Bagaimana Cara Kerja Perpetual Trading di Pluang?
Kontrak perpetual di Pluang dihargai menggunakan Mark Price — harga rata-rata tertimbang yang dihitung dari berbagai exchange kripto global — dan angka inilah, bukan harga transaksi terakhir, yang menentukan unrealized profit-and-loss kamu dan yang memicu likuidasi. Funding rate kemudian dipertukarkan antara pemegang posisi long dan short setiap 8 jam untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga spot yang mendasarinya. Berbeda dengan trading spot yang hanya untung saat harga naik, perpetual trading memungkinkan kamu untung baik saat harga naik maupun turun lewat posisi long atau short, dan karena Pluang hanya menawarkan kontrak perpetual, tidak ada tanggal kedaluwarsa yang memaksa kamu menutup atau roll over posisi. Jika dikelola dengan cermat, kombinasi penetapan harga berkelanjutan dan potensi profit dua arah inilah yang membedakan kontrak perpetual dari kontrak futures tradisional bertanggal.
Bagaimana harga kontrak perpetual dijaga tetap sejalan:
Mark Price dihitung sebagai harga rata-rata tertimbang dari berbagai exchange kripto global, dan angka inilah yang digunakan untuk perhitungan unrealized profit-and-loss serta pemicu likuidasi — berbeda dari harga transaksi terakhir (last price) di Pluang, yang hanya mencerminkan transaksi paling baru yang tereksekusi. Mekanisme funding rate, yang dipertukarkan setiap 8 jam, kemudian secara berkala mendorong harga kontrak mendekati harga spot yang mendasarinya, yang memungkinkan kontrak perpetual diperdagangkan tanpa batas waktu karena tidak pernah kedaluwarsa.
Dua jenis posisi:
1. Posisi long
Kamu membuka posisi long ketika memperkirakan harga kripto akan naik. Ketika harga naik, kamu menutup posisi untuk merealisasikan profit; jika harga justru turun, posisi yang sama berubah menjadi rugi.
2. Posisi short
Short adalah kebalikan dari long. Kamu membuka posisi short ketika memperkirakan harga akan turun — kamu tidak perlu meminjam atau memiliki aset kriptonya, karena short adalah kontrak yang nilainya naik saat harga turun. Saat kamu kemudian menutup short di harga yang lebih rendah dari harga saat kamu membukanya, selisih harga keduanya menjadi profit kamu.
Karena kedua arah bisa menghasilkan profit dan kontrak tidak kedaluwarsa, perpetual trading menawarkan potensi keuntungan baik di pasar bullish maupun bearish, selama margin dan posisi kamu dikelola dengan cermat dan kamu memantau Margin Level untuk tanda-tanda risiko likuidasi.
Pertanyaan terkait:
Q: Untuk apa Mark Price digunakan dalam perpetual trading?
Mark Price digunakan untuk menghitung unrealized PnL dan memicu likuidasi. Ini adalah harga rata-rata tertimbang dari berbagai exchange global, yang membuatnya berbeda dari harga transaksi terakhir di Pluang. Karena likuidasi dipicu berdasarkan Mark Price, bukan transaksi terakhir yang tereksekusi, lonjakan mendadak di satu exchange saja tidak otomatis memaksa posisi kamu tertutup. Perbedaan ini paling terasa saat volatilitas tinggi, ketika lonjakan harga sesaat di satu exchange saja berpotensi memicu likuidasi yang sebenarnya tidak perlu jika harga hanya mengandalkan satu sumber.
Q: Apakah kontrak perpetual di Pluang memiliki tanggal kedaluwarsa?
Tidak. Kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, berbeda dari kontrak futures tradisional yang settle di tanggal tertentu. Ini satu-satunya jenis kontrak yang ditawarkan Pluang, jadi setiap posisi Crypto Futures yang kamu buka, long maupun short, secara teknis bisa tetap terbuka tanpa batas selama margin kamu mencukupi. Meski begitu, posisi terbuka tanpa tanggal kedaluwarsa tetap membutuhkan rencana keluar, karena tidak ada yang memaksa kamu menutupnya sebelum kerugian menumpuk.
Q: Bagaimana posisi short menghasilkan profit?
Kamu membuka short di harga saat ini, menutupnya nanti di harga lebih rendah, dan selisihnya menjadi profit kamu — tidak perlu meminjam atau memiliki aset kriptonya, karena kontrak itu sendiri untung saat harga turun. Jika harga justru naik setelah kamu membuka short, posisi yang sama berubah menjadi rugi, sehingga short tetap membawa risiko margin dan likuidasi yang sama seperti posisi long. Inilah kenapa posisi short membutuhkan kedisiplinan yang sama seputar margin dan pemantauan Margin Level seperti posisi long, bukan diperlakukan sebagai trading yang risikonya lebih rendah.
Q: Bisakah saya untung di perpetual trading saat market turun?
Ya. Membuka posisi short memungkinkan kamu untung dari penurunan harga, berbeda dengan trading spot yang hanya untung saat harga naik. Potensi profit dua arah inilah salah satu perbedaan utama antara perpetual trading dan memegang posisi Crypto Assets (spot). Ini juga berarti perpetual trading bisa digunakan untuk mengimbangi kerugian di bagian lain portofolio kamu, misalnya melakukan hedging atas kepemilikan Crypto Assets (spot) saat market turun.
Q: Apa yang menjaga harga kontrak perpetual tetap selaras dengan harga spot?
Mekanisme funding rate, yang dipertukarkan setiap 8 jam, secara berkala mentransfer pembayaran antara pemegang posisi long dan short berdasarkan selisih harga terhadap spot. Tanpa mekanisme ini, kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa berpotensi melebar semakin jauh dari harga spot yang mendasarinya seiring waktu. Arah pembayaran ini berbalik sesuai apakah kontrak diperdagangkan di atas atau di bawah spot, jadi pihak mana yang membayar dan menerima bisa berubah dari satu periode 8 jam ke periode berikutnya.