pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 6 menit

View

0

Kabar Sepekan: Harga BBM & Elpiji Bikin Pening, Sanksi AS Kian Nyaring

Selamat berakhir pekan, Sobat Cuan! Apa kabarnya di akhir pekan pertama bulan ini? Sambil menemani kamu menghabiskan waktu akhir pekan, yuk simak bersama Rangkuman Kabar sepekan berikut, di antaranya mengenai kenaikan harga elpiji dan BBM plus kabar terbaru dari The Fed!

Kabar Mancanegara Sepekan

1. Masih Belum Puas, AS 'Bombardir' Rusia dengan Sanksi Ekonomi Anyar

Sikap Rusia yang belum menarik pasukannya dari Ukraina kian membuat Amerika Serikat (AS) berang. Pada pekan ini, sang negara adidaya tersebut kembali menjatuhkan rentetan sanksi yang niscaya bisa membuat ekonomi Rusia luluh lantak.

Di awal pekan, Departemen Keuangan AS telah membekukan aset-aset bank sentral Rusia yang berada di sistem keuangan AS sekaligus memutus akses pendanaan eksternal bagi lembaga dana bergulir investasi Rusia (National Wealth Fund).

Kemudian, jelang akhir pekan, AS pun membatasi ruang gerak delapan orang tajir Rusia beserta keluarganya. Sekadar informasi, kedelapan sosok tersebut merupakan sosok-sosok penguasa ekonomi Rusia yang memiliki kekerabatan erat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Kini, orang-orang tersebut tidak bisa lagi mengakses pendanaan dari industri jasa keuangan milik negara-negara barat, termasuk Visa dan Mastercard. Selain itu, Presiden AS Joe Biden juga meminta platform exchange kripto untuk memastikan bahwa kelompok oligarki tersebut tidak bisa memanfaatkan aset digital demi menghindari sanksi dari AS.

2. Aktivitas Manufaktur China Kembali 'Maknyus'

Aktivitas manufaktur China terlihat kembali menggeliat pada Februari. Hal ini tercermin dari membaiknya skor indeks manufaktur China yang dirilis oleh kedua lembaga pada Selasa (1/3).

Pertama, Biro Statistik China menunjukkan bahwa Indeks Pembelian Manajer (PMI) pada Februari bertengger di 50,2 atau naik tipis dibanding 50,1 di Januari. Kedua, skor PMI China versi Caixin/Markit bercokol di 50,4 pada bulan lalu alias naik dari 49,1 di bulan sebelumnya.

3. Harga Batu Bara Gak Santai

Harga batu bara diam-diam on fire di kala penduduk Indonesia sedang libur pada Kamis (3/3) dengan menyentuh rekor terbarunya US$446 per ton. Lebih serunya lagi, harga batu bara pada hari itu naik sampai 46,01% dalam sehari.

Meroketnya harga batu bara merupakan imbas dari tensi geopolitik Rusia dan Ukraina yang kian mendidih. Ya, permintaan batu bara dari negara-negara Eropa semakin melonjak lantaran mereka tengah mencari alternatif energi selain gas alam, sebuah komoditas yang utamanya dipasok oleh Rusia.

4. Ogah 'Ngebet', Bos The Fed Usul Bunga Acuan Naik 25 bps

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa dirinya mengusulkan kenaikan suku bunga acuan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada rapat pemangku kebijakan Fed (FOMC) bulan ini. Ia menyampaikan hal tersebut di hadapan Kongres AS dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihelat Rabu (3/3).

Hanya saja, ia juga mewanti-wanti bahwa otoritas moneter tersebut bisa mengerek suku bunga lebih tajam jika inflasi di AS tak kunjung adem.

Pernyataan ini setidaknya meredakan kecemasan pelaku pasar bahwa The Fed bakal agresif menaikkan suku bunga acuannya bulan ini. dua bank top AS, Bank of America Corp dan Goldman Sachs Group Inc, bahkan menaksir bahwa Fed Rate bisa menyentuh 2% di akhir tahun.

5. China Gak Pede Ekonominya Tumbuh di Atas 6%

Pemerintah China menargetkan pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu tersebut di 5,5% pada 2022. Hal ini terungkap dari draf pidato yang rencananya bakal disampaikan Perdana Menteri China Li Keqiang dalam pembukaan kongres nasional China.

Sayangnya, ini merupakan target ekonomi pemerintah China paling rendah dalam 30 tahun terakhir. Apalagi, biasanya China selalu menetapkan target ekonomi di atas 6% per tahun.

Sikap pesimistis ini muncul setelah pemerintah China mempertimbangkan dampak pengendalian COVID-19, anjloknya sektor properti, dan risiko global terhadap laju ekonomi tahun ini.

Baca juga: Kabar Sepekan: Rusia Kena Sanksi Bejibun, Harga Minyak Naik ke Ubun-Ubun

Kabar Kripto Sepekan

1. KPMG Kanada Borong NFT World of Women

Firma akuntansi top dunia KPMG telah memborong Non-Fungible Tokens (NFT) World of Women senilai 25 ETH atau US$70.000.

Co-lader Aset Kripto dan Jasa Blockchain KPMG Kareem Sadek percaya bahwa NFT punya banyak "manfaat", seperti pemasaran, rekrutmen, filantrofi, dan meningkatkan hubungannya dengan pelanggannya.

2. Kondisi Gonjang-Ganjing, Warga Rusia-Ukraina Kompak Borong BTC

Warga Rusia dan Ukraina dilaporkan berbondong-bondong mengoleksi Bitcoin (BTC) sebagai aset lindung nilai di tengah memanasnya kondisi geopolitik kedua negara. Mereka melakukan aksi tersebut karena khawatir bahwa sistem perbankan di kedua negara bakal runtuh akibat rentetan sanksi ekonomi dan situasi yang tak menentu.

3. Latah Ikut Tren, Puma Akhirnya Nyemplung ke NFT

Produsen perlengkapan olahraga Puma telah membeli domain Ethereum Name Service dengan nama "puma.eth" sekaligus membeli delapan NFT yang bertema kucing.

Mereka juga mengganti profil Twitter-nya dengan Cool Cat NFT #32 yang dibeli seharga 14 ETH atau setara US$42.000.

4. Bakar-Bakar Koin, Nilai LUNA Terbang 35%

Protokol Terra telah membakar 29 juta keping token LUNA senilai US$2,57 miliar. Mereka melakukan aksi tersebut seiring suplai stablecoins-nya, Terra USD (USDT), telah melonjak 14,92% selama Februari.

Peristiwa tersebut membuat nilai LUNA melesat 35% dalam sepekan terakhir per Jumat (4/3).

5. Warga Lugano di Swiss Bakal Bisa Belanja Pakai BTC

Pemerintah kota Lugano di Swiss bakal memperbolehkan BTC, Tether, dan token native-nya bernama LVGA Points sebagai alat tukar resmi di kota tersebut. Untuk merealisasikan wacana tersebut, pemkot setempat bahkan telah meneken kerja sama dengan penerbit stablecoin Tether.

Rangkuman Kabar Domestik

1. Para Bunda Dimohon Sabar, Harga Elpiji Naik Nih!

PT Pertamina (Persero) secara resmi telah mengerek harga jual Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi sejak Minggu (27/2) lalu. Perseroan beralasan, kenaikan harga tersebut merupakan imbas dari perkembangan harga minyak dan gas dunia terkini.

Secara lebih rinci, Pertamina kini telah menetapkan harga elpiji di Rp15.500 per kilogram (kg) atau naik Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp13.500 per kg. Kenaikan harga ini menyasar ke dua jenis elpiji non-subsidi Pertamina, yakni tabung ukuran 5 kg dan 12 kg.

2. Gak Cuma Elpiji, Harga BBM Ikutan Nanjak!

PT Pertamina (Persero) mengumumkan telah mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM) produksinya per Maret 2022. Namun, perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut hanya menaikkan harga tiga produk BBM non-subsidinya, yakni Pertamax Turbo, Pertamax Dexlite, dan Pertamax Dex.

Secara rinci, Pertamina telah mengerek harga Pertamax Turbo dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Dexlite naik dari Rp12.150 per liter menjadi Rp12.950 per liter. Terakhir, harga Pertamax Dex naik dari Rp13.200 per liter menjadi Rp13.700 per liter.

Kendati demikian, Pertamina belum menaikkan dua BBM bersubsidi yaitu Pertamax dan Pertalite untuk saat ini.

3. Harga Sembako Turun, RI Catat Deflasi di Februari

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia pada Februari turun 0,02% secara bulanan. Peristiwa ini sekaligus menandai kembalinya inflasi Indonesia ke zona deflasi untuk pertama kalinya sejak September 2021.

Kendati demikian, Indonesia masih mencetak inflasi sebesar 2,06% secara tahunan pada bulan lalu. Selain itu, jika dihitung sejak awal tahun hingga akhir Februari (year-to-date), Indonesia masih mencatat inflasi 0,54%.

BPS mengatakan, deflasi tersebut disebabkan oleh turunnya harga-harga di komponen inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food), seperti minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

4. Harga Minyak Mentah Indonesia Februari Meroket!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di level US$95,72 per barel pada Februari, meningkat US$9,83 per barel dari posisi US$85,89 per barel sebulan sebelumnya.

Kementerian ESDM mengatakan, kenaikan harga ICP tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan minyak global di tengah ketatnya suplai.

Data International Energy Agency (IEA) menyebut, pertumbuhan permintaan minyak dunia 2022 bakal bertumbuh 3,2 juta barel per hari dibanding setahun sebelumnya. Hanya saja, di saat yang sama, pasokan minyak dunia bakal seret seiring disrupsi rantai pasok di Amerika Serikat (AS) dan penutupan keran ekspor Libya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES