Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Daily News - Crypto 15 November 2023
shareIcon

Daily News - Crypto 15 November 2023

15 Nov 2023, 8:20 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Daily News - Crypto 15 November 2023

Harga Bitcoin & Ether turun akibat "Uptober" efek mulai turun hingga Stablecoin jadi tantangan ETF Bitcoin, tersaji dalam daily news berikut!

Berikut rangkuman kabar dari jagat kripto, Rabu (15/11).

1. 'Uptober' Efek Mulai Luntur?

  • Harga Bitcoin ($BTC) mengalami penurunan sebesar 4% menjadi US$35.000 per unit dalam 24 jam terakhir, hari ini. Tak hanya Bitcoin, Ether ($ETH) juga turun 6% ke level US$2.000 per unit.
  • Akumulasi secara keseluruhan nilai likuidasi dana investasi di industri kripto mencapai US$307 juta dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini merupakan likuidasi terbesar yang menimpa industri kripto sejak 17 Agustus lalu.
  • Likuidasi terjadi ketika bursa terpaksa mengeksekusi posisi perdagangan dengan leverage lantaran kehilangan porsi margin perdagangan. Likuidasi berjenjang bisa memperburuk volatilitas harga.
  • Menurut data dari CoinGlass, kerugian terbesar dari likuidasi yang baru saja berlangsung tersebut dialami oleh trader BTC, dengan estimasi sebesar US$133 juta. Selanjutnya, trader ETH juga diperkirakan rugi sekitar US$70 juta.
  • Analis JP Morgan mengatakan kenaikan harga kripto beberapa minggu terakhir memang berlebihan. Berangkat dari optimisme berlebihan, trader dan investor tergiur pada peluang cuan besar dari kenaikan permintaan jika Exchange-Traded Funds (ETF) Spot disetujui oleh SEC.

Transaksi Coin BTC di Sini!

2. Data Inflasi AS Dorong Penguatan BTC

  • Meski terimbas aksi likuidasi dana para investor, BTC sempat mengalami penguatan sebesar 1% pasca pengumuman data inflasi Amerika Serikat.
  • Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober melambat jadi 3,2% yoy. Angka ini turun dari 3,7% di bulan September.
  • Penurunan tingkat inflasi AS menjadi katalis positif yang membuat harga BTC meneyntuh level US$36.700 per unit atau sekitar Rp576,3 juta. Meskipun kondisi ini tidak berlangsung lama. BTC terpantau kembali susut ke level US$35.664 per unit setelah euforia mereda.

3. Wallet FTX Semangat Obral Solana

  • Wallet digital terafiliasi bursa yang sudah bangkrut, FTX, terus mengobral kepemilikan aset Solana ($SOL) sepanjang periode reli yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Saat ini, SOL telah mengalami apresiasi sebesar 166% dalam sebulan menjadi US$58,33 per unit.
  • Analisis on-chain PeckShield mencatat alamat terkait FTX telah mentransfer 250.000 SOL senilai US$13,5 juta. Tak hanya SOL, alamat tersebut juga mentransfer 4 juta USDT ke bursa kripto Binance dan firma trading Wintermute.
  • Wallet tersebut saat ini berada dibawah kendali kelompok debitur yang bertugas menangani proses likuidasi aset pasca FTX dinyatakan bangkrut. Proses transfer aset dari wallet FTX ke bursa lain mengindikasikan adanya upaya penjualan token di pasar terbuka.

Transaksi Coin XRP di Sini!

4. Panen Raya USDT Sita Perhatian Investor

  • Tether ($USDT) telah menambang 22,75 miliar USDT dalam setahun terakhir. Panen raya tersebut tersebut dilakukan di dua blockchain utama stablecoin ini, yakni Tron dan Ethereum.
  • Tak hanya membakar, Tether juga melenyapkan sebagian suplai tokennya lewat mekanisme 'burning token'. Tercatat, sepanjang tahun ini Tether sudah membakar 3,2 juta unit USDT di bulan Juni dan 1,2 juta unit USDT di bulan Agustus.
  • CEO Tether Paolo Ardonio menyebut sesi panen raya kali ini merupakan langkah untuk mengisi kembali inventaris USDT yang makin banyak digunakan. Kendati, pola penerbitan besar-besaran yang dilancarakan USDT menyita perhatian komunitas kripto.
  • Sejumlah pengamat mengaitkan aktivitas ekspansif Tether dengan keruntuhan Silicon Valley Bank pada Maret 2023. Spekulasi ini tentu dibantah langsung oleh Tether yang berkukuh bisnisnya patuh terhadap regulasi yang berlaku.
  • Salah satu upaya Tether dalam meningkatkan transparansi USDT ulah rencana proyek transformatif yang bertujuan untuk memajukan industri web2 dan memperkenalkan fitur 'a real-time proof-of-reserves'.

Transaksi Coin USDT di Sini!

5. Proposal Palsu ETF Spot XRP Masuk Investigasi kehakiman Delaware

  • Departemen Kehakiman Delaware tengah menyelidiki proposal ETF Spot XRP palsu yang mengatasnamakan firma investasi terkemuka, Blackrock. Proposal palsu tersebut hingga saat ini masih muncul di laman resmi miliki Departemen Luar Negeri Delaware Divisi Kehakiman.
  • Proposal palsu tersebut muncul selang beberapa jam pasca pengajuan BlackRock atas ETF Spot Ether, kemarin.
  • Meski sudah mendapat perhatian hukum, kasus tersebut mencuatkan pertanyaan seputar tingkat kredibilitas proposal. Pasalnya, pengajuan palsu dari entitas yang meniru firma investasi sebesar BlackRock tersebut berhasil lolos hingga terpampang pada laman resmi departemen.
  • Selama ini, terdapat tujuh langkah yang harus diselesaikan oleh entitas bisnis agar dapat meloloskan proposal ajuannya kedalam daftar antrian di laman resmi departemen.

Transaksi Coin XRP di Sini!

6. BlackRock Sebut Volatilitas Stablecoin Jadi Tantangan ETF Bitcoin

  • BlackRock merinci tantangan volatilitas stablecoin terhadap pasar Bitcoin sebagai potensi ancaman buat produk ETF Spot Bitcoin yang menyita perhatian publik. Pengungkapan ini tercantum dalam dokumen publik yang diserahkan kepada badan pengawas.
  • Harga stablecoin yang volatile berdampak langsung terhadap pasar Bitcoin yang menjadi komoditas dalam produk derivatif andalan mereka, yakni ETF.
  • BlackRock merinci data historis berbagai kasus yang menimpa Tether dan Circle sebagai developer dari dua stablecoin terkemuka, yakni USDT dan USDC. Termasuk pinalti yang harus dibayar Tether pada tahun 2021 dan settlement senilai US$42,5 juta yang diabayarkan Tether kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas klaim cadangan dolar yang memadai.
  • Selain perkara hukum, faktor moneter juga memengaruhi harga stablecoin. USDC sempat merosot di bawah kisaran US$1 per unit pada Maret 2023 saat perbankan Amerika Serikat mengalami gonjang-ganjing.
  • Faktor eksternal maupun internal yang meningkatkan volatilitas stablecoin yang idealnya stabil. Tiap kali USDC maupun USDT volatile, performa aset kripto yang banyak diperdagangkan di pairing pool ikut terdampak, tak terkecuali Bitcoin.

Transaksi Coin USDC di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
daily news
Daily News - 28 Agustus 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1