Pluang+

Biaya

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan

Menakar Siasat Bisnis Microsoft dari Peluncuran Produk Anyar

Waktu baca: 6 menit

Tags
Menakar Siasat Bisnis Microsoft dari Peluncuran Produk Anyar

Microsoft pada Kamis (21/9) mengumumkan serangkaian produk baru ke publik. Lantas, mengapa peristiwa tersebut terbilang penting bagi investor? Simak di sini!

Mengungkap Rentetan Produk Baru Microsoft

Nama perusahaan teknologi Microsoft ($MSFT) sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga publik. Betapa tidak, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut memang terkenal dengan inovasi-inovasi yang digunakan oleh ratusan juta, atau mungkin miliaran, manusia di dunia, sebut saja Microsoft Office, sistem operasi Windows, hingga perangkat video game Xbox.

Namun, merilis produk-produk canggih nan solutif tersebut tidak lantas membuat perusahaan berpuas diri. Microsoft diketahui masih rajin membuat inovasi-inovasi anyar dan melakukan aksi korporasi demi memantapkan posisinya di sektor teknologi, sebuah sektor yang dikenal punya kompetisi sangat ketat.

Salah satu bukti komitmen perusahaan terhadap inovasi terjadi pada pekan ini. Pada Kamis (21/9), Microsoft menghelat sebuah acara di kota New York, AS, demi mengumumkan serangkaian produk barunya.

Memang, antisipasi publik atas perhelatan tersebut tidak setinggi acara tahunan Apple, Apple Event, yang terjadi pada pekan lalu. Namun, bagi investor, peluncuran rangkaian produk anyar tersebut merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu lantaran itu bisa memberi sinyal mengenai arah dan fokus pengembangan produk perusahaan di masa depan.

Lantas, apa saja produk-produk baru yang diumumkan Microsoft di perhelatan tersebut? Yuk, simak selengkapnya!

1. Asisten AI Copilot

Produk baru pertama yang dipamerkan Microsoft dalam acara kemarin adalah Copilot, sebuah perangkat berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang rencananya akan diintegrasikan ke seluruh gawai yang dimotori sistem operasi Windows 11.

Namun pertanyaannya, apa keunikan produk AI satu ini?

Microsoft mengatakan, Copilot sejatinya adalah sebuah asisten virtual “pintar” yang dapat membantu penggunanya untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan secara lebih kilat melalui perangkat berbasis Windows 11. Makanya, tak heran jika Microsoft kemudian berencana untuk memasang asisten maya satu ini di serangkaian platformnya, mulai dari aplikasi Bing, peramban Edge, hingga paket produktivitas Microsoft 365.

Layaknya teknologi AI generatif pada umumnya, Copilot dapat melakukan seluruh instruksi yang disampaikan dalam bentuk teks. 

Sebagai contoh, CEO Satya Nadella kemarin mengatakan bahwa pengguna Microsoft bahkan dapat memesan tiket pesawat hanya dengan menulis instruksi kepada Copilot. Bahkan, jika teknologi ini nantinya diintegrasikan dengan piranti lunak Microsoft Office, maka penggunanya bisa melakukan formulasi dan analisis Excel, menyalin dan menempel tulisan, dan membuat presentasi hanya dengan bermodal instruksi saja.

Untungnya, masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati asisten virtual ini. Sebab, pengguna Windows 11 bisa mulai memanfaatkan Copilot pada Selasa (26/9). Namun, teknologi ini baru akan dipasang di Microsoft 365 pada 1 November mendatang.

Bagi analis dan pelaku pasar, peluncuran Copilot menjadi sinyal bahwa Microsoft sepertinya sangat serius dalam pengembangan, pemanfaatan, dan integrasi teknologi AI di produk-produknya. Sehingga, Microsoft kemungkinan akan terus meluncurkan produk bertipe serupa di masa depan meski antusiasme masyarakat terhadap teknologi AI saat ini tidak “sepanas” awal 2023.

Kemungkinan itu cukup tinggi mengingat Microsoft bisa dibilang adalah salah satu perusahaan yang kesengsem terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI. Sebagai contoh, Microsoft pada awal tahun ini telah mengguyur dana US$13 miliar kepada pencipta teknologi chatbot viral ChatGPT, OpenAI, untuk mendapatkan akses eksklusif terhadap inovasi-inovasi baru berbasis teknologi kecerdasan buatan milik OpenAI di masa depan.

Namun, ibarat peribahasa “ada gula ada semut”, cerahnya prospek teknologi AI juga mengundang raksasa teknologi lainnya untuk mengeruk cuan darinya. Hal itu, tentu berpotensi menggagalkan Microsoft untuk memetik buah manis dari segala upaya yang berkaitan dengan pengembangan teknologi AI.

Raksasa internet Alphabet Inc, misalnya, ternyata juga mengembangkan teknologi AI generatif untuk mesin pencariannya, Google. Tak ketinggalan, jagoan internet China Baidu pun ikut mengembangkan teknologi serupa.

Lantas, apakah Microsoft benar-benar bisa keluar sebagai juara di “pacuan” teknologi AI? Tunggu saja perkembangan berikutnya ya, Sobat Cuan!

2. Laptop Surface

Selain memamerkan Copilot, Microsoft ternyata juga mengumumkan akan merilis tiga seri laptop Surface terbarunya, yakni Surface Laptop Go 3, Surface Laptop Studio 2, dan Surface Laptop Go 4 for Business, pada 3 Oktober 2023 mendatang.

Namun, di antara ketiganya, Surface Laptop Go 3 dan Laptop Studio 2 bisa dianggap sebagai produk yang paling menyita perhatian kalangan pecinta teknologi. Apa alasannya?

Untuk Surface Laptop Go 3, Microsoft memang tidak melakukan permak besar-besaran dari segi tampilannya. Sehingga, secara kasat mata, bentukan komputer jinjing tersebut mirip seperti Surface Go generasi sebelumnya.

Hanya saja, bukan Microsoft namanya kalau tidak jor-joran dari sisi “jeroannya”. 

Meski terlihat bak pinang dibelah dua dengan versi sebelumnya, Laptop Surface Go 3 ternyata memiliki kapasitas RAM 8 Gigabyte (GB), dua kali lipat lebih besar dari generasi sebelumnya, dan menggunakan prosesor Intel Core i5 generasi 12 yang dianggap bisa memproses data dengan sangat kencang. 

Selain itu, kombinasi laptop dan tablet ini juga menggunakan versi terbaru Windows 11 sebagai sistem operasi bawaannya, sehingga pemiliknya bisa langsung memanfaatkan Copilot tepat di hari pertama penggunaannya.

Berbeda dengan Surface Laptop Go 3, Surface Laptop Studio 2 justru mengalami perubahan tampilan jika dibanding dengan versi sebelumnya. 

Pada piranti keras laptop tersebut, Microsoft rupanya menambahkan colokan USB-A di sisi kiri dan MicroSD di sisi kanannya, sebuah fitur yang tidak terdapat di versi laptop Studio sebelumnya. Selain itu, Microsoft juga memperbaiki tingkat respons bantalan sentuh (touchpad) laptop Studio 2 agar pengguna awam bisa menggunakannya dengan mudah.

Tak ketinggalan, Microsoft juga melengkapi laptop ini dengan prosesor Intel Core i7 dan Graphic Processing Unit (GPU) terbaru Nvidia, yakni RTX 4050 atau RTX 4060. Sehingga, laptop ini bisa menjadi gawai alternatif, atau bahkan unggulan, bagi mereka yang berkutat di penciptaan media dan konten.

Bagi analis dan pelaku pasar, peluncuran laptop ini membuktikan bahwa Microsoft masih menaruh harapan terhadap laptop Surface meski pertumbuhan penjualannya terbilang “suam-suam kuku” dalam satu dekade terakhir. 

Namun, di saat yang sama, laptop ini juga menjadi buah karya terakhir dari direktur produk Microsoft sekaligus otak di balik laptop Surface Panos Panay yang memutuskan angkat kaki dari perusahaan pada Senin (18/9) setelah mengabdi 20 tahun lamanya di Microsoft. 

Hal ini pun membuat analis melempar satu pertanyaan: Apakah Microsoft bakal tetap setia dalam mengembangkan laptop Surface selepas ditinggal Panay?

Analisis

Surface telah menjadi salah satu produk Microsoft ($MSFT) yang paling sukses. Perangkat Surface berkontribusi pada segmen More Personal Computing Microsoft, yang berkontribusi sekitar 25% dari pendapatan perseroan dan mencakup lisensi OEM Windows, konsol permainan (Xbox), dan layanan pencarian Bing. Walaupun penjualan Surface turun pada tahun ini, peningkatan fitur hingga kapasitas pada produk terbaru yang dirilis diharapkan bisa mendongkrak pendapatan perseroan.

Setelah peluncuran Surface dan pengenalan Artificial Intelligence (AI) Copilot, prospek Microsoft tampak cerah. AI Copilot, bersama dengan produk AI lainnya, diharapkan memiliki dampak positif pada bisnis Microsoft. Fokus perusahaan pada layanan AI dan solusi berbasis awan sejalan dengan permintaan yang semakin meningkat untuk teknologi-teknologi ini. Microsoft secara aktif mengintegrasikannya di berbagai industri dan solusi, termasuk Dynamics 365 Copilot, Cloud for Sustainability, Cloud for Healthcare, dan lainnya.

Peluang pertumbuhan bagi produk AI Microsoft, seperti AI Copilot, masih sangat signifikan. Pasar AI diprediksi tumbuh dengan CAGR mencapai 39% menurut Precedence Research. AI Copilot Microsoft juga telah diadopsi di berbagai institusi terkemuka seperti Airbnb, Dell, Scandinavian Airlines, Coca-Cola, GM, Duolingo, dan Mercado Libre.

Dengan fokus perusahaan pada integrasi AI ke dalam solusinya dan kehadiran yang kuat di pasar, Microsoft berada dalam posisi yang baik untuk terus meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan profitabilitas. Konsensus Analis memberikan fair value harga saham MSFT di angka US$ 392,88 dengan potensi kenaikan sebesar 34% dalam setahun kedepan.

Transaksi Saham MSFT di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!




Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait