapkan pemerintah lewat Kementerian ESDM setiap periode. Perubahan formula HPM — seperti revisi yang berlaku sejak 15 April 2026 — dapat memengaruhi proyeksi pendapatan emiten pertambangan nikel, karena memengaruhi harga jual acuan dari komoditas yang mereka produksi. Ini adalah faktor eksternal di luar kendali emiten, sehingga tetap perlu dipantau bersama laporan keuangan masing-masing perusahaan.
Kelima saham nikel yang dibandingkan pada artikel ini — ANTM, INCO, NCKL, MBMA, dan HRUM — memiliki profil valuasi, profitabilitas, tingkat utang, dan kebijakan dividen yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa dibandingkan hanya lewat satu metrik. Gunakan kombinasi kriteria fundamental di atas, sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasimu, dan selalu perbarui data sebelum mengambil keputusan karena valuasi pasar bergerak setiap hari.
Seluruh informasi emiten dalam artikel ini disajikan hanya untuk tujuan identifikasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Nilai investasi saham dapat naik maupun turun mengikuti kondisi pasar dan kinerja emiten. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Data per tanggal sebagaimana tercantum pada masing-masing tabel dan kutipan di atas.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


