Bank mencatat peningkatan minat pada Bitcoin ETF. Potensi Fear of Missing Out (FOMO) dapat memicu lonjakan besar investasi pada Q4 2024. Selain itu, terdapat juga inevstor negara seperti USA yang ingin menjadikan BTC sebagai strategic reserve. Simak berita berikut!
|
| Trade analysis | | | ENJ | | | Entry Price: | IDR 2,750-2,800 | | Target Price: | IDR 3,000 | | Stop Loss: | IDR 2,600 | | | |
|
|
|
| Trade analysis | | | ONDO | | | Entry Price: | IDR 15,000 | | Target Price: | IDR 16,000 | | Stop Loss: | IDR 14,400 | | | |
|
|
From Crypto Research Desk |
|
MAKRO - Rencana Donald Trump untuk menciptakan cadangan strategis Bitcoin bagi AS memicu diskusi panas. Tujuan utama adalah melindungi ekonomi AS dari inflasi dan volatilitas mata uang fiat. Cadangan Bitcoin dianggap dapat memperkuat posisi dolar AS dalam pasar global. Trump mengklaim langkah ini akan membuat AS lebih siap menghadapi perubahan dalam sistem keuangan global.
CRYPTO - $XRP : Investor kakap Ripple dilaporkan membeli 320 juta $XRP dalam jumlah besar, dua hari terakhir. Pembelian tersebut memicu tekanan beli yang membuat harga XRP tembus US$1 per unit. Analis memperkirakan lonjakan harga yang akan datang dengan target resistance terdekat di level US$2 per unit. Sentimen pasar tetap positif setelah kemenangan hukum Ripple melawan SEC. Investor institusional juga menunjukkan ketertarikan pada token ini, memperkuat ekspektasi breakout.
- $ETH : Anggota parlemen dari Partai Republik, John Rose, mengkritik Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang diketuai oleh Gary Gensler, atas ketidakkonsistenan yang mereka rasakan dalam mengatur Ethereum ($ETH). Pasalnya, awal tahun ini SEC mengatakan bahwa ETH bukanlah sekuritas. Namun SEC malah mengizinkan Prometheum, sebuah perusahaan pialang, untuk memperlakukan ETH sebagai "sekuritas aset kripto" dan menyediakan layanan kustodian kepada investor ritel. Rose berpendapat bahwa sikap ini menciptakan ketidakpastian di pasar mata uang kripto dan menuntut pedoman yang lebih jelas dari SEC. Jika ETH dianggap bukan sekuritas, maka mengizinkan Prometheum untuk menawarkan layanan kustodian bertentangan dengan aturan yang ada yang mengatur Pialang-Pedagang Tujuan Khusus (Special Purpose Broker-Dealers/SPBD). Gary Gensler telah menyatakan bahwa pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar kripto diperlukan untuk melindungi investor, meskipun menghadapi kritik atas penanganannya terhadap masalah regulasi.
- $BTC : Bank mencatat peningkatan minat pada Bitcoin ETF, meski banyak investor baru hanya berniat untuk menjajal pasar ini saja. Potensi Fear of Missing Out (FOMO) dapat memicu lonjakan besar investasi pada Q4 2024. ETF berbasis spot menjadi pilihan utama bagi investor institusi karena lebih aman dan transparan. Lonjakan volume transaksi diprediksi jika SEC menyetujui lebih banyak produk ETF berbasis kripto.
|
| Selengkapnya |
|
|
Greed 83 18 Nov 2024 - 00:00 WIB |
|
| Crypto Total Market Cap | $2.98T | 1.00% |  | | BTC Dominance | 59.96% | -0.28% |  | | Total 3 (All Crypto exclude BTC & ETH) | $821 B | 1.65% |  |
|
Disclaimer: Berinvestasi dalam cryptocurrency dan saham AS memiliki risiko yang melekat, dan Anda bertanggung jawab penuh atas keputusan investasi Anda. Informasi yang diberikan oleh Pluang berasal dari riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak ketiga. Informasi ini tidak boleh dianggap sebagai saran atau nasihat keuangan, dukungan, rekomendasi, tawaran atau ajakan untuk melakukan aktivitas investasi apapun. Harga cryptocurrency dan saham AS sangat fluktuatif dan dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum membuat keputusan investasi. Pluang tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang diakibatkan oleh penggunaan informasi ini. Jika Anda ragu, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan independen. Pluang berlisensi resmi dan diawasi oleh Bappebti. Semua transaksi saham as tercatat di Bursa Berjangka jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Semua transaksi aset kripto tercatat di Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI) |