Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG Tahan Banting, LUNC Masih Unjuk Taring!

Selamat sore, Sobat Cuan! IHSG kembali sukses unjuk gigi sementara nilai Terra Classic (LUNC) kian tokcer. Apa yang terjadi? Simak di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menampilkan performa apiknya. Pada sesi perdagangan Selasa (6/9), ia menutup diri di level 7.233 poin atau menguat 0.02% dibanding kemarin.

Langit di atas IHSG terbilang cerah sejak awal perdagangan. Bahkan, nilai sang indeks domestik sempat menembus 7.287 poin sebelum akhirnya melandai kembali.

Kali ini, gerak lincah saham-saham batu bara kembali menjadi obat kuat bagi keperkasaan IHSG pada hari ini. Lihat saja, nilai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang masing-masing menguat 9,64% dan 3,82%.

Selain sektor batu bara, nilai saham sektor minyak dan gas pun ikut moncer. Ambil contoh nilai saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang menguat 7,97% pada hari ini.

Performa saham-saham tersebut kian mantap setelah harga batu bara dan gas alam melesat. Bahkan, harga batu bara di pasar Newcastle sempat menyentuh rekor tertingginya US$462 per ton.

Hal ini terjadi setelah perusahaan gas Rusia Gazprom mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan gas Eropa pada Sabtu (3/9).

Tadinya, Gazprom menyebut itu sebagai konsekuensi atas pemeliharaan jaringan pipa distribusi yang dimiliki perseroan. Namun belakangan, pejabat Rusia mengakui aksi tersebut merupakan aksi balas dendam Rusia terhadap sanksi ekonomi yang dijatuhkan Eropa ke Negara Beruang Merah tersebut.

Lebih lanjut, meski perjalanan IHSG terbilang mulus, namun lajunya melorot mendekati akhir sesi perdagangan setelah pelaku pasar melakukan aksi jual atas saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Alhasil, nilai saham TLKM pun peyot 2,38% hari ini.

Baca Juga: Pluang Pagi: Saham AS Libur, LUNC & LUNA Ketiban Nasib Mujur!

Pasar Kripto

Kondisi pasar kripto cenderung membaik dibanding pagi hari. Melansir Coinmarketcap pukul 15.18 WIB, 10 naset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Secara umum, sentimen yang mengerubungi pasar kripto hari ini cenderung sepi. Maklum, pelaku pasar memilih tak beraktivitas mumpung AS memasuki libur hari buruh yang jatuh pada Senin (5/9).

Untungnya, pasar kripto tak berguguran lantaran muncul kabar baik dari jaringan Ethereum.

Ternyata, aktivitas jaringan di Ethereum meningkat pesat menjelang pembaruan jaringan Ethereum, atau disebut The Merge. Menurut data terakhir, saat ini jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum berada di atas 204,6 juta, hampir menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa yakni 205 juta alamat aktif.

Nah, kabar itulah yang menyebabkan nilai ETH terlihat mentereng pada hari ini. Tak ketinggalan, nilai koin fork jaringan Ethereum, Ethereum Classic (ETC), juga tumbuh fantastis 25,91% dalam sehari terakhir.

Namun, selain perkara The Merge, nilai ETC juga melesat berkat aksi platform blockchain explorer dan pool penambangan kripto, BTC.com, meluncurkan pool khusus bagi ETC berbiaya gratis untuk tiga bulan ke depan plus tingkat hash rate ETC yang menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa.

Selain itu, pelemahan nilai indeks Dolar AS juga membawa berkah bagi pasar kripto. Asal tahu saja, nilai indeks sang aset greenback pada pukul 14.00 WIB berada di level 109,5 atau melemah 0,37% dalam sehari terakhir.

Adapun bintang utama pasar kripto hari ini jatuh ke duet koin jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), yang masing-masing melesat 64,63% dan 14,92% dalam 24 jam terakhir.

Nilai keduanya lompat setelah platform Binance dan Kucoin dikabarkan bakal memungkinkan pembakaran LUNC mulai Senin (12/9). Jika aktivitas ini benar-benar terjadi, maka suplai LUNC di pasaran diramal menyusut 1,2%. Sesuai hukum ekonomi, penurunan suplai tentu akan berdampak baik bagi harga aset kripto.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Kebijakan BBM Bikin IHSG Melambung, Kripto Malah Linglung

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait