Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Jelang Rilis Inflasi, Saham AS & Kripto Malah Bersemi! Kenapa?

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan aset kripto kompak menguat menjelang perilisan data inflasi AS hari ini. Mengapa demikian? Bukannya inflasi selalu jadi momok bagi aset berisiko? Yuk, simak ulasannya di Pluang Pagi!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan relinya di sesi perdagangan Senin (12/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,7%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 1,1% dan 1,3%.
  • Saham Apple yang tumbuh hingga 4% menjadi bensin bagi pergerakan IHSG kemarin. Nilai saham Apple mencuat setelah analis memperkirakan bahwa permintaan pesanan atas beberapa lini produk baru perusahaan, termasuk iPhone 14, lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya.
  • Sekadar informasi, nilai kapitalisasi pasar Apple yang jumbo membuat pembobotannya di indeks saham AS menjadi besar. Sehingga, tak heran jika pergerakannya mempengaruhi laju indeks Wall Street dengan signifikan.
  • Selain karena gerak lincah saham Apple, moncernya saham-saham energi akibat kenaikan harga minyak juga menopang laju indeks saham AS kemarin.
  • Namun di saat yang sama, pelaku pasar juga menanti data inflasi AS Agustus yang sedianya bakal dirilis pada hari ini.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Inflasi Jadi Sorotan, Kripto Bergerak Gak Karuan

Aset Kripto

  • Di sisi lain, pergerakan aset kripto masih terbilang bervariasi pada pagi hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 06.23 WIB, hanya enam dari 10 aset kripto berkapitalisasi terbesar yang melaju ke zona hijau.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, menguat 3,28% dalam sehari terakhir dan kini mendarat di US$22.360 per keping. Selain BTC terdapat pula nilai Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) yang masing-masing melesat kurang dari 1% dalam sehari terakhir.
  • Di antara jajaran aset kripto utama, terdapat nilai Polygon (MATIC) dan Solana (SOL) yang menampilkan performa terbaiknya setelah masing-masing lompat 4,54% dan 7,36% dalam sehari terakhir.
  • Nilai SOL diketahui menguat menyusul proposal Helium yang ingin memindahkan "kediamannya" ke jaringan Solana agar memiliki skalabilitas tinggi dan biaya jaringan yang lebih efisien.
  • Namun di sisi lain, nilai Ether (ETH) justru melemah 2,37% dalam sehari belakangan. Terdapat pula nilai Cardano (ADA) dan Binance Coin (BNB) yang sama-sama lesu kurang dari 1% dalam sehari terakhir.
  • Beberapa nilai aset kripto menguat setelah pelaku pasar melihat bahwa pasar saham AS ternyata justru tampil cemerlang meski mengantisipasi data inflasi AS. Menurut konsensus terakhir, inflasi AS diperkirakan akan mencapai 8,5% secara tahunan di Agustus alias jalan di tempat dibanding sebulan sebelumnya.
  • Asal tahu saja, pelaku pasar selalu berkaca pada saham AS untuk melihat kondisi selera risiko investor secara umum.
  • Sementara itu, khusus Bitcoin, pelaku pasar tampaknya masih mencerna kabar mengenai Microstrategy yang berniat menjual saham sebesar US$500 juta dan akan menggunakannya untuk menambah kelolaan BTC-nya.
  • Kendati begitu, perhatian pelaku pasar kripto sejatinya tengah terpusat pada rencana pembaruan jaringan Ethereum, atau biasa disebut The Merge, yang sedianya akan meluncur pada pekan ini. Meski antisipasi pelaku pasar atas peristiwa itu terbilang tinggi, nilai ETH justru terpeleset pada pagi hari ini.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.725 per ons pada pukul 06.46 WIB, menguat 0,41% dari US$1.717 per ons kemarin.
  • Nilai sang logam mulia semakin berjaya menyusul pelemahan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, pelemahan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Di saat yang sama, pelaku pasar juga menanti perilisan data inflasi AS di Agustus.
  • Jika inflasi Negara Paman Sam tersebut sesuai ekspektasi pasar, maka ada kemungkinan The Fed akan mengerem agresivitas kebijakan moneternya di bulan-bulan berikutnya. Hal itu, tentu saja, akan berdampak positif bagi harga emas ke depan.

Baca Juga: Pluang Pagi: Aset Kripto Masih 'Rebahan' Mengawali Pekan

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait