Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Kripto Terpeleset Jelang Perilisan Risalah Rapat The Fed

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS terlihat semangat meski saham sektor energi jadi buah simalakama. Sayangnya, nasib aset kripto justru terlihat miris. Kok bisa gitu? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) langsung menunjukkan taringnya di sesi perdagangan Senin (16/8). Nilai S&P 500 tumbuh 0,4%, sementara nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq masing-masing merangkak 0,6% dan 0,7%.
  • Kinerja apik saham sektor teknologi dan barang konsumsi sekunder menjadi dua kunci utama laju indeks Wall Street kemarin.
  • Pelaku pasar memborong saham-saham yang bergerak di kedua sektor tersebut mumpung tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terus mundur teratur.
  • Hal ini dapat dimaklumi mengingat pelaku pasar kerap membandingkan return saham berkategori growth stocks, yakni kelas aset paling berisiko, dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, yakni kelas aset yang dianggap sangat aman.
  • Sayangnya, pergerakan indeks saham AS pasrah kepentok penurunan nilai saham energi sebesar lebih dari 1%. Ini terjadi setelah harga minyak ambles lebih dari 4% kemarin.
  • Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi perilisan risalah rapat (minutes of meeting) komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS The Fed Juli yang dirilis pekan ini.
  • Pelaku pasar meyakini risalah tersebut akan memuat petunjuk tentang apakah The Fed bakal mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 atau 75 basis poin bulan depan.

Baca Juga: Pluang Pagi: Saat Aset Kripto Lain 'Bengong', Shiba Inu Malah Menggonggong!

Aset Kripto

  • Sementara itu, pasar kripto masih terlihat tak bertenaga di Selasa (16/8) pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 07.52 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih tertahan di zona merah.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, melemah 1,05% dan kini berada di US$24.125 per keping. Sementara itu nilai Ether (ETH) merosot 2,65% ke US$1.897 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya juga terlihat belum siuman. Nilai Polkadot (DOT) dan Avalanche (AVAX) melemah lebih dari 2% dalam 24 jam ke belakang. Sementara nilai Cardano (ADA) dan Solana (SOL) ambles lebih dari 3% di saat bersamaan.
  • Di antara jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Shiba Inu (SHIB) yang merosot paling tajam, yakni 9,7% dalam sehari terakhir. Padahal, koin meme tersebut mengalami reli hebat sehari sebelumnya.
  • Secara umum, memang belum ada sentimen positif yang jadi "obat kuat" bagi keperkasaan aset kripto di Selasa pagi.
  • Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar sebenarnya mengantisipasi risalah rapat The Fed Juli di pekan ini untuk mendapat petunjuk soal arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
  • Asal tahu saja, naik-turun suku bunga acuan The Fed menjadi krusial bagi pasar kripto karena hal itu bisa mempengaruhi selera investor dalam berkubang di aset berisiko.
  • Selain itu, kebijakan moneter bank sentral AS juga bisa mempengaruhi arus likuiditas di pasar investasi, termasuk aset kripto.
  • Sementara itu, dari sisi teknikal, pelaku pasar terlihat belum pede agresif di pasar kripto setelah volume trading-nya terus menurun sejak akhir pekan lalu. Minimnya aksi price actions tersebut membuat pelaku pasar pikir-pikir ulang untuk bersikap lebih bullish.
  • Adapun bintang utama pasar kripto pagi ini adalah Civic (CVC) yang berhasil membukukan pertumbuhan nilai 15,47% dalam sehari terakhir.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.777 per ons pada pukul 08.09 WIB, melemah dari posisi sehari sebelumnya US$1.797 per ons.
  • Kilau sang logam mulia memudar setelah nilai Dolar AS kembali berjaya.
  • Sebagai pengingat, kenaikan nilai Dolar AS membuat harga emas menjadi relatif mahal bagi pelaku pasar yang jarang menggunakan mata uang tersebut.
  • Selain itu, pelaku pasar juga memilih wait and see menanti perilisan risalah rapat The Fed Juli.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Sentimen Lagi Gak Mendukung, IHSG & Kripto Terlihat 'Linglung'

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait