Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Investor Dirundung Rasa Galau, Laju Saham AS & Kripto Jadi Kacau

Selamat pagi, Sobat Cuan! Emosi investor yang tengah berkecamuk rupanya membuat pergerakan saham AS dan pasar kripto ikut bergejolak. Namun, apa yang membuat investor terlihat begitu cemas? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Pergerakan trio indeks saham Amerika Serikat (AS) cenderung bervariasi pada perdagangan Selasa (12/10). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) sukses menguat 0,1%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq tumbang masing-masing 1,1% dan 0,63%.
  • Pergerakan trio indeks Wall Street terlihat fluktuatif sepanjang perdagangan kemarin lantaran investor ketar-ketir dengan pandangan hawkish terbaru bank sentral AS, The Fed.
  • Kemarin, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menekankan bahwa otoritas moneter AS tersebut harus mengimplementasikan kebijakan yang lebih restriktif demi mengarahkan inflasi AS ke angka 2%.
  • Sejatinya, komentar tersebut sudah sering didengar oleh pelaku pasar mengingat sebagian pejabat The Fed lainnya sempat melempar pernyataan yang sama pekan lalu.
  • Hanya saja, pelaku pasar ternyata menanggapi serius komentar Mester karena dilontarkan dua hari menjelang perilisan data inflasi AS. Akibatnya, pelaku pasar merasa bahwa The Fed tetap akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada November terlepas dari tingkat inflasi yang membaik atau memburuk.
  • Mengantisipasi hal tersebut, pelaku pasar pun kemudian berbondong-bondong menyerbu pasar obligasi pemerintah AS. Hasilnya, tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun kembali meningkat ke angka 4%.
  • Sayangnya, hal tersebut semakin mematahkan semangat saham-saham teknologi. Nilai saham Meta Platforms dan Microsoft, misalnya, terjun ke level terendahnya dalam 52 pekan terakhir.
  • Kondisi ini dapat dimaklumi mengingat pelaku pasar kerap membandingkan return saham kategori growth stocks, yang memiliki risiko tinggi, dengan obligasi pemerintah AS yang minim risiko.

Baca Juga: Pluang Pagi: Saham AS & Kripto Kena 'Alergi' Menanti Data Ekonomi

Aset Kripto

  • Pergolakan yang sama juga terjadi di pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 08.14 WIB, hanya empat dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah mendiami zona merah jika diukur dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, masih membukukan penguatan 0,11% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$19.080 per keping. Nilai Ether (ETH) juga menguat 0,44% ke US$1.285 per keping di waktu yang sama.
  • Kendati melaju ke zona hijau, namun pergerakan BTC dan ETH sejatinya jungkat-jungkit di rentang harga yang tipis. Hal ini menunjukkan bahwa harga kedua koin tengah berfluktuasi karena pelaku pasar belum bisa menentukan sikap di pasar kripto.
  • Kondisi yang sama juga terjadi di harga altcoin lainnya. Namun bedanya, untuk saat ini, mereka kompak terjerembab ke zona merah.
  • Nilai Polkadot (DOT), Cardano (ADA), dan Polygon (MATIC), contohnya, terlihat merosot kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Sementara nilai Solana (SOL), XRP, dan Tron (TRX) lunglai lebih dari 1% di waktu yang sama.
  • Sama seperti kemarin, pelaku pasar enggan beraksi di pasar kripto karena menanti perilisan risalah rapat The Fed September (minutes of meeting) pada hari ini dan data inflasi AS sehari setelahnya. Sebab, kedua data itu bisa memberikan sinyal terkait kebijakan moneter yang akan ditempuh The Fed ke depan.
  • Di samping itu, terdapat pula kabar buruk yang menimpa jagat kripto dalam sehari terakhir. Salah satunya datang dari jaringan Solana.
  • Platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) di jaringan Solana, Mango, dikabarkan mengalami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$100 juta raib dari platform tersebut.
  • Di saat yang sama, otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission) juga menolak pendaftaran produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin yang diajukan WisdomTree.

Emas

  • Harga emas di pasar spot berada di US$1.665 per ons pada pukul 08.30 WIB, melemah dari US$1.672 sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia semakin amburadul setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS merangkak naik. Asal tahu saja, kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS akan membuat opportunity cost investor dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih mahal.
  • Di samping itu, pelaku pasar juga memilih wait and see karena mengantisipasi perilisan data inflasi AS.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Mulai Kalang Kabut, IHSG & Kripto Cemberut

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait