Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Pasar Uang vs Pasar Modal, Apa Perbedaannya?
shareIcon

Pasar Uang vs Pasar Modal, Apa Perbedaannya?

12 Jul 2020, 5:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Pasar Uang vs Pasar Modal, Apa Perbedaannya?

Pasar uang dan pasar modal bukanlah institusi tunggal, melainkan dua komponen luas dari sistem keuangan global. Ketahui perbedaan pasar uang dan pasar modal agar kamu bisa memperoleh pengertian pasar uang dan pasar modal yang lebih spesifik.

Jika kamu sudah terbiasa berinvestasi, tentu kamu sudah familiar dengan dua istilah ini. Pasar uang dan pasar modal terdiri dari sebagian besar apa yang dikenal sebagai pasar keuangan.

Perbedaan pasar uang dan pasar modal bisa dilihat dari produk yang diperjualbelikan, pihak yang memegang otoritas pengawasan, hingga risikonya. Karena itu, penting untuk memahami pengertian pasar uang dan pasar modal demi memilih strategi investasi yang lebih tepat.

Pasar uang adalah pasar bagi perdagangan utang jangka pendek. Pasar ini meliputi aliran uang tunai yang konstan antara pemerintah, bank, dan lembaga keuangan.

Di pasar ini, ada aktivitas meminjam dan meminjamkan yang dijalankan untuk jangka waktu sesingkat semalam dan tidak lebih dari setahun.

Sementara, pasar modal mencakup perdagangan saham dan obligasi. Ini meliputi pasar untuk aset jangka panjang yang dibeli oleh lembaga keuangan, broker profesional, dan investor individu.

Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

Mengenal apa itu pasar uang dan pasar modal

pengertian pasar uang dan pasar modal

Pasar uang adalah wadah bagi individu, bank, perusahaan, dan pemerintah untuk menempatkan uang tunai dalam waktu singkat, biasanya selama satu tahun atau kurang.

Jadi, dengan adanya pasar uang, bisnis dan pemerintah yang membutuhkan uang tunai bisa memperolehnya dengan cepat. Instrumen yang digunakan di pasar uang termasuk deposito, pinjaman dengan jaminan, ataupun bills of exchange.

Lembaga yang beroperasi di bidang pasar uang termasuk The Fed, bank komersial, dan acceptance houses.

Umumnya, perusahaan atau pemerintah mengeluarkan utang jangka pendek untuk menutup biaya operasional rutin atau memasok modal kerja, bukan untuk peningkatan modal atau proyek skala besar.

Likuiditas pasar uang

Pasar uang terkait dengan likuiditas dana karena memainkan peran penting dalam memastikan bahwa bank, perusahaan lain, dan pemerintah mempertahankan tingkat likuiditas setiap hari.

Investor individu dapat menggunakan pasar uang untuk menginvestasikan tabungan mereka di tempat yang aman dan mudah diakses. Pilihannya beragam, termasuk reksadana dan obligasi.

Baca juga: Pahami Kinerja Sekuritas, Ini 3 Alasan Volatilitas Pasar Pengaruhi Peluang Profit

Sementara itu, terkait perbedaan pasar uang dan pasar modal, pasar modal adalah tempat saham dan obligasi diperdagangkan. Pergerakannya terus dipantau dan dianalisis dari jam ke jam untuk mendapatkan petunjuk tentang keadaan ekonomi pada umumnya.

Keadaan ekonomi ini termasuk status setiap industri di dalamnya dan konsensus untuk masa depan jangka pendek. Tujuan utama adanya pasar modal adalah untuk mengumpulkan uang untuk tujuan jangka panjang.

Umumnya, investor melakukan aksi jual-beli modal di pasar modal untuk memperluas bisnis mereka dan meningkatkan pendapatan. Ini dilakukan dengan menerbitkan saham dan menjual obligasi perusahaan.

Pasar modal primer dan sekunder

Umumnya, pasar modal dibagi menjadi pasar primer dan pasar sekunder. Perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi baru menempatkannya di pasar utama untuk dijual langsung kepada investor atau lembaga.

Jika dan ketika pembeli memutuskan untuk menjual saham atau obligasi mereka, mereka melakukannya di pasar sekunder. Penerbit asli dari saham dan obligasi tersebut tidak langsung memperoleh keuntungan dari penjualan kembali mereka.

Karena itu, pasar modal secara alami lebih berisiko daripada pasar uang dan memiliki potensi keuntungan dan kerugian lebih besar.

Namun, tentu saja, dengan mengetahui perbedaan pasar uang dan pasar modal ini, kamu akan bisa menyusun strategi investasi untuk mengatasi kekurangan/kelemahan dari salah satu pasar. Diversifikasi portofolio dan pertimbangan dollar cost averaging terbilang penting untuk menjalankan investasi yang lancar bagi pemula.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Pergerakan Harga Emas Indonesia vs Harga Emas Dunia

Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?

Tren Borong Saham Anak Muda, Incar Saham Undervalued Saat Ekonomi Rebound

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1