Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Investor Antisipasi Bunga Fed, IHSG & Kripto 'Korslet'

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bersorak hari ini meski mencetak rekor penutupan tertingginya kemarin. Namun, sang indeks domestik tak perlu bersedih, sebab ada pasar kripto yang menemani nasib apesnya di waktu yang sama. Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, simak ulasannya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Pelaku Pasar 'Wait and See', IHSG Pucat Pasi

IHSG undur diri dari sesi perdagangan Selasa (15/3) di level 6.918,18 poin alias melemah 0,49% dibanding kemarin. Dengan demikian, IHSG gagal menginjak level psikologis 7.000 setelah kemarin menyentuh rekor penutupan tertingginya sepanjang masa.

Ironisnya, IHSG sempat memberikan secercah harapan ketika menyentuh level 6.996,32 poin di tengah sesi perdagangan. Namun, apa daya, nilai sang indeks domestik ternyata berbalik arah dan menyandang status Pemberi Harapan Palsu (PHP) pada perdagangan hari ini.

Untungnya, IHSG tak meratapi nasibnya sendirian mengingat kawan-kawannya di kawasan Asia mengalami kondisi serupa. Tengok saja nilai indeks saham Shang Hai dan Kospi Korea Selatan yang masing-masing lunglai 2,6% dan 0,59% pada hari ini. Bahkan, nilai indeks saham Hong Kong malah terkapar lebih parah 4,97% di waktu yang sama.

Pelaku pasar seantero Asia sepertinya masih kurang pede untuk menginjakkan kaki di pasar modal. Pasalnya, mereka mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed, yang sedianya bakal diumumkan di rapat Komite Pasar Federal Terbuka (FOMC) Kamis mendatang.

Untungnya, pelemahan indeks saham domestik tak begitu parah berkat kinclongnya data neraca perdagangan Indonesia pada Februari. Terlebih, moncernya data tersebut didorong oleh performa apik ekspor komoditas tambang dan energi.

Data tersebut bikin pelaku pasar optimistis bahwa reli harga komoditas tampaknya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I. Nah, prospek ekonomi yang menawan tersebut membuat pelaku pasar agak yakin untuk tetap berkubang di pasar modal dalam negeri.

IHSG Kurang Cantik, Asing Masih Borong Saham Domestik

Kinerja IHSG yang memble tak menyurutkan niat pelaku pasar untuk memborong saham domestik. Hal ini tercermin dari nilai beli bersih investor yang jumbo sebesar Rp2,73 triliun di pasar reguler hari ini.

Kali ini, pelaku pasar asing terlihat getol mengoleksi saham-saham berkapitalisasi pasar besar. Mereka paling banyak memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp857,3 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga membeli saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masing-masing Rp622,4 miliar dan Rp466,7 miliar.

Saking fokusnya melahap saham domestik, investor asing sampai-sampai melepas saham domestik dengan nilai yang cukup mini. Sebagai contoh, pelaku pasar hari ini paling banyak melepas saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Namun, nilai jualnya pun hanya Rp26,2 miliar.

Baca juga: Pluang Pagi: Aset Kripto Perlahan Tumbuh Kala Saham AS Runtuh

Aset Kripto

Tak hanya di pasar domestik, situasi sendu juga terlihat di pasar kripto. Melansir Coinmarketcap pukul 17.15 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih mendarat di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) bertengger di US$38.677,12 per keping alias melemah 1,07% dalam 24 jam terakhir. Nilai Ether (ETH) juga mengekor BTC setelah amblas 2,26% di waktu yang sama.

Nasib altcoin lainnya pun terbilang "sebelas-dua belas". Nilai XRP turun 2,65% dalam sehari terakhir, sementara nilai Terra (LUNA) dan Cardano (ADA) masing-masing terjatuh 2,73% dan 2,18% di waktu yang sama.

Kemudian, nilai Solana (SOL), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) juga tak berdaya setelah runtuh 2,59%, 5,38%, dan 2,75% dalam sehari terakhir.

Baca juga: Rangkuman Kabar: China Kembali Lockdown, Produksi Nikel RI Naik Daun

Sentimen Kripto Hari Ini

Para analis sejatinya sudah mengantisipasi lesunya pasar kripto sore ini. Pasalnya, aset kripto memang masih labil akibat aksi pelaku pasar yang masih wait and see terhadap keputusan kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Rencananya, The Fed akan mengerek suku bunga acuannya untuk pertama kalinya tahun ini pada rapat FOMC Kamis (17/3) mendatang.

Namun, nampaknya pelaku pasar sudah keburu cemas dengan kenaikan suku bunga The Fed yang bakal terlalu agresif pada tahun ini.

Kecemasan mereka berhulu dari nilai indeks swap overnight AS yang kini sudah bertengger di level 1,85%, meroket jauh ketimbang posisi Desember yakni 0,08%.

Sekadar informasi, indeks swap overnight adalah transaksi di mana dua pelaku pasar menukarkan instrumen berbunga overnight dengan instrumen berbunga tetap. Nah, nilai indeks swap overnight merupakan tingkat bunga yang disepakati antara kedua belah pihak ketika melakukan aktivitas tukar-menukar tersebut.

Pelaku pasar biasanya menggunakan pertumbuhan indeks swap overnight sebagai indikasi kenaikan suku bunga. Nah, berkaca pada pertumbuhan indeks swap overnight di atas, pelaku pasar meyakini bahwa The Fed bisa saja mengerek suku bunga acuannya tujuh kali hingga akhir tahun ini.

Analis menduga, data tersebut membuat pelaku pasar buru-buru minggat dari pasar kripto dan bergerak menuju pasar aset yang lebih aman. Aksi panic selling itulah yang diduga membuat pasar kripto kompak terjerumus ke zona merah sore ini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait