Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Pelajari

5. Mengenal Indikator Trading dan Jenis-jenisnya
shareIcon

5. Mengenal Indikator Trading dan Jenis-jenisnya

0 dilihat·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Mengenal Indikator Trading dan Jenis-jenisnya

Indikator teknikal memang beragam jumlahnya. Namun, terdapat 4 indikator utama yang biasa digunakan para investor. Di artikel ini, Sobat Cuan bisa memahami semuanya sekaligus menerapkannya dalam trading.

5.1 Latar Belakang

Indikator trading adalah alat analisis yang digunakan para investor dan trader untuk mengambil keputusan dalam perdagangan keuangan. 

Dengan menggunakan sejumlah data harga historis, indikator ini membantu mengidentifikasi pola, tren, dan potensi pembalikan pasar. 

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang apa itu indikator trading dan bagaimana mereka dapat membantu membimbing keputusan dalam dunia keuangan yang dinamis.

5.1.1 Apa Itu Indikator Trading? 

Indikator trading adalah formula matematis yang diterapkan pada data harga saham, mata uang, atau aset keuangan lainnya. 

Tujuan utamanya adalah membantu trader memahami arah pergerakan pasar dan mengidentifikasi peluang perdagangan yang potensial.

Indikator ini dapat memberikan sinyal beli atau jual, memberikan pandangan tentang kekuatan tren, dan membantu mengidentifikasi kondisi pasar yang overbought atau oversold.

5.1.2 Fungsi Umum Indikator Trading

Tujuan umum dari indikator teknikal adalah membantu memonitor kondisi pasar. Tanpa adanya indikator, mungkin akan sulit untuk menentukan apakah pasar sedang berada dalam tren bearish atau bullish, memilih posisi apa yang harus dibuka, dan kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi.

Dengan menggunakan indikator, Sobat Cuan dapat lebih mudah melihat tren pasar yang sedang berlangsung, memungkinkan untuk menentukan apakah akan membuka posisi buy atau sell

Indikator juga membantu mengidentifikasi kekuatan dari tren tersebut, apakah tren tersebut masih akan berlanjut atau mungkin sudah mencapai titik jenuh.

Tren yang kuat menunjukkan bahwa harga kemungkinan akan bergerak ke satu arah untuk periode yang cukup lama, memberikan peluang untuk meraih potensi profit.

Sebaliknya, Sobat Cuan dapat menghindari tren yang lemah dan kondisi pasar jenuh karena pergerakan harga dalam situasi tersebut rentan berbalik arah sebelum menghasilkan keuntungan.

Selain fungsi-fungsi di atas, indikator teknikal juga memudahkan dalam menentukan area support dan resistance. Area support dan resistance ini dapat menjadi acuan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi buy atau sell.

5.1.3 Bagaimana Indikator Trading Digunakan?

Indikator trading digunakan untuk menciptakan strategi perdagangan yang lebih informasional.

Trader menggunakan indikator ini untuk mengkonfirmasi keputusan perdagangan, mengidentifikasi peluang, dan mengelola risiko.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada indikator tunggal yang sempurna, dan kombinasi beberapa indikator sering digunakan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi.

5.1.4 Jenis-jenis Indikator Trading

Ada lima indikator trading yang sering digunakan oleh para ahli.

Pertama, moving averages (MA). Ini merupakan indikator yang menghitung rata-rata harga selama periode waktu tertentu. MA membantu mengidentifikasi tren dan memberikan sinyal pembalikan potensial.

Kedua, relative strength index (RSI). Indikator ini mengukur kecepatan dan perubahan harga dengan skala 0-100. RSI memberikan informasi tentang apakah suatu aset dianggap overbought atau oversold.

Ketiga, bollinger bands (BB). Indikator ini membantu mengukur volatilitas pasar dan menunjukkan sejauh mana harga telah bergerak dari nilai statistiknya.

Keempat, moving average convergence divergence (MACD). MACD yaitu indikator yang menyediakan sinyal tentang perubahan arah dan kekuatan tren, dengan membandingkan dua moving averages.

5.2 Mengenal Jenis Indikator Trading 

Dalam latar belakang sudah dijelaskan mengenai apa itu indikator trading, sebuah kalkulasi matematis berdasarkan tren harga atau volume perdagangan sebuah aset secara historis.

Dengan kata lain, melalui indikator ini, trader bisa menerjemahkan grafik harga dan volume perdagangan sebuah aset ke angka-angka tertentu dan menentukan keputusan trading berdasarkan data-data tersebut.

Ada beragam jumlah indikator trading. Namun dalam tulisan ini, Sobat Cuan akan memahami lima indikator trading

5.2.1 Moving Averages (MA)

Moving average (MA) merupakan sebuah indikator yang digunakan untuk menggambarkan rata-rata harga penutupan suatu aset di pasar selama periode waktu tertentu.

Umumnya, trader menghitung MA sebagai sarana untuk membantu mereka mengidentifikasi arah pergerakan harga suatu aset dalam rentang waktu tertentu.

Trader umumnya memanfaatkan dua tipe MA, yaitu:

  1. Simple Moving Average (SMA): Ini adalah nilai rata-rata dari seluruh titik harga aset dalam suatu periode tertentu. 

Angka ini dihitung dengan menjumlahkan seluruh harga penutupan pada titik-titik tertentu dan kemudian dibagi dengan jumlah titik harga yang terdapat pada grafik.

DateClose5 Day Moving Average
29-Aug-2022161 
30-Aug-2022159 
31-Aug-2022157 
1-Sep-2022158 
2-Sep-2022156 
6-Sep-2022155158
7-Sep-2022156157
8-Sep-2022154156
9-Sep-2022157156
12-Sep-2022163156
13-Sep-2022154157
  1. Exponential Moving Average (EMA): Jenis MA ini memberikan bobot lebih besar pada harga aset yang lebih baru, membuat EMA menjadi lebih responsif terhadap pergerakan harga terkini di pasar. Untuk menghitung EMA dapat menggunakan rumus berikut:

EMAHari ini = (Harga penutupan saham hari ini * α) + (EMAKemarin * (1 - α))

α merupakan konstanta dari exponential smoothing dimana nilai α dapat dihitung dengan rumus berikut:

α = [Smoothing factor/(Periods + 1)]

Smoothing factor = Meskipun ada banyak pilihan yang dapat digunakan, pilihan yang paling umum adalah 2

Periods = Merupakan banyaknya data yang digunakan untuk menghitung rerata

Biasanya, trader menggunakan MA dengan periode lima, 10, 20, 50, 100, dan 200 hari.  Penggunaan kerangka waktu yang lebih pendek umumnya diterapkan oleh trader yang berfokus pada perdagangan jangka pendek, karena MA dalam kerangka waktu ini lebih cepat menanggapi perubahan harga dibandingkan dengan MA berkerangka waktu panjang. 

Di sisi lain, trader jangka panjang cenderung menggunakan MA dengan kerangka waktu yang lebih lama.

5.2.2 Relative Strength Index (RSI)

RSI diakui sebagai salah satu indikator paling akurat dalam perdagangan kripto. Selain Moving Average (MA), RSI juga dianggap sebagai indikator terbaik untuk menilai momentum perubahan harga bitcoin.

Bagi trader dengan fokus jangka pendek, RSI dengan periode 5 atau 7 hari menjadi pilihan, sementara bagi trader jangka panjang, mereka dapat memilih periode 21 atau 30.

RSI juga memiliki peran penting dalam melihat tren dan divergensi, memberikan sinyal pembalikan tren kepada para trader.

Indikator ini beroperasi dalam skala osilator dengan rentang nilai antara 0 hingga 100. Ketika pembacaan berada di bawah 30, disebut sebagai kondisi oversold, sementara di atas 70 dianggap sebagai kondisi overbought.

RSI NVDA, Sumber: TradingView (2024)

5.2.3 Bollinger Bands (BB)

Bollinger Bands (BB) diakui sebagai indikator trading yang sangat akurat dan berperan sebagai alat untuk mengambil keuntungan. 

Indikator ini terdiri dari dua garis tren standar deviasi yang diplot bersama dengan tren Simple Moving Average (SMA) dari suatu aset.

Dalam hal ini, garis tengah indikator BB memiliki fungsi untuk menunjukkan level overbought dan oversold, memberikan informasi mengenai volatilitas, serta menampilkan tren harga sebagai referensi bagi trader dalam pengambilan keuntungan.

Dalam daftar indikator trading, tidak ada indikator yang sempurna dan cocok untuk semua kondisi pasar. Pemilihan indikator lebih merupakan masalah preferensi trader, disesuaikan dengan gaya trading dan kondisi pasar aset yang diperdagangkan.

Trader dapat mengkombinasikan beberapa indikator untuk mengkonfirmasi sinyal yang muncul dalam rentang waktu tertentu. Namun, ia memberi peringatan bahwa penggunaan terlalu banyak indikator dapat membuat trader merasa terlalu dibanjiri informasi dan kesulitan dalam pengambilan keputusan.

5.2.4 Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD diidentifikasikan sebagai salah satu indikator trading forex yang paling akurat dalam mengkonfirmasi sinyal jual dan beli. Indikator ini terdiri dari histogram dan rata-rata pergerakan harga secara eksponensial.

MACD sebagai indikator terbaik untuk trading forex, berperan sebagai alat konfirmasi tren yang sangat populer dan bermanfaat. Menurut informasi yang dikutip dari Elearn Markets, ketika terjadi divergensi reguler antara MACD dan harga aset kripto, hal tersebut menunjukkan pembalikan harga, sementara divergensi tersembunyi (hidden divergence) mengindikasikan kelanjutan tren.

5.3 Kesimpulan

Dalam dunia keuangan yang kompleks, indikator trading adalah alat yang sangat berharga untuk membimbing keputusan perdagangan.

Namun, sangat penting untuk memahami bahwa mereka bukanlah jaminan keberhasilan dan harus digunakan sebagai bagian dari strategi perdagangan yang komprehensif.

Menggabungkan pengetahuan tentang indikator trading dengan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan adalah kunci untuk menjadi trader yang sukses.

Ditulis oleh
channel logo

Dewi A Zuhriyah

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
Diversifikasi 101

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah...

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1