Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: Bank Sentral 'Lomba' Kerek Bunga Acuan, Pendiri LUNA Jadi Buronan

Selamat berakhir pekan, Sobat Cuan! Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu semua dengan kabar ekonomi dan bisnis paling hot sepekan terakhir. Di antaranya adalah aksi bank sentral yang kompak mengerek suku bunga acuan hingga Korea Selatan yang minta bantuan Interpol untuk kejar pendiri Terra Do Kwon. Yuk, simak di sini!

Kabar Internasional Sepekan

1. The Fed Makin Beringas, Siap Kerek Bunga Lebih Tinggi demi Redam Inflasi!

Bank sentral AS The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin dalam rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) yang selesai Rabu (21/9). 

Hanya saja, The Fed juga memberi sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan.

Di waktu yang sama, The Fed juga merilis proyeksi suku bunga jangka pendek, atau kerap disebut Dot Plot, yang menunjukkan bahwa otoritas moneter itu masih punya ruang menaikkan suku bunga acuan hingga 4,4% hingga akhir 2022, lebih tinggi dari proyeksi awal 3,8%.

Di samping itu, pejabat The Fed juga memproyeksikan bunga acuan di angka 4,5% hingga 5% di tahun depan. Padahal, The Fed sebelumnya sesumbar ingin melonggarkan kebijakan moneternya di 2023.

2. Jurus Baru YouTube ‘Hajar’ Tiktok: Siapkan Skema Profit Menggiurkan bagi Content Creator

Platform video milik Google, YouTube, mengumumkan skema bagi hasil baru bagi content creator yang memanfaatkan fitur video pendek miliknya bernama Shorts.

Rencananya, content creator yang menciptakan konten menggunakan Shorts akan menerima porsi bagi hasil penerimaan iklan sebesar 45% mulai 2023. Langkah ini digadang sebagai “senjata” baru YouTube untuk mengalahkan dominasi TikTok sebagai platform video pendek dengan jumlah pengguna terbesar sejagat.

3. Uni Eropa Siapkan Aturan Baru demi Turunkan Harga Gas

Komisi Eropa menyebut tengah menyusun aturan baru demi menjinakkan harga gas yang kini semakin mahal di Benua Biru tersebut.

Saat ini, negara-negara Uni Eropa masih menggodok isi aturan tersebut, sehingga belum ada bocoran terkait poin-poin penting di dalam draf aturan tersebut. Namun, aturan baru ini rencananya akan disetujui pada pertemuan menteri-menteri se-Eropa pada Jumat (30/9).

4. Putin Makin Emosi, Siap Kirim 300.000 Tentara Cadangan ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan akan mengirimkan 300.000 tentara cadangan ke Ukraina, yang ia sebut sebagai langkah “mobilisasi parsial”, setelah pasukan Ukraina berhasil memukul mundur Rusia di beberapa titik dalam beberapa pekan terakhir.

Di samping itu, Putin juga menegaskan kembali ancamannya terkait penggunaan senjata nuklir jika kedualatan Rusia di ambang bahaya. “[Ancaman ini] bukanlah gertak sambal semata,” jelas Putin dalam pidatonya, Rabu (21/9).

Baca Juga: Kabar Sepekan: Inflasi AS Bikin Gempar, Aset Berisiko Jatuh Terkapar!

Kabar Kripto Sepekan

1. APE Tumbuh 20% Sepekan Jelang Perilisan Program 'Staking'

Fans kripto akan bisa melakukan staking atas ApeCoin (APE) setelah perusahaan yang ditunjuk komunitas Bored Ape Yacht Club (BAYC) untuk mengembangkan platform staking APE, Horizen Labs, memberikan cuplikan tampilan platform staking miliknya di awal bulan ini.

Jika pengembangan platform itu tak menemui hambatan, maka platform staking APE milik Horizen Labs akan meluncur pada musim gugur tahun ini.

Akibat kabar tersebut, nilai APE sukses melesat 20% dalam sepekan pada Jumat (23/9).

2. Korea Selatan Minta Tolong Interpol Tangkap Do Kwon

Kejaksaan Agung Korea Selatan mengatakan telah meminta Interpol untuk menerbitkan red notice bagi pendiri jaringan Terra, Do Kwon, lantaran dianggap tidak kooperatif dalam penyelidikan terkait amblesnya nilai TerraUSD (UST) dan Terra Classic (LUNC) pada Mei silam.

Sebelumnya, kejaksaan Negeri Ginseng tersebut telah menerbitkan surat penangkapan bagi Kwon setelah ia diduga melanggar Undang-Undang (UU) pasar modal Korea Selatan dalam kasus kejatuhan nilai UST dan LUNC.

3. Nasdaq Siap Luncurkan Jasa Kustodian Kripto bagi Investor Institusi

Nasdaq dikabarkan akan merilis jasa kustodian BTC dan ETH sebagai upaya untuk menarik minat investor institusi, seperti lembaga hedge fund, terhadap aset kripto. 

Bahkan, saking seriusnya menggarap bisnis ini, Nasdaq juga disebut telah merekrut mantan petinggi lembaga broker kripto Gemini Prime, Ira Auerbach, untuk memimpin divisi baru bernama Nasdaq Digital Assets.

4. Helium ‘Pindah Rumah’ ke Jaringan Solana

Anggota komunitas protokol internet nirkabel terdesentralisasi, Helium, memutuskan untuk memindahkan seluruh aktivitasnya dari jaringan blockchain miliknya sendiri ke jaringan Solana. Hal ini terjadi setelah 81% dari anggota komunitas Helium sepakat terhadap migrasi tersebut.

Langkah ini diambil demi meningkatkan skalablitas protokolnya melalui biaya transaksi lebih efisien. Selain itu, perpindahan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi interoperabilitas Helium dengan jaringan lainnya.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Aset Kripto Masih Tampil Gaya, Namun XRP Keluar Sebagai Juara

Kabar Domestik Sepekan

1. Pemerintah Siap Konversi Elpiji Melon ke Kompor Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji coba konversi gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) menjadi kompor gas. Sebagai tahap awal uji coba tersebut, pemerintah akan menyebarkan kompor listrik gratis kepada 300.000 rumah tangga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia akan impor gas elpiji. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, Indonesia bisa menghemat impor Rp10,21 triliun per tahun bila 15,3 juta pengguna elpiji melon beralih ke kompor induksi atau listrik.

2. Demi Efisiensi, Shopee Pasrah PHK Karyawan di Indonesia

Salah satu platform lokapasar terbesar di Indonesia, Shopee, memangkas 3% dari jumlah karyawannya di Indonesia.

Perusahaan terpaksa menempuh langkah tersebut sebagai jalan terakhir upaya efisiensi biaya setelah sebelumnya melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis.

3. BI Bikin Kaget, Tiba-tiba Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin!

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis (22/9) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 50 basis poin dari 3,75% menjadi 4,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI sengaja menaikkan suku bunga jumbo untuk mengendalikan inflasi domestik dan menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

4. Jumlah Uang Beredar RI Tumbuh 9,5% dalam Setahun

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) di Indonesia mencapai Rp7.894,1 triliun per Agustus 2022, tumbuh 9,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait