Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
Pluang Pagi: 'Hantu' Inflasi Kian Gentayangan, Kripto & Saham AS di Titik Rawan

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: 'Hantu' Inflasi Kian Gentayangan, Kripto & Saham AS di Titik Rawan

Selamat pagi, Sobat Cuan! Investor sepertinya beneran ketar-ketir terhadap inflasi. Buktinya, saham AS melemah dan kripto stagnan pada Kamis pagi (13/10). Yuk, simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali terkoreksi. Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq kompak melemah 0,1%, sementara nilai S&P 500 melorot 0,3% menutup sesi perdagangan Rabu (12/10).
  • Pelaku pasar semakin tak selera mengoleksi aset berisiko setelah bank sentral AS, The Fed, kembali menegaskan akan terus mengerek suku bunga acuan sampai ada "bukti kuat" bahwa inflasi AS mengarah ke target 2%. Pernyataan itu dirilis dalam risalah rapat The Fed (minutes of meeting) September yang dirilis kemarin.
  • Sejatinya, pelaku pasar sudah sering mendengar pernyataan yang dimaksud dari The Fed. Hanya saja, saat ini situasinya lebih mencekam karena risalah rapat tersebut terbit sehari sebelum pengumuman data inflasi AS September.
  • Akibatnya, pelaku pasar menganggap The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin bulan depan terlepas dari hasil inflasi AS September.
  • Untung saja, pelemahan kinerja indeks saham AS tertahan oleh kinerja apik saham sektor barang-barang pokok.
  • Nilai kelompok saham tersebut meroket 4% setelah PepsiCo melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang melebihi ekspektasi analis sekaligus meningkatkan target keuangan mereka di tahun ini.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Lagi 'Wait and See', IHSG & Kripto Pucat Pasi

Aset Kripto

  • Sementara itu, nilai aset kripto terlihat gitu-gitu aja di Kamis pagi. Tapi, jika dilihat secara lebih detail, maka hanya ada empat dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar yang berhasil menanjak ke zona hijau dalam 24 jam terakhir berdasarkan Coinmarketcap pukul 07.55 WIB.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 0,18% dalam sehari terakhir ke US$19.145 per keping. Kemudian, terdapat pula nilai Ether (ETH) yang menanjak 0,69% ke US$1.295 per keping di waktu yang sama.
  • Hanya saja, altcoin lainnya berada di zona merah, setidaknya untuk saat ini. Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Polkadot (DOT) kompak naik kurang dari 1% dalam sehari terakhir. Sementara nilai Dogecoin (DOGE) dan Polygon (MATIC) sama-sama menguat lebih dari 1% di waktu bersamaan.
  • Nilai aset kripto yang masih mondar-mandir di rentang harga sempit mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum bisa menentukan sikap di pasar kripto. Ternyata, mereka semua wait and see menanti data inflasi AS September yang sedianya terbit hari ini.
  • Data inflasi bisa memberi petunjuk terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
  • Seperti yang diketahui selama ini, tindak-tanduk The Fed sangat mempengaruhi performa nilai aset kripto. Sehingga, tak heran jika pelaku pasar memilih menunggu data inflasi sebelum melakukan price actions di pasar kripto.
  • Laporan JP Morgan mengatakan, nilai aset berisiko, termasuk aset kripto, bisa tumbang 5% jika inflasi AS ternyata tak sesuai ekspektasi. Sementara itu, firma broker aset digital Covario mengatakan harga aset kripto bisa naik atau turun 3% tergantung hasil inflasi AS September.
  • Adapun kabar lain yang menggemparkan jagat kripto datang dari Solana.
  • Platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) di jaringan Solana, Mango, dikabarkan mengalami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$100 juta raib dari platform tersebut. Mango pun dikabarkan langsung melancarkan investigasi atas peristiwa tersebut.
  • Perkembangan terakhirnya, sang pelaku ternyata meminta tebusan sebesar 70 juta USDC untuk mengembalikan aset kripto tersebut. Ia mengajukan permintaan tersebut melalui forum tata kelola otonom terdesentralisasi (DAO) Mango.

Emas

  • Harga emas spot berada di US$1.673 per ons pada pukul 08.13 WIB, menguat dari US$1.665 per ons di periode yang sama sehari sebelumnya.
  • Kendati menguat, namun harga emas sejatinya jungkat-jungkit seiring antisipasi penantian investor atas data inflasi AS September.
  • Biasanya, kenaikan inflasi akan berdampak positif bagi harga emas. Pasalnya, emas selama ini dianggap sebagai aset pelindung nilai yang efektif di kala kekuatan mata uang fiat semakin melemah akibat inflasi.
  • Tetapi, kondisi tersebut tak berlaku sepanjang tahun ini. Sebab, The Fed selalu merespons meradangnya inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan. Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan opportunity cost investor dalam menggenggam emas.

Baca Juga: Pluang Pagi: Investor Dirundung Rasa Galau, Laju Saham AS & Kripto Jadi Kacau

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait