Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Kabar: Surplus Dagang RI Bejibun, Rusia Makin Gak Dikasih Ampun

Selamat sore, Sobat Cuan! Rangkuman Kabar kembali hadir dengan berbagai kabar pilihan pada Selasa (15/3), di antaranya mengenai RI yang kembali sukses mencetak surplus dagang dan Rusia yang lagi-lagi kena sanksi bertubi!

Rangkuman Kabar Domestik

1. Berkat Barang Tambang, Surplus Dagang RI Melonjak di Februari

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Februari terbilang surplus US$3,83 miliar. Angka tersebut melebihi capaian bulan sebelumnya yakni US$930 juta.

Dengan demikian, maka Indonesia berhasil membukukan surplus neraca perdagangan selama 22 bulan berturut-turut.

Indonesia sukses mencatat surplus neraca dagang setelah nilai ekspornya melebihi nilai impornya. Sekadar informasi, Indonesia membukukan ekspor US$22,03 miliar dan impor US$17,23 miliar pada bulan lalu.

Moncernya nilai ekspor Indonesia didorong oleh dua sektor industri utama, yakni migas dan pertambangan. Maklum, harga komoditas energi memang terpantau kompak meroket sepanjang Februari.

Apa Implikasinya?

Pertumbuhan surplus dagang Indonesia akan menambah pundi-pundi cadangan devisa dalam negeri, yang sangat berguna untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) tentu akan melakukan intervensi pasar valuta asing menggunakan cadangan devisa agar kurs Rupiah tetap stabil.

2. Utang Luar Negeri Indonesia Turun Tipis di Januari. Kenapa?

Bank Indonesia (BI) menyebut, utang luar negeri Indonesia terbilang di angka US$413,6 miliar atau Rp5.938,4 triliun per akhir Januari 2022 lalu. Angka ini terbilang melandai 1,7% dibanding sebulan sebelumnya US$415,3 miliar.

Merosotnya nilai utang luar negeri Indonesia disebabkan oleh menurunnya utang luar negeri pemerintah maupun sektor swasta.

Diketahui, posisi utang pemerintah dari luar negeri terbilang US$199,3 miliar pada Januari alias turun 5,4% dibanding sebulan sebelumnya US$200,2 miliar. Sementara itu, utang swasta luar negeri Indonesia pada Februari tercatat US$205,3 miliar atau turun 0,8% dibanding Januari US$206,1 miliar.

Apa Implikasinya?

Merosotnya total utang outstanding luar negeri Indonesia, baik utang pemerintah dan swasta, tentu akan berimplikasi baik bagi ekonomi domestik.

Turunnya nilai utang luar negeri pemerintah akan membuat beban pembayaran bunga utang di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin merosot ke depan. Sehingga, pemerintah bakal punya ruang fiskal yang lebih lega untuk melakukan belanja yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan punya efek pengganda ekonomi besar.

Sementara itu, turunnya nilai utang luar negeri swasta juga akan menciutkan beban bunga sektor swasta ke depan. Implikasinya, sektor swasta bisa punya ruang anggaran yang lebih untuk mengekspansi bisnisnya.

Baca juga: Pluang Pagi: Aset Kripto Perlahan Tumbuh Kala Saham AS Runtuh

Rangkuman Kabar Mancanegara

1. Uni Eropa Batal Larang Aktivitas Berbau BTC cs

Uni Eropa berpeluang besar tidak jadi melarang aktivitas yang berkaitan dengan aset kripto berbasis proof of work, seperti Bitcoin (BTC), di benua biru tersebut. Kemungkinan itu muncul setelah Komisi Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa sepakat untuk tidak meloloskan satu versi draf regulasi kripto Eropa bertajuk Markets in Crypto Assets (MiCA) yang memuat ketentuan tersebut.

Sebagai gantinya, parlemen Uni Eropa meloloskan dan berkomitmen membahas lebih lanjut satu versi draf lain dari regulasi tersebut. Nah, draf beleid yang diloloskan parlemen Uni Eropa ini meminta Komisi Eropa untuk memasukkan kegiatan pertambangan kripto sebagai salah satu upaya berkelanjutan di benua Eropa.

Apa Implikasinya?

Sikap Uni Eropa tersebut diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi adopsi kripto berbasis proof of work di benua Eropa. Hal itu, tentu saja, akan menjadi motor penggerak utama harga aset kripto proof of work seperti BTC ke depan.

2. Sanksi Rusia Nambah, Warga Rusia Gak Boleh Beli Barang 'Wah' dari Uni Eropa!

Uni Eropa dikabarkan tengah menyusun sanksi terbaru bagi Rusia setelah negara tersebut tidak mau angkat kaki dari Ukraina. Menurut draf sanksi yang didapat Bloomberg, Uni Eropa rencananya gak lagi-lagi menjual barang mewah senilai lebih dari 300 Euro kepada warga Rusia.

Blok politik tersebut rencananya juga melarang negara-negara Uni Eropa untuk menjual mobil mewah, kapal pribadi, dan pesawat pribadi senilai lebih dari 50.000 Euro ke warga Rusia. Dengan demikian, maka warga tajir Rusia tidak bisa mengoleksi mobil wah seperti Audi, BMW, Mercedes Benz, Ferrari, dan Porsche.

Apa Implikasinya?

Pelaksanaan sanksi ekonomi ke Rusia yang bertubi-tubi diharapkan mampu menekan Rusia menghentikan invasinya ke Ukraina. Jika itu terjadi, tentu prospek pertumbuhan ekonomi dunia ke depan akan lepas dari ketidakpastian.

Namun, kebijakan ini tentu akan menekan kinerja ekspor barang mewah Uni Eropa. Sementara itu, pertumbuhan ekspor sekecil apapun tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi Eropa. Menumbuhkan ekonomi menjadi penting setelah Uni Eropa kini terjebak dalam situasi stagflasi, yakni kondisi di mana kenaikan inflasi tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonominya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: CNN Indonesia, CNN Indonesia, Cointelegraph, Bloomberg

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait