Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
Kripto Anjlok

Waktu baca: 5 menit

View

0

Panik Kripto Anjlok? Yuk, Simak 4 Tips Agar Tenang Menghadapinya!

Menghadapi pancaroba pasar kripto memang bisa bikin emosimu berantakan. Namun, jangan panik saat kripto anjlok, karena ada beberapa tips untuk mengatasinya!

Crypto Winter, Saat Kripto Anjlok Terus

Pasar aset kripto memang fluktuatif, seperti pasar aset-aset pada umumnya. Kadang, ada kalanya harga aset kripto terus mengalami reli, seperti yang terjadi pada 2021, atau "semaput" mendadak seperti yang terjadi setahun setelahnya.

Nah, bagi komunitas kripto, periode anjloknya harga aset kripto itu sering disebut sebagai musim dingin kripto alias crypto winter.

Crypto winter sendiri kerap didefinisikan sebagai periode di mana harga kripto gugur hingga 80% dari puncak tertingginya. Selain itu, crypto winter juga ditandai oleh anjloknya nilai kapitalisasi pasar aset kripto.

Menurut catatan Pluang, jagat kripto setidaknya sudah mengalami empat kali musim dingin kripto yang ganas, yakni di 2012, 2016, 2018, dan 2022.

Pada 2012, harga aset kripto luluh akibat combo peristiwa besar seperti penutupan platform exchange kripto terbesar saat itu, TradeHill, ketidakpastian regulasi, dan peretasan yang terjadi di platform Bitcoinica dan Linode.

Kemudian, pada 2016, harga kripto kembali terseret ombak akibat skandal peretasan platform Mt. Gox dan sikap otoritas China yang mulai memandang sinis terhadap aset kripto. Tak berselang lama, pasar kripto pun goyah lagi pada 2018 ketika harga BTC anjlok lebih dari 80% dari titik tertingginya. Tahun itu sekaligus pertama kalinya komunitas kripto merujuk crypto winter sebagai istilah yang menggambarkan kegawatan di pasar kripto.

Terakhir, badai besar yang menghantam jagat kripto terjadi di 2022 yang diawali oleh kejatuhan nilai Terra Classic (LUNC) di Mei. Namun, terpaan semakin parah setelah muncul kontroversi mengenai kebangkrutan platform kripto sepeti Celsius, Voyager Digital, hingga FTX yang sempat bikin gempar pasar kripto.

Meski sudah terjadi berulang kali, bukan berarti badai kripto tak akan terulang lagi ke depan. Oleh karenanya, persis seperti pepatah "sedia payung sebelum hujan", Sobat Cuan pun harus mempersiapkan diri sebelum benar-benar mengalaminya kembali. Pasalnya, jika Sobat Cuan tidak punya persiapan mumpuni, maka kamu akan terjebak pada pengambilan keputusan yang sarat emosi sesaat.

Namun pertanyannya, bagaimana cara memitigasi diri kala aset kripto anjlok terus? Yuk, ketahui di bawah ini!

Baca Juga: Pluang Insight: Benarkah Kripto Dihantam 'Musim Dingin'? Bagaimana Menghadapinya?

Tips dan Trik Ampuh Hadapi Kripto Anjlok

Sebagai trader, kamu pun harus tahu caranya menghadapi kondisi pancaroba, temasuk saat kripto sedang anjlok. Berikut beberapa tips anti panik meski portofolio sedang menjerit!

1. Pahami Data Historis

Data historis dari pergerakan harga aset kripto memiliki pola tersendiri yang dapat kamu gunakan untuk menakar apakah kondisi yang terjadi saat ini benar-benar merupakan crypto winter. Selain itu, data historis juga akan membantumu mengetahui sebesar apa kerugian riilmu jika harga aset kripto mendadak pingsan.

Jika kamu tak berkaca pada data historis, maka kamu bisa keburu panik ketika melihat depresiasi harga aset kripto sebanyak puluhan persen. Sebab, kamu sudah keburu menganggapnya sebagai musim dingin kripto. Padahal sejatinya, fenomena ini cukup lazim terjadi di pasar kripto.

Sebagai contoh, secara historis BTC sekalipun pernah terkoreksi hingga 80% dari nilai semula di tahun 2018. Saat itu, banyak investor pemula yang panik dan menjual asetnya dengan harga murah.

Namun ternyata, mereka tak menyadari data historis bahwa setiap penurunan harga kripto yang tajam selalu diakhiri dengan rebound akbar. Buktinya terjadi di Oktober 2021 ketika nilai BTC pun akhirnya menyentuh rekor tertingginya US$68.789. Dengan kata lain, jika mereka mau lebih bersabar, maka unrealized loss saat itu sebenarnya dapat berbalik jadi mega cuan yang bikin mereka jadi sultan dalam semalam.

Hikmahnya, Sobat Cuan jangan keburu kemakan persepsi pasar saat kripto anjlok. Pelajari dulu data historisnya untuk mencari kemungkinan rebound di masa depan. Di samping itu, kamu juga perlu perkaya dirimu dengan informasi mumpuni. Pastikan dirimu memahami ragam sentimen yang mampu mempengaruhi fluktuasi harga kripto ketika mencerna informasi atau kabar tersebut.

2. Siapkan Mental Saat Kripto Anjlok

Menilik fluktuasinya yang cukup menguras mental, persiapan utama saat kamu memutuskan untuk memilih cryptocurrency sebagai instrumen investasi adalah mental yang kuat dan tahan banting. Selain itu, kamu harus mampu membaca situasi dan memperhitungkan langkah trading dalam tekanan bearish.

Sebetulnya, fluktuasi harga malah menjadi salah satu daya tarik utama pasar kripto. Pasalnya, fluktuasi harganya yang kencang sebenarnya memberikan peluang menarik bagi trader terlepas dari arah pergerakan harganya.

Sebagai contoh, alih-alih stres, trader kawakan biasanya memanfaatkan anjloknya harga kripto untuk mengakumulasi aset agar hasilnya bisa "dipanen" di kemudian hari alias buy the dip. Sehingga, Sobat Cuan pun harus mengalihkan pikiran negatifmu ke pikiran positif agar lebih tenang dan hati-hati dalam mengambil keputusan.

3. Buat Rencana Matang Hadapi Kripto Anjlok

Cuaca pancaroba di pasar kripto membutuhkan strategi yang baik berikut perencanaan yang matang agar kamu dapat menghadapinya dengan kepala dingin.

Perencanaan itu bukan hanya menyangkut exit strategy, tapi juga menyangkut mitigasi risiko. Dalam hal ini, kamu pun perlu menyusun strategimu, misalnya bagaimana struktur diversifikasi portofoliomu ketika kripto anjlok? Atau berapa tepatnya titik stop loss yang perlu dipasang ketika peristiwa itu terjadi? Atau sampai sejauh mana batas toleransi kerugianmu?

Nah, perencanaan yang matang tentu akan bikin kamu lebih tenang dan tidak kebakaran jenggot saat harga kripto meleleh. Namun, sebelum merencanakan hal itu, ada baiknya kamu pun telah mengetahui selera risiko dan gaya trading-mu ya, Sobat Cuan!

4.Terus Belajar, Kripto Anjlok Bukan Halangan untuk Cari Cuan Kripto

Memang, harga kripto anjlok bisa menjadi mimpi buruk. Namun, itu bukanlah akhir dari petualanganmu di pasar kripto.

Kamu perlu mengetahui bahwa jagat kripto adalah semesta yang unik karena inovasi yang terjadi di dalamnya masih berlangsung terus menerus. Dengan demikian, secara logika, tentu ada peluang lain yang bisa kamu raih dari dunia kripto selain hanya dengan melakukan trading semata.

Dalam hal ini, cobalah belajar menyelami aspek lain dari dunia kripto seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi), crypto staking, atau bahkan Non-Fungible Token (NFT). Bahkan, di Pluang, kamu pun bisa mendapatkan yield hanya dengan menyimpan BTC dan ETH melalui Pluang Cuan. Intinya, jika kamu serius mendalami dunia kripto, maka kamu bisa berpeluang menggali potensi cuan baru selain melakukan trading!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Stormgain, Investopedia

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait