Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Pagi: Risalah Fed Bikin Frustasi, Saham AS & Kripto Gagal Unjuk Gigi
shareIcon

Pluang Pagi: Risalah Fed Bikin Frustasi, Saham AS & Kripto Gagal Unjuk Gigi

18 Aug 2022, 1:21 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Pluang Pagi: Risalah Fed Bikin Frustasi, Saham AS & Kripto Gagal Unjuk Gigi

Selamat pagi, Sobat Cuan! Selepas hari libur, saham AS dan kripto kompak gugur gara-gara hasil risalah rapat The Fed yang mengecewakan investor. Seperti apa lengkapnya? Simak di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak terjerembab menutup sesi perdagangan Rabu (17/8). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,51%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq merosot lebih dalam masing-masing 0,7% dan 1,2%.
  • Trio indeks Wall Street melemah setelah pelaku pasar kecewa dengan risalah rapat (minutes of meeting) rapat komite pasar terbuka federal The Fed (FOMC) yang dirilis kemarin.
  • Tadinya, pelaku pasar berharap bahwa The Fed akan menulis soal pelonggaran kebijakan moneter di dalam risalah tersebut. Terlebih, Ketua The Fed Jerome Powell juga menyebut bank sentral AS tersebut membuka peluang kebijakan agresif yang melunak selepas September mendatang.
  • Hanya saja, risalah tersebut justru mencantumkan bahwa pejabat The Fed akan terus mendukung kenaikan suku bunga acuan sampai tingkatan tertentu. Meski memang, mereka juga masih membuka jalan untuk pelonggaran kebijakan moneter "di satu waktu tertentu".
  • Di samping itu, performa memble indeks saham AS juga didorong oleh kinerja melempem saham-saham ritel.
  • Adapun yang menjadi pemicunya adalah laba per saham (EPS) kuartalan raksasa ritel Target sebesar US$0,39, jauh lebih rendah dibanding estimasi analis.
  • Biang kerok lain pelemahan saham ritel adalah data pertumbuhan penjualan ritel AS yang flat sepanjang Juli. Hal ini menjadi anomali mengingat AS juga mencatat perlambatan inflasi di bulan yang sama.

Baca Juga: Pluang Pagi: Kripto Terpeleset Jelang Perilisan Risalah Rapat The Fed

Aset Kripto

  • Kondisi "sebelas-dua belas" juga dirasakan pasar kripto pada Kamis (18/8) pagi.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 07.54 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terbenam di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, melorot 2,22% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$23.441 per keping. Kemudian terdapat juga nilai Ether (ETH) yang jeblok 2,64% ke US$1.845 per keping di waktu yang sama.
  • Nasib altcoin lain pun tak kalah mirisnya. Nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) kompak tumbang lebih dari 3% dalam sehari terakhir. Terdapat pula Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) yang sama-sama terjun 6% di waktu yang sama.
  • Di antara jajaran aset kripto utama, Shiba Inu (SHIB) membukukan pelemahan terparah yakni 7,31% dalam 24 jam terakhir.
  • Secara teknikal, nilai aset kripto kian melemah setelah indikator Relative Strength Index (RSI) BTC hampir menembus 67 pada perdagangan dini hari lalu. Dengan kata lain, pelaku pasar enggan mengakumulasi BTC lantaran indikator RSI sang raja aset kripto tersebut hampir menyentuh zona jenuh jual (oversold), yakni 70.
  • Dari sisi sentimen, kepercayaan pelaku pasar kripto luntur setelah The Fed ternyata tidak bersikap  hawkish seperti yang diharapkan sebelumnya.
  • Pelaku pasar takut kebijakan moneter agresif The Fed akan meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap. Hal itu, ujungnya, akan membuat likuiditas di pasar berisiko, termasuk aset kripto, semakin mengering.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.765 per ons pada pukul 08.14 WIB, melemah dari US$1.775 sehari sebelumnya.
  • Kenaikan nilai indeks Dolar AS menjadi batu sandungan utama laju harga sang logam mulia. Sekadar informasi, penguatan sang aset greenback akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Nilai Dolar AS kian perkasa setelah risalah The Fed mencantumkan sikap ngotot otoritas moneter AS tersebut untuk terus mengerek suku bunga acuannya.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: IHSG Berjaya & Kripto Mulai Bergaya Jelang Hari Merdeka

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang pagi
Pluang Pagi: Krisis di Ukraina Memanas, Aset Kripto Kembali Lemas!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1