Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Apa Saja 8 Contoh Globalisasi di bidang Ekonomi?

Apa Saja 8 Contoh Globalisasi di bidang Ekonomi?

3 Aug 2023, 6:05 AM·READING_TIME
Kategori
Contoh Globalisasi di Bidang Ekonomi

Hampir semua negara tak bisa mengelak dari globalisasi ekonomi. Namun, apa saja beberapa contoh globalisasi di bidang ekonomi?

Apa Itu Globalisasi Ekonomi?

Globalisasi ekonomi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan peningkatan integrasi ekonomi antar negara di dunia melalui perdagangan barang dan jasa, arus modal, hingga transfer teknologi.

Dalam hal ini, integrasi ekonomi terbagi atas dua jenis, yakni integrasi dalam bentuk barang dan layanan.

Integrasi barang mencakup produksi dan penjualan produk beserta suku cadang lintas negara. Sementara itu, integrasi layanan mencakup pergerakan tenaga kerja asing dan pertumbuhan penyedia layanan internasional.

Globalisasi ekonomi dapat terjadi karena semakin canggihnya teknologi, komunikasi, dan transportasi yang membuat pergerakan barang, jasa, dan modal jadi lebih cepat dan efisien dibanding sebelumnya. Selain itu, seiring keterbukaan arus informasi dan perdagangan lintas batas, kini hampir setiap negara di dunia tidak bisa mengelak dari yang namanya globalisasi ekonomi.

Hanya saja, seperti apa contoh globalisasi di bidang ekonomi yang terjadi di satu negara?

Baca Juga: Mengenal Definisi Ekonomi Maritim dan Contohnya

Contoh Globalisasi di Bidang Ekonomi

1. Maraknya Perusahaan Multinasional

Salah satu contoh globalisasi di bidang ekonomi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah maraknya perusahaan multinasional seperti Coca-Cola, McDonalds, dan lainnya. Mengapa demikian?

Melalui globalisasi, khususnya perdagangan lintas batas, perusahaan multinasional tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan bisnis di negara lain. Selain itu, mereka pun bisa lebih mudah menjangkau basis konsumen baru yang belum pernah mereka jamah sebelumnya.

Di samping itu, kehadiran perusahaan multinasional di satu negara juga bisa menghindarkan mereka dari berbagai kebijakan pembatasan perdagangan ketika ingin mengekspor produksinya dari negara asal ke negara lain.

2. Penanaman Modal Asing

Globalisasi di bidang ekonomi membuat semakin mudahnya perusahaan maupun individu melakukan investasi asing atau penanaman modal ke luar negeri.

Dalam hal ini, perusahaan atau individu di luar negeri dapat mendanai bisnis di seluruh dunia, misalnya seperti membeli tanah, bangunan, atau aset di negara lain untuk mendirikan bisnis.

Penanaman modal asing memiliki berbagai keuntungan bagi negara tujuan, seperti penambahan penyerapan tenaga kerja hingga membantu pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Apa 7 Keuntungan dan Kerugian Investasi Asing di Dalam Negeri?

3. Perpindahan Basis Manufaktur ke Luar Negeri

Sobat Cuan mungkin pernah mendengar kabar bahwa Apple ingin menjadikan India sebagai basis produksi iPhone miliknya. Atau mungkin kabar mengenai bahwa Tesla ingin mendirikan pabrik baterai lithium di Indonesia. Nah, ini merupakan contoh globalisasi di bidang ekonomi.

Dengan kehadiran globalisasi ekonomi, satu perusahaan bisa memindahkan basis produksinya dari satu negara ke negara lain. Alasannya pun beragam, mulai dari atas alasan efisiensi, mendekatkan diri ke bahan baku, atau meningkatkan basis pelangannya.

4. Maraknya Tenaga Kerja Asing

Melalui globalisasi ekonomi, tenaga kerja asing dapat dengan mudah ditemukan di sebuah negara. Mereka yang memiliki keterampilan sesuai permintaan dapat menemukan pekerjaan di seluruh dunia.

5. Bangkitnya Kota-Kota Hub Ekonomi

Contoh globalisasi di bidang ekonomi lainnya adalah bangkitnya beberapa kota yang menjadi hub ekonomi. Mengapa demikian?

Seperti yang telah disinggung, globalisasi membuat negara di dunia saling terhubung. Hal ini menyebabkan tiap negara mengembangkan keahlian mereka dalam bidang tertentu untuk meningkatkan produktivitas pada beberapa sektor ekonomi tertentu.

Sebagai contoh, kota New York di AS dan London di Inggris kini dikenal sebagai pusat keuangan global. Sementara itu, kota Paris di Perancis kini dikenal sebagai kiblat mode dunia. Bergabungnya pelaku industri di satu wilayah tertentu tak hanya meningkatkan produktivitas, namun juga inovasi dan kolaborasi antar pelaku usahanya.

6. Siklus 'Boom and Bust' di Seluruh Dunia

Siklus Boom and Bust adalah proses ekspansi dan kontraksi ekonomi yang terjadi secara berulang. Dalam globalisasi ekonomi, jika satu negara mengalami resesi, maka akan berdampak pada negara lain yang berhubungan.

Misalnya, The Great Depression dan Krisis Keuangan Global adalah dua contoh di mana masalah ekonomi di satu bagian dunia dapat menyebabkan kesengsaraan ekonomi di bagian lainnya.

7. Perkembangan Teknologi dan Inovasi

Tak semua negara punya kemampuan untuk mengembangkan teknologi. Namun, berkat globalisasi ekonomi, masyarakat yang tadinya tak punya akses teknologi kini bisa menikmatinya.

Ambil contoh teknologi internet. Memang, teknologi tersebut diciptakan dari pengembangan yang dilakukan di negara-negara maju. Namun, berkat globalisasi ekonomi, negara-negara lain dapat memiliki gawai dan akhirnya bisa menikmati internet.

8. Peningkatan Akses Pasar

Melalui globalisasi, akses pasar menjadi lebih terbuka dan produsen dapat dengan mudah menjual produknya ke pasar internasional. Terbukanya pasar internasional, dapat meningkatkan penjualan dan memaksimalkan potensi bisnis.

Baca Juga: Apa Saja 11 Pengaruh Kreativitas bagi Kehidupan Ekonomi?

Keuntungan Globalisasi dalam Bidang Ekonomi

Kehadiran dan contoh globalisasi dalam bidang ekonomi di atas dapat memberikan beberapa dampak positif, di antaranya:

  1. Mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya pada negara berkembang.
  2. Membuka lapangan pekerjaan.
  3. Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan karena telah mendapatkan pendapatan.
  4. Meningkatkan kemakmuran pada warga negara yang terdampak.
  5. Mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.
  6. Meningkatkan pendapatan perkapita global.
  7. Meningkatkan variasi atas komoditi barang dan jasa di suatu negara guna memenuhi permintaan.
  8. Mendorong transfer teknologi dan ide.

Baca juga: Apa Itu FDI dan Apa 5 Manfaatnya bagi Indonesia?

Kerugian Globalisasi dalam Bidang Ekonomi

Selain keuntungan, globalisasi dalam bidang ekonomi juga dapat memberikan kerugian. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Hilangnya lapangan pekerjaan pada industri manufaktur di negara maju.
  2. Meningkatnya eksploitasi sumber daya manusia di negara berkembang seperti rendahnya upah tenaga kerja.
  3. Menyebabkan ketergantungan internasional.
  4. Banyak perusahaan pindah ke luar negeri untuk menghindari pajak.
  5. Perubahan iklim.
  6. Kerusakan lingkungan akibat proses produksi hingga konsumsi.
  7. Kualitas produk lebih rendah.
  8. Meningkatnya ketimpangan pendapatan.
  9. Sulit memastikan keamanan saat bekerja atau bertransaksi karena ruang lingkup pasar semakin besar.
  10. Meningkatnya sensitifitas dan instabilitas ekonomi terhadap beberapa fenomena seperti terorisme dan perang antar negara.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: HelpfulProfessor, WITA

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1