pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Berkat Aksi Borong, Saham AS & BTC Makin 'Strong'!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Selamat pula bagi kamu yang habis gajian, nih! Nah, untuk menemani kegembiraanmu menyambut tanggal muda, yuk simak ringkasan kinerja pasar Selasa pagi (25/1) ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Performa ketiga indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali cemerlang pada penutupan perdagangan Senin (24/1). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 sama-sama lompat 0,29%, sementara nilai Nasdaq menanjak 0,6%.

Kinerja trio indeks saham AS terbilang menyedihkan di awal sesi perdagangan. Usut punya usut, investor ternyata masih ragu-ragu membenamkan dana di pasar modal lantaran mengantisipasi rencana pengetatan kebijakan moneter The Fed sepanjang tahun ini.

Namun, indeks saham AS kembali bertenaga menjelang akhir sesi perdagangan seiring aksi investor untuk memborong saham-saham raksasa teknologi mumpung harganya terjatuh (buy the dip). Alhasil, nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon.com, Apple, dan Meta sukses finish di zona hijau.

Mengingat bobot saham-saham teknologi cukup besar di indeks saham AS, tak heran jika nilai ketiga indeks saham utama negara Paman Sam itu pun ikut terdongkrak.

Baca juga: Pluang Pagi: Kripto Mulai Bersemi, Saham AS Masih Tak Bernyali

Aset Kripto

Semangat tanggal muda nampaknya tak tercermin di raut pasar kripto pagi ini. Melansir Coinmarketcap pukul 07.26 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih terbenam di zona merah.

Nilai Ether (ETH) bertengger di US$2.428,98, melemah 3,06% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai pesaingnya, Cardano (ADA), Solana (SOL), Polkadot (DOT), Avalanche (AVAX) masing-masing melemah 3,8%, 3,19%, 3,05%, dan 1,12%.

Di waktu yang sama, koin-koin DeFi seperti Uniswap (UNI), Chainlink (LINK), dan Tezos (XTZ) juga melemah masing-masing 6%, 5,34%, dan 1,97%.

Kondisi pasar aset kripto terbilang sedih sejak akhir pekan lalu.

Pelaku pasar nampaknya masih melakukan aksi jual yang, menurut dugaan analis, didorong oleh antisipasi mereka terhadap pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan ini. Maklum, kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS akan membuat mereka semakin enggan masuk ke pasar kelas aset berisiko, termasuk aset kripto.

Namun, selain masalah makroekonomi, beberapa aset kripto pun diterpa sentimen soal konsistensi jaringan masing-masing.

Nilai SOL, misalnya, jatuh setelah Solana melaporkan banyaknya transaksi duplikat di jaringan tersebut. Peristiwa ini makin bikin pelaku pasar mempertanyakan keandalan jaringan Solana setelah protokol tersebut mengalami dua kali pemadaman dadakan pada akhir 2021.

Kabar lainnya datang dari Ethereum. Kemarin, Ethereum Foundation berencana akan melakukan rebranding atas pembaruan sistem yang tadinya dikenal sebagai Ethereum 2.0 menjadi "Consensus Layer". Rebranding ini dimaksudkan untuk mencegah kebingungan di kalangan komunitas kripto.

Meski demikian, masih terdapat aset kripto yang menghijau pagi ini. Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, pagi ini menanjak 1,7% ke US$36.380,24 per keping. Menurut Reuters, nilai sang raja aset kripto berhasil pulih akibat aksi buy the dip investor yang dilandasi motif lindung nilai (hedging).

Di samping itu, Fantom (FTM) juga tengah bernasib mujur lantaran harganya naik 1,48% di waktu yang sama setelah jaringan tersebut menjadi DeFi Chain terbesar ke-empat sejagat mengalahkan Avalanche dengan nilai Total Value Locked (TVL) US$13,8 miliar.

Emas

Harga emas spot bertengger di US$1.843,74 per ons pukul 07.46 WIB, naik 0,48% dibanding sehari sebelumnya. Aksi investor yang mengoleksi emas sebagai aset safe haven mendorong kenaikan harga logam mulia sehari terakhir.

Ya, investor tengah memborong emas setelah tensi geopolitik antara Ukraina dan Rusia kian memanas. Mereka takut bahwa ketegangan tersebut akan bikin situasi ekonomi kian tak pasti. Akibatnya, mereka memilih menyimpan kekayaan dalam bentuk emas.

Namun, penguatan harga emas sedikit tertahan oleh antisipasi investor atas rapat The Fed pekan ini. Selain itu, di waktu yang sama, laju harga emas pun tersandung dengan penguatan nilai Dolar AS.

Sekadar informasi, penguatan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Akibatnya, investor agak urung untuk mengoleksi sang logam mulia.

Baca juga: Rangkuman Kabar: The Fed Bakal Gak Santai, Harga Minyak Ogah Melandai

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,93 pukul 07.53 WIB, meningkat 0,02% dibanding sehari sebelumnya.

Tensi geopolitik yang menghangat di Eropa ternyata bikin investor melepas Euro dan memilih menggenggam Dolar AS. Di samping itu, investor nampaknya juga bersikap "pasang kuda-kuda" dalam mengantisipasi pengumuman kebijakan The Fed.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES