Di mana Pluang menyimpan dana penggunanya?
Saldo tunai (IDR) pada dompet Pluang digunakan untuk transaksi pembelian produk investasi yang disediakan oleh Pluang dan disimpan pada rekening terpisah* di bank penyimpanan margin. Bank penyimpanan dana margin yang telah bekerja sama dengan Pluang adalah:
-
Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
-
Bank Central Asia, Tbk.
-
Bank Niaga, Tbk.
Untuk produk Bappepti, Pluang memiliki rekening terpisah yang digunakan khusus untuk menampung dana pengguna dan hanya digunakan untuk transaksi pengguna. Semua rekening ini telah disetujui oleh Bappepti dan dilaporkan secara rutin secara harian, mingguan, dan bulanan. Semua rekening ini juga sepenuhnya terpisah dari rekening operasional Pluang.
Untuk produk OJK (yaitu Reksa Dana), Pluang bekerja sama dengan PT Sarana Santosa Sejati yang memiliki izin APERD. Sebagai APERD, perseroan tidak menerima uang pengguna secara langsung, namun seluruh uang yang di-top up langsung diteruskan ke masing-masing Bank Kustodian yang bekerja sama dengan Manajer Investasi. Pengguna dapat mengacu pada Fund Fact Sheet dari masing-masing Reksa Dana untuk mengetahui mitra perbankan kustodian mana yang bekerja sama dengan Manajer Investasi.
Untuk Aset Kripto, Pluang bekerja sama dengan PT Bumi Santosa Cemerlang yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto. Pluang memiliki rekening terpisah yang digunakan khusus untuk menampung dana pengguna dan hanya digunakan untuk transaksi pengguna. Semua rekening ini telah disetujui oleh OJK, serta dilaporkan secara rutin secara harian dan bulanan. Semua rekening ini juga sepenuhnya terpisah dari rekening operasional Pluang.
*Rekening Terpisah (Segregated Account) merupakan sebuah rekening bank atas nama perusahaan yang digunakan khusus untuk menampung dana kolektif seluruh nasabah dan hanya digunakan untuk keperluan transaksi nasabah yang terpisah dari rekening operasional perusahaan








