Masih banyak yang bertanya apa saja keuntungan obligasi. Padahal, sekarang ini ada banyak lembaga yang menawarkan cara investasi obligasi. Yuk, kenali lebih jauh tentang obligasi!
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan obligasi sebagai surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nominal dan waktu jatuh tempo tertentu.
Dalam investasi obligasi, investor akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau pembayaran bunga tetap. Plus, investor juga memiliki peluang keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan jual).
Banyak kan keuntungan obligasi yang bisa kalian dapatkan? Sebelum memulai investasi, kalian perlu mengetahui hal-hal dasar di bawah ini. Dengan demikian, kalian bakal paham bagaimana cara investasi obligasi yang maksimal.
Baca juga: Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?
Sebelum memulai investasi, ada baiknya kita mengenali jenis-jenis obligasi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada lima jenis obligasi yang dijual di pasar.
Seperti namanya, obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional, seperti BUMN dan BUMD. Biasanya perusahaan menerbitkan obligasi dalam rangka mencari modal.
Obligasi ini diterbitkan oleh negara sesuai dengan UU No.24/2002.
Obligasi yang berdasarkan nilai syariah sesuai dengan ketentuan Bapepam dan LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah. Cara investasi obligasi menyesuaikan dengan peraturan syariah.
Surat berharga ini diterbitkan oleh negara sesuai dengan UU No. 19/2008 Tentang Surat Syariah Negara (SBSN).
Efek utang ini diterbitkan dengan Underlying Asset sebagai dasar penerbitan.
Kalian bisa memulai berinvestasi obligasi langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Atau, melalui jasa pihak ketiga, seperti perbankan yang memiliki banyak program serta kemudahan.
Namun, bagaimana cara memaksimalkan return dari obligasi? Ada beberapa strategi yang bisa kalian pelajari, lho!
Baca juga: Serba-serbi Investasi Obligasi yang Perlu Kamu Ketahui
Investasi obligasi tidak sesederhana kelihatannya. Bagi pengamat biasa, investasi obligasi sebatas membeli obligasi dengan hasil yang tinggi. Rupanya, masih ada lagi ilmu yang perlu dipelajari dan strategi dalam berinvestasi di obligasi.
Berdasarkan Investopedia, ada empat cara efektif untuk menyusun portofolio demi mempermudah cara investasi obligasi kalian.
Strategi manajemen obligasi pasif biasanya digunakan untuk mencari dan memaksimalkan nilai obligasi kalian. Premis dari strategi ini adalah obligasi yang dibeli aman dan terpercaya. Dengan begitu, kita bisa memprediksi pendapatan yang bakal kita dapatkan. Buy dan hold artinya pembeli harus menahan obligasi yang sudah dibeli sampai jatuh tempo.
Di permukaan, investasi ini terkesan sebagai gaya investasi yang malas. Namun, portofolio pasif ini bisa menyediakan jangkar yang stabil ketika badai keuangan melanda.
Strategi ini juga menguntungkan kalian karena meminimalkan atau bahkan menghilangkan biaya transaksi. Jenis obligasi yang tepat untuk strategi ini adalah obligasi dari pemerintah pusat, obligasi perusahaan investasi, atau pun obligasi pemerintah daerah.
Tujuan utama strategi ini adalah untuk mengetahui potensi return dan karakter risiko terkait dengan indeks yang kita targetkan. Sebenarnya strategi ini hampir mirip dengan strategi sebelumnya.
Bedanya, quasi-passive strategi ini memiliki beberapa fleksibilitas. Sama halnya dengan melacak indeks pasar saham tertentu, portofolio obligasi ini dapat disusun sesuai dengan penerbitan obligasi yang terjadi. Hasilnya, kita bisa mengetahui atau mentrakking pengeluaran obligasi yang ada.
Quasi-passive strategi ini cocok untuk obligasi tipe besar dengan jumlah yang banyak. Sehingga kita bisa memaksimalkan replikasi indeks yang sudah dibuat. Jangan lupa, kalian harus mempertimbangkan biaya transaksi untuk menjaga portofolio kalian tetap update, sesuai dengan situasi pasar.
Sesuai dengan judulnya, strategi ini menyiratkan suatu portofolio yang ditargetkan khusus untuk menerima return dalam periode tertentu dan terlepas dari pengaruh luar, seperti perubahan tingkat suku bunga.
Cara menentukan durasi strategi imunisasi diambil dari usia rata-rata dari obligasi tersebut. Cara prediksi ini dinilai lebih akurat untuk menghitung volatilitas obligasi.
Sama seperti strategi buy and hold, strategi quasi-active ini cocok untuk obligasi bermutu tinggi dengan kemungkinan default yang jauh.
Mendapatkan return yang maksimal adalah tujuan dari strategi dedicated and active. Seiring dengan peningkatan peluang return, pasti akan dibarengi dengan peningkatan risiko. Kita bisa mulai mengidentifikasi risiko-risiko tersebut.
Misalnya mengantisipasi tingkat bunga, waktu, valuasi, spread exploitation, serta berbagai skenario tingkat bunga. Premis dasar dari strategi ini adalah bahwa investor bersedia untuk bertaruh di masa depan daripada puas dengan potensi pengembalian yang lebih rendah seperti yang ditawarkan oleh strategi pasif.
Banyaknya strategi cara investasi obligasi tentunya membuat kalian, para investor, semakin mudah membuat perhitungan. Namun, ingatlah jika setiap strategi memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Jadi, kenali dulu apa tujuan yang ingin kalian capai, ya!
Sumber: Sikapi Uangmu OJK, Investopedia
Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui
Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!
Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!
Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!
Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!
Bagikan artikel ini