Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Inflasi Merongrong, Saham AS 'Strong' Tapi Kripto Zonk

Selamat pagi, Sobat Cuan! Setelah ditunggu-tunggu, data inflasi AS terkini pun terbit tadi malam. Lantas, bagaimana dampaknya ke kinerja pasar saham AS dan kripto? Yuk, simak di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Setelah terbenam beberapa hari belakangan, trio indeks saham AS akhinya kembali unjuk gigi. Nilai indeks Nasdaq menguat 2,2%, sementara nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing menguat 2,6% dan 2,8%.
  • Trio indeks Wall Street akhirnya sukses mengalami rebound dramatis setelah tertekan parah di awal sesi perdagangan.
  • Tadinya, nilai indeks saham AS terjerumus dalam setelah inflasi AS tercatat 8,2% secara tahunan di September, sedikit lebih tinggi dibanding prakiraan. Sementara itu, inflasi inti juga melesat 6,6% atau lebih dari ekspektasi analis.
  • Inflasi yang di atas ekspektasi akan membuat bank sentral AS, The Fed, meresponsnya dengan kembali mengerek suku bunga acuan. Kini, pelaku pasar semakin yakin otoritas moneter tersebut akan menaikkan suku bunganya 75 basis poin dalam pertemuan rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan depan.
  • Hanya saja, performa indeks saham AS kembali ke zona hijau setelah pelaku pasar memutuskan buru-buru memborong saham mumpung harganya sedang obral (buy the dip). Alasannya, mereka yakin hujan pelaporan keuangan (earnings season) emiten saham AS sepanjang bulan ini akan menunjukkan hasil yang "baik-baik saja".

Baca Juga: Pluang Pagi: 'Hantu' Inflasi Kian Gentayangan, Kripto & Saham AS di Titik Rawan

Aset Kripto

  • Sementara itu, pergerakan aset kripto terlihat berfluktuasi di Rabu pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 08.10 WIB, enam dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terjerembab ke zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Di satu sisi, harga Bitcoin (BTC) mampu menguat 1,42% dalam 24 jam terakhir dan kini bertengger di US$19.423 per keping. Namun, harga Ether (ETH) melemah 0,42% ke US$1.291 per keping di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun mengikuti jejak ETH. Nilai XRP, Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Polygon (MATIC) kompak menguat di bawah 1% dalam 24 jam terakhir. Sementara nilai Solana (SOL) dan Tron (TRX) menguat lebih dari 1% di rentang waktu yang sama.
  • Tetapi, dua koin meme Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) berhasil menguat masing-masing 0,41% dan 3,16% dalam sehari terakhir.
  • Sama seperti yang terjadi di pasar saham AS, performa aset kripto juga bergerak bak roller coaster dalam sehari terakhir.
  • Tadinya, nilai aset kripto berguguran setelah perilisan data inflasi AS September yang berada di atas prakiraan. Maklum, inflasi tinggi tentu akan membuat The Fed ngotot meneruskan pengetatan kebijakan moneternya. Adapun hubungan antara kebijakan The Fed dan performa pasar kripto bisa disimak di artikel berikut.
  • Namun, pelemahan performa aset kripto akhirnya tertahan setelah pelaku pasar melihat rebound kencang indeks Wall Street. Hal ini wajar saja mengingat pelaku pasar selalu berkaca pada kinerja indeks saham AS untuk melihat gambaran selera risiko investor secara umum.
  • Adapun bintang utama di pasar kripto hari ini adalah Mdex (MDX) yang melesat 47,4% dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi setelah platform exchange terdesentralisasi Mdex Project akan mengumumkan fitur leverage trading dengan daya ungkit eksposur aset sebesar 200x.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.660 per ons pada pukul 08.27 WIB, melemah dari US$1.673 per ons di periode sama sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia melorot setelah perilisan data inflasi AS September yang berada di atas prakiraan analis.
  • Biasanya, kenaikan inflasi akan berdampak positif bagi harga emas. Pasalnya, emas selama ini dianggap sebagai aset pelindung nilai yang efektif di kala kekuatan mata uang fiat semakin melemah akibat inflasi.
  • Tetapi, kondisi tersebut tak berlaku sepanjang tahun ini. Sebab, The Fed selalu merespons meradangnya inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan. Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan opportunity cost investor dalam menggenggam emas.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Data Inflasi Jadi Sorotan, IHSG & Kripto Kian Tertekan

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait