Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Aset Kripto Mulai Bersemi, Emas Gak Berhenti Reli!

Halo, Sobat Cuan! Kondisi indeks saham Amerika Serikat (AS) pagi ini terlihat makin ngenes, sementara beberapa aset kripto bangkit perlahan. Yuk, simak ulasan lengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks Wall Street melanjutkan koreksinya hari ini. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,56%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing jatuh 0,7% dan 0,28% di waktu yang sama.
  • Pelaku pasar kembali melakukan aksi jual lantaran khawatir inflasi AS akan semakin meradang di masa depan karena harga minyak mentah makin garang. Sekadar informasi, harga minyak mentah Brent pagi ini bertengger di US$128 per barel sementara harga West Texas Intermediate di US$125,7 per barel.
  • Namun, kecemasan pelaku pasar atas inflasi energi kian kentara setelah Presiden AS Joe Biden secara resmi mengembargo impor minyak dan gas dari Rusia.
  • Kebijakan itu diramal bakal mengetatkan suplai minyak dan gas global, menuntun harga minyak dunia untuk terbang lebih tinggi lagi.
  • Inflasi yang diprediksi meningkat akan ikut mengerek beban operasional dan produksi perusahaan AS. Akibatnya, laba perusahaan AS ke depan pun kemungkinan akan terkikis. Potensi tersebut membuat pasar berekspektasi bahwa cuan yang bakal mereka dulang dari pasar modal bakal terkikis, sehingga mereka minggat dari indeks Wall Street.
  • Kepanikan pelaku pasar pun membuat saham-saham teknologi berkapitalisasi pasar jumbo, seperti Apple dan Microsoft, tumbang. Maklum, nilai saham-saham berkategori growth stocks bakal terjungkal jika ekonomi sedang tidak pasti.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Mati Kutu, Kripto Perlahan Melaju

Aset Kripto

  • Kondisi pasar kripto melaju perlahan pada Rabu pagi (9/3). Melansir Coinmarketcap pukul 08.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC) bertengger di US$38.986,24 atau naik 2,03% dibanding kemarin. Sementara nilai Ether (ETH) naik 2,82% ke US$2.589,5 di waktu yang sama.
  • Nilai altcoin lain pun mulai bersemi meski tipis. Nilai Binance Coin (BNB) tumbuh 0,39% dalam sehari terakhir, sementara XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) masing-masing menanjak 0,52%, 1,06%, dan 1,02%.
  • Sementara itu, nilai Avalance (AVAX) dan Polkadot (DOT) tumbuh lebih mending masing-masing di 1,46% dan 3,53%.
  • Kondisi pasar kripto hari ini sejatinya masih diterpa sentimen negatif, utamanya dari rencana Joe Biden yang bakal menelurkan instruksi bagi pemerintah AS untuk meregulasi aset kripto.
  • Seperti dikutip Coindesk, analis GlobalBlock Marcus Sotirou mengatakan regulasi kripto AS sejatinya ditujukan untuk mengatur stablecoins dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Namun, pelaku pasar khawatir bahwa aturan itu juga akan merembet ke aset kripto pada umumnya. Pasalnya, kini orang tajir Rusia kemungkinan bakal memanfaatkan aset kripto demi menghindari sanksi ekonomi AS.
  • Namun nyatanya, pasar kripto perlahan bangkit pagi ini. Analis menduga, hal ini terjadi berkat aksi buy the dip investor. Selain itu, analis OANDA Edward Moya berpendapat bahwa pelaku pasar nampaknya hijrah dari pasar modal ke pasar kripto sebagai alternatif pasar aset berisiko saat ini.
  • Kabar lainnya, jaringan Avalanche berencana menggelontorkan AVAX senilai US$290 juta untuk mengembangkan gaming, keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance), dan Non-Fungible Tokens (NFT).
  • Selain itu, rewards staking di jaringan Terra kini mencapai 62,4% per tahun dan mengerek permintaan token native-nya, LUNA. Alhasil, nilai LUNA pun terbang 10,27% dibanding sehari sebelumnya.

Emas

  • Harga emas bercokol di US$2.043,09 per ons pada pukul 08.23 WIB, melonjak dibanding kemarin yakni US$1.984 per ons.
  • Dengan demikian, maka nilai sang logam mulia berhasil mencetak nilai tertingginya sejak Agustus 2020 silam.
  • Permintaan emas memang sedang tokcer seiring aksi pelaku pasar yang memborong emas sebagai aset safe haven. Pasalnya, mereka masih mencemaskan dampak konflik Ukraina dan Rusia terhadap prospek ekonomi global ke depan.
  • Sekadar informasi, emas selama ini dianggap sebagai aset paling aman untuk melindungi kekayaan di saat kondisi global tidak menentu.
  • Selain itu, pelaku pasar juga memborong emas lantaran khawatir bahwa inflasi bakal makin ngamuk. Kekhawatiran mereka berhulu dari kenaikan harga minyak yang tak kunjung usai.
  • Emas merupakan logam mulia yang memiliki substansi tetap meski hingga 100 tahun mendatang. Karakteristik ini menjadikannya sebagai aset pelindung nilai yang cocok untuk menghalau inflasi.

Baca juga: Alasan Mengapa Investasi Emas Sangat Berharga

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait