Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: 'Hantu' Resesi Kembali Gentayangan, Saham AS & Kripto 'Pingsan'

Selamat mengawali pekan, Sobat Cuan! Kinerja saham AS dan kripto amburadul setelah bayang-bayang resesi ekonomi AS kembali mampir di benak investor. Lantas, kenapa kekhawatiran tersebut bisa muncul? Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Kinerja indeks saham Wall Street melempem menutup sesi perdagangan Senin (23/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,6%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terjungkal 1,7% dan 1,8%.
  • Pelaku pasar terlihat menjauhi pasar modal setelah khawatir bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) akan jatuh ke jurang resesi. 
  • Ketakutan itu berhulu dari komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang memberi sinyal bahwa The Fed masih punya ruang untuk mengerek suku bunga acuannya hingga 4,4% di akhir tahun. Padahal, The Fed tadinya hanya berniat menaikkan suku bunga acuannya hingga 3,4% saja.
  • Di samping itu, dalam proyeksi kenaikan suku bunga acuan jangka pendeknya (Dot Plot), The Fed juga berniat untuk membawa suku bunga acuan AS di kisaran 4,5% hingga 5% di tahun depan meski sebelumnya sesumbar ingin melonggarkan kebijakan moneternya di 2023.
  • Kenaikan suku bunga acuan akan menghantam pertumbuhan kredit, sehingga hal itu akan menyumbat aktivitas konsumsi dan investasi, dua faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi.
  • Situasi tersebut pun memukul saham-saham teknologi berkategori growth stocks yang diketahui berkinerja mumpuni kala pertumbuhan ekonomi terlihat moncer. Alhasil, nilai saham Apple, Meta Platforms, Microsoft, dan Alphabet kompak luntur 1%.
  • Selain itu, potensi resesi ekonomi juga diramal akan menyurutkan permintaan minyak global. Imbasnya, nilai saham sektor energi ambles 6% di hari yang sama.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Bank Sentral 'Lomba' Kerek Bunga Acuan, Pendiri LUNA Jadi Buronan

Aset Kripto

  • Kinerja aset kripto kembali memble mengawali pekan ini. Melansir Coinmarketcap pukul 07.47 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat meringkuk di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melemah 0,7% dalam sehari terakhir dan kini mendarat di US$18.831 per keping. Sementara itu, nilai Ether (ETH) lunglai 1,52% ke US$1.299 di waktu yang sama.
  • Altcoin utama lainnya juga tak kalah bernasib apes. Nilai Polkadot (DOT) dan Cardano (ADA) ringsek 1% dalam sehari terakhir sementara nilai Shiba Inu (SHIB), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) melorot lebih dari 3% di saat bersamaan.
  • Sepanjang akhir pekan, kinerja pasar kripto sepertinya mengikuti lesunya performa pasar saham AS yang lesu karena ancaman resesi. Hal ini dapat dimaklumi mengingat pelaku pasar selalu bercermin ke pergerakan di pasar modal untuk melihat selera risiko investor secara umum.
  • Di samping itu, pergerakan aset kripto juga terbilang volatil lantaran minimnya sentimen positif yang kuat. Apalagi, volume perdagangan aset kripto di akhir pekan juga cenderung sepi, sehingga tidak ada aksi price actions yang kuat dari pelaku pasar.
  • Ibarat menambah garam di luka, nilai aset kripto semakin susah menguat setelah nilai indeks Dolar AS ternyata semakin tangguh pada Senin pagi. Nilai indeks Dolar AS diketahui berada di 114,92 pada pukul 08.00 WIB, menguat 1,27% dibanding sehari sebelumnya.
  • Asal tahu saja, pelaku pasar tentu akan menukarkan aset kriptonya menjadi Dolar AS ketika sang aset greenback tersebut terlihat menggiurkan.

Baca Juga: Pluang Insight: Apakah Kutukan 'Septembear' di Pasar Kripto Akan Terulang Tahun Ini?

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.634 per ons pada pukul 08.00 WIB atau melemah dari posisi akhir pekan US$1.644 per ons.
  • Nilai sang logam mulia belepotan setelah dihantam keperkasaan dua musuh bebuyutannya, nilai Dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Sekadar informasi, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sementara itu, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih mahal.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Badai Bunga Acuan Mengadang, Market dalam Mode Bimbang

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait