Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Minimalisir Risiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!
shareIcon

Minimalisir Risiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!

16 Jun 2020, 9:45 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Minimalisir Risiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!

Dalam investasi, strategi dollar cost averaging adalah yang lazim diterapkan oleh investor. Tidak hanya investasi saham, untuk strategi dan cara investasi emas online pun, para investor menerapkan strategi DCA.

Dollar-cost averaging (DCA) adalah strategi investasi di mana investor membagi jumlah total yang akan diinvestasikan di seluruh pembelian berkala dari aset target. Ini ditujukan demi mengurangi dampak volatilitas terhadap pembelian keseluruhan.

dollar cost averaging adalah

Jadi, dalam cara investasi emas online yang menerapkan strategi DCA, investor akan menabung sedikit demi sedikit dananya dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, dollar cost averaging adalah strategi yang cenderung tidak memberi tekanan.

Pembelian produk investasi dilakukan terlepas dari harga produk saat itu dan hal ini dilakukan secara berkala. Strategi ini menghindari investor dari tekanan untuk mengatur waktu terbaik dari pasar dalam melakukan pembelian ekuitas dengan harga terbaik.

Singkatnya, strategi ini adalah alat yang tepat digunakan untuk membangun nilai tabungan dan kekayaan dalam jangka waktu lama. Dollar cost averaging juga dikenal sebagai rencana dolar konstan (the constant dollar plan).

Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

Strategi dollar cost averaging adalah investasi rutin dalam jumlah kecil

Pasar yang menghadapi kondisi naik dan turun adalah keadaan normal bagi investasi. Prinsip high risk, high return menjadi pegangan bagi mereka yang hendak mulai berinvestasi.

Volatilitas alias risiko pasar adalah kemungkinan yang akan dihadapi. Karena itu, prinsip dollar cost averaging alias menimbang-nimbang jumlah yang diinvestasikan, berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur menjadi anjuran.

Strategi ini membantu untuk mengantisipasi kondisi pasar yang jatuh ataupun merupakan kunci untuk mendapatkan keseimbangan neraca investasi dalam jangka panjang.

Orang yang berinvestasi dengan dollar cost averaging adalah mereka yang menaruh jumlah investasi tertentu secara rutin, tanpa perlu memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) dari produk investasinya.

Prinsipnya, jika kamu memiliki Rp1 juta untuk diinvestasikan, artinya kamu dapat membagi jumlah itu dalam beberapa kali periode investasi. Kamu tidak mesti menginvestasikan semuanya sekaligus.

Dengan metode dollar cost averaging, kamu bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meski ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut.

Strategi ini terbilang sederhana dan relatif mudah, apalagi bagi investor pemula. Dollar cost averaging dapat diibaratkan dengan prinsip menabung. Kamu dapat menabung dengan jumlah sama dalam kondisi apa pun.

Selain mirip menabung, strategi ini juga mirip bentuk cicilan. Jika belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus, kamu sudah bisa langsung melakukan investasi dengan mencicil nilainya.

Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

Kelebihan strategi dollar cost averaging

Menginvestasikan seluruh danamu secara seketika mengasumsikan kamu perlu menebak kapan waktu terbaik untuk “masuk” ke pasar. Alias, mengandaikan kamu memahami market timing, menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual.

Market timing terbilang sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. Karena kenyataannya, tidak ada seorang pun yang dapat tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi.

Dollar cost averaging adalah kunci yang membantu kamu untuk memiliki disiplin dan memastikan kamu tidak membeli atau berinvestasi ketika harga terlampau tinggi.

Dengan tidak tergantung pada waktu, strategi DCA meminimalisir efek naik-turunnya pasar terhadap portofolio kamu karena harga rata-rata pembelianmu tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Apalagi ketika pasar mengalami fluktuasi, terjadi pergerakan naik turun, sebaiknya untuk cara investasi emas online yang kamu incar, kamu menggunakan strategi dollar cost averaging ini.

Strategi DCA memberi manfaat untuk meminimalisir risiko dan meringankan bebanmu untuk menebak-nebak market timing yang pas. Cara ini populer dan mudah dilakukan, apalagi jika kamu dapat menyisihkan penghasilan secara rutin untuk menerapkan strategi ini.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1