Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Bunga The Fed Kembali Bikin Resah, Market Jadi Gelisah

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali pekan ini, kinerja market rupanya terlihat gitu-gitu aja. Apa sih penyebabnya? Yuk, simak ulasannya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali terlunta-lunta menutup sesi perdagangan Jumat (15/10). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,3%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 2,3% dan 3%.
  • Laju saham teknologi yang patah arang menjadi biang kerok pelemahan indeks saham AS di akhir pekan lalu. Nilai saham Apple, contohnya, ambles 3%. Sementara itu, nilai saham Microsoft, Alphabet, dan Meta Platforms longsor lebih dari 3% di saat bersamaan.
  • Hal ini terjadi setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun kembali menembus 4% gara-gara pelaku pasar kembali mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin bulan depan.
  • Keyakinan ini kembali menyeruak setelah the University of Michigan memprediksi bahwa rata-rata inflasi AS selama setahun ke depan akan berada di 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan September yakni 4,7%.
  • Namun, kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi semakin menjadi-jadi karena survei tersebut terbit sehari setelah perilisan data inflasi AS. Pada Kamis (16/10), Biro Statistik Ketenagakerjaan AS merilis bahwa inflasi AS September berada di 8,2%, lebih tinggi dari konsensus analis 8,1%.
  • Untungnya, pelemahan trio indeks Wall Street tertahan berkat pertumbuhan saham JPMorgan Chase & Co, Citigroup, dan Wells Fargo. Nilai saham ketiga emiten jasa keuangan tersebut tumbuh subur setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal III yang melebihi ekspektasi.

Baca Juga: Kabar Sepekan: AS Geram ke China-Rusia, Ekonomi Global Diramal Sengsara

Aset Kripto

  • Sementara itu, pergerakan nilai aset kripto terlihat bervariasi pada Senin pagi. Kendati demikian, melansir Coinmarketcap pukul 08.04 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih melaju ke zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, menguat 0,4% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$19.211 per keping. Nilai Ether (ETH) pun mengekor dengan tumbuh 1,7% ke US$1.302 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya juga tak mau kalah memamerkan kinerjanya. Nilai Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), Solana (SOL), Polygon (MATIC), Polkadot (DOT), dan Tron (TRX) tumbuh kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir.
  • Hanya saja, pergerakan nilai aset kripto selama sehari terakhir terlihat tak begitu signifikan alias bergerak dalam rentang harga yang tipis. Ini menandakan bahwa pelaku pasar masih belum punya keyakinan kuat mengenai arah laju nilai aset kripto ke depan.
  • Analis menduga, sumber kebimbangan pelaku pasar selama akhir pekan adalah munculnya kemungkinan The Fed untuk kembali mengerek suku bunga acuan 75 basis poin pada bulan depan. Apalagi, dalam risalah rapat (minutes of meeting) yang dirilis pekan lalu, The Fed berkomitmen untuk menekan inflasi AS hingga 2%.
  • "Tapi, Bitcoin masih belum tenggelam meski pelaku pasar terus menghindari aset berisiko. Buktinya, Bitcoin masih berada di rentang harga US$19.000 di tengah ekspektasi atas kenaikan suku bunga The Fed," jelas analis senior Oanda Edward Moya seperti dikutip Coindesk.
  • Bahkan, Moya menambahkan, periode stabilisasi BTC saat ini bisa menjadi awal mula yang baik untuk fase bull kripto berikutnya. Namun, hal itu bisa terjadi asal performa indeks saham AS tidak melemah di tengah musim pelaporan keuangan (earnings season) saat ini dan BTC tidak merosot ke nilai terendahnya pada musim panas lalu.

Emas

  • Harga emas di pasar spot berada di level US$1.648,63 per ons pada pukul 08.19 WIB, melorot dari posisi akhir pekan lalu US$1.660 per ons.
  • Nilai sang logam mulia terjatuh setelah tingkat imbal hasil obligasi AS menunjukkan keperkasaannya. Sekadar informasi, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi lebih mahal.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Inflasi AS Masih Seram, Kripto Ngebut Tapi IHSG Karam

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait