Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Sejarah Uang: Dari Sistem Barter hingga Uang Digital
shareIcon

Sejarah Uang: Dari Sistem Barter hingga Uang Digital

4 Aug 2023, 2:58 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kategori
Ilustrasi evolusi uang dari barter ke uang digital-Sejarah Uang: Dari Sistem Barter hingga Uang Digital
Sejarah uang di dunia bermula dari sistem barter beberapa ribu tahun lalu, lalu berkembang melalui uang barang, uang logam, uang kertas, hingga uang non-tunai dan uang digital seperti yang kita kenal sekarang. Setiap tahap muncul karena manusia terus mencari alat tukar yang lebih praktis, tahan lama, dan dapat dipercaya bersama. Artikel ini merangkum perjalanan sejarah uang tersebut secara berurutan, mulai dari masa sebelum manusia mengenal uang sama sekali hingga era transaksi digital saat ini.

Apa Itu Uang?

Uang adalah alat tukar atau standar pengukur nilai yang sah, sebagaimana didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dapat berbentuk kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu oleh otoritas suatu negara.

Definisi ini menunjukkan bahwa uang pada dasarnya adalah alat tukar yang nilainya diakui secara luas. Namun, nilai tersebut sebenarnya bergantung pada fungsi yang dijalankannya, baik sebagai alat tukar, satuan hitung, maupun alat penyimpan nilai.

Sejak zaman dahulu, uang memegang peran penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam kegiatan perdagangan, karena memudahkan orang bertransaksi dan memperjualbelikan barang maupun jasa tanpa harus saling mempertukarkan barang secara langsung.

Pertanyaannya, bagaimana manusia akhirnya menciptakan uang sebagai alat pembayaran, dan mengapa kertas serta logam dipercaya sebagai bahan alat tukar? Bagian berikut menjelaskan sejarah uang tahap demi tahap, dari masa pra-barter hingga era uang digital.

Bagaimana Sejarah Uang Bermula Sebelum Sistem Barter?

Sebelum mengenal uang maupun sistem barter, manusia purba memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan secara mandiri. Masa ini dikenal sebagai masa pra-barter, yaitu periode ketika manusia mencukupi kebutuhannya sendiri dari alam tanpa bergantung pada orang lain.

Pada masa ini, satu individu belum merasa perlu bertransaksi dengan individu lain karena setiap orang atau kelompok kecil umumnya sudah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri dari lingkungan sekitar.

Apa Itu Sistem Barter dalam Sejarah Uang?

Seiring waktu, manusia mulai menyadari bahwa mereka membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin beragam. Dari sinilah sistem barter mulai diberlakukan, yaitu proses saling menukar barang atau jasa sesuai kesepakatan kedua pihak.

Contohnya, seorang petani dapat menukarkan satu gantang atau setara 3,125 kg beras dengan sepasang sepatu buatan seorang pengrajin. Transaksi semacam ini hanya dapat terjadi apabila kedua pihak sepakat dengan nilai tukar yang disetujui bersama.

Sistem barter inilah yang menjadi titik awal sejarah uang. Kendala utamanya adalah sulitnya mencapai kesepakatan nilai tukar yang adil antara dua pihak yang memiliki kebutuhan berbeda. Dari kendala inilah manusia kemudian berinovasi menciptakan uang komoditas atau uang barang.

Bagaimana Uang Barang Muncul dalam Sejarah Uang?

Pada masa uang barang, manusia mulai menggunakan benda-benda seperti kulit hewan, kerang, kopi, garam, beras, hasil pertanian lain, hingga hewan ternak sebagai satuan alat tukar (medium of exchange) untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan.

Setiap individu memiliki persepsi berbeda terhadap nilai barang-barang tersebut; ada yang menganggapnya cukup berharga, ada pula yang menilainya kurang signifikan. Meski begitu, masyarakat pada masa itu tetap mengakui barang-barang tersebut sebagai alat pembayaran yang sah dalam bertransaksi.

Jenis uang barang yang digunakan pun berbeda-beda, tergantung perkembangan peradaban dan wilayah tempat masyarakat tersebut tinggal.

Mengapa Manusia Beralih ke Uang Pasca Barang?

Uang barang memiliki kelemahan mendasar, yakni mudah rusak dan tidak tahan lama. Untuk mengatasinya, manusia mulai mencari bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak, seperti besi dan mata panah, sebagai alat tukar baru pada masa yang dikenal sebagai masa uang pasca barang.

Namun, jenis uang ini hanya berlaku di wilayah tertentu, seperti Ukraina, Asia Tengah, Eropa Timur, Kaukasus Utara, dan Rusia, sehingga penggunaannya belum meluas ke seluruh dunia.

Kapan Uang Logam Pertama Kali Digunakan dalam Sejarah Uang?

Pada abad ke-6 sebelum Masehi, atau sekitar 580 SM, mata uang logam resmi pertama kali dicetak oleh bangsa Lydia. Uang logam ini terbuat dari elektrum, campuran sekitar 75% emas dan 25% perak, dan dicap dengan gambar yang berfungsi sebagai denominasi. Uang ini dikenal dengan nama stater Lydia dan kerap disebut sebagai mata uang logam pertama di dunia.

Namun, pada Agustus 2021, tim arkeolog asal China bersama Universitas Zhengzhou mengumumkan penemuan fasilitas pencetakan uang logam di Provinsi Henan, China, yang diperkirakan telah beroperasi sejak sekitar 640 SM. Temuan ini membuka kemungkinan bahwa masyarakat sudah mengenal uang logam lebih dari 2.500 tahun lalu.

Seiring waktu, bahan baku uang logam menjadi terbatas, sementara transaksi dalam jumlah besar semakin sulit dilakukan hanya dengan koin. Kondisi inilah yang mendorong manusia berinovasi menciptakan uang kertas dari kulit kayu murbei.

Bagaimana Sejarah Uang Kertas di Dunia?

Sekitar abad pertama Masehi, China menjadi negara pertama yang menciptakan uang kertas. Uang tersebut dibuat oleh Ts'ai Lun pada masa Dinasti T'ang menggunakan bahan dasar kulit kayu murbei.

China juga mencetak mata uang bernama Huizi dan meresmikannya sebagai alat tukar sah negara pada masa Dinasti Song Selatan tahun 1160. Umumnya, setelah suatu negara menetapkan mata uang resminya, mereka akan mengumumkannya ke dunia luar melalui jalur perdagangan.

Catatan mengenai penggunaan uang kertas oleh peradaban China ini terdokumentasi dalam catatan perjalanan pengembara asal Italia, Marco Polo. Dalam catatannya pada 1271, ia menyebut bahwa kaisar China sudah menerapkan sistem peredaran uang kertas dengan denominasi yang berbeda-beda.

Meski begitu, penggunaan uang kertas belum populer di Eropa hingga setidaknya abad ke-16, karena bangsa Eropa saat itu masih mengandalkan uang logam dari sumber daya tambang di wilayah jajahannya. Penggunaan uang kertas oleh bangsa Barat pertama kali tercatat di wilayah jajahan Prancis di Kanada pada 1685.

Apa Itu Uang Non-Tunai dan Kapan Mulai Digunakan?

Penggunaan uang kertas dan logam sebagai alat tukar terus berlanjut hingga abad ke-20. Pada masa ini, banyak negara mulai menyadari pentingnya memiliki satu otoritas independen yang bertugas menyeimbangkan penawaran dan permintaan uang di negaranya, yang kemudian dikenal sebagai bank sentral.

Lambat laun, masyarakat tidak lagi harus menggunakan uang tunai sebagai alat transaksi karena mereka bisa bertransaksi tanpa memindahkan uang secara fisik. Inilah yang kemudian dikenal sebagai transaksi non-tunai.

Perkembangan transaksi non-tunai pertama kali muncul pada 1946, ketika kartu kredit dan kartu debit diperkenalkan sebagai alat transaksi. Memasuki abad ke-21, muncul pula dompet digital (e-wallet), QRIS (kode QR Standar Indonesia), hingga pembayaran seluler yang memungkinkan transaksi hanya dengan satu sentuhan jari.

Kini, manusia dapat bertransaksi tanpa membawa uang tunai sama sekali. Belanja daring maupun transfer uang dapat dilakukan dengan mudah hanya melalui smartphone.

Apa Itu Uang Digital dan Aset Crypto?

Perkembangan uang tidak berhenti di transaksi non-tunai. Kini terdapat pula aset digital seperti Bitcoin, yang hanya tersedia dalam bentuk elektronik dan pertama kali diluncurkan pada 2009. Sebagai representasi aset digital, Bitcoin (BTC) disimpan dan diperdagangkan melalui perangkat lunak atau platform yang dirancang khusus untuk aset crypto.

Aset crypto umumnya menawarkan biaya transaksi yang relatif lebih rendah dibandingkan metode pembayaran daring konvensional, yang menjadi salah satu daya tariknya bagi sebagian pengguna. Meski begitu, aset crypto juga tergolong instrumen dengan volatilitas tinggi, sehingga nilainya dapat berubah signifikan dalam waktu singkat dan tetap mengandung risiko.

Selain Bitcoin, terdapat aset crypto lain seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Dogecoin yang dapat ditemukan di berbagai bursa aset digital.

Pertanyaan Seputar Sejarah Uang (FAQ)

Apa Fungsi Utama Uang dalam Sejarah Peradaban Manusia?

Secara historis, uang berfungsi sebagai alat tukar, satuan hitung nilai barang dan jasa, serta alat penyimpan nilai. Ketiga fungsi ini yang membuat uang bertahan sebagai instrumen ekonomi utama hingga saat ini.

Mengapa Sistem Barter Mulai Ditinggalkan?

Sistem barter sulit diteruskan karena kedua pihak harus memiliki kebutuhan yang saling cocok (double coincidence of wants) dan menyepakati nilai tukar barang secara langsung. Kendala inilah yang mendorong manusia menciptakan uang barang, lalu uang logam dan uang kertas, sebagai alat tukar yang lebih praktis.

Kapan Uang Kertas Pertama Kali Digunakan di Dunia?

Uang kertas pertama kali digunakan di China sekitar abad pertama Masehi, dan mulai diresmikan sebagai alat tukar negara pada masa Dinasti Song Selatan tahun 1160. Penggunaannya baru meluas ke Eropa sekitar abad ke-16, dan ke wilayah jajahan Prancis di Kanada pada 1685.

Apa Perbedaan Uang Non-Tunai dan Uang Digital?

Uang non-tunai adalah metode transaksi tanpa memindahkan uang fisik, seperti kartu kredit, kartu debit, atau e-wallet, namun nilainya tetap merepresentasikan mata uang resmi suatu negara. Sementara itu, uang atau aset digital seperti Bitcoin dan aset crypto lain beroperasi di luar sistem mata uang resmi suatu negara dan nilainya ditentukan oleh mekanisme pasarnya sendiri.

Apakah Aset Crypto Termasuk Alat Pembayaran Resmi di Indonesia?

Tidak. Di Indonesia, aset crypto tidak digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, melainkan diperdagangkan sebagai aset keuangan digital yang berizin dan diawasi oleh OJK. Rupiah tetap menjadi alat pembayaran resmi yang berlaku sah di Indonesia berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan: Evolusi Panjang Sejarah Uang

Sejarah uang menunjukkan bagaimana manusia terus beradaptasi mencari alat tukar yang lebih praktis pada zamannya, mulai dari sistem barter, uang barang, uang logam, uang kertas, uang non-tunai, hingga kini memasuki era uang digital dan aset crypto. Memahami perjalanan ini dapat membantu kita melihat bagaimana konsep nilai dan alat tukar terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Kelola Rencana Keuanganmu Bersama Pluang

Setelah mengenal sejarah uang dari masa barter hingga era digital, kamu bisa mulai mengelola keuanganmu dengan lebih terencana. Pluang menghadirkan berbagai pilihan produk investasi dalam satu aplikasi, mulai dari Saham ASemas digitalaset crypto, hingga reksa dana.

Pelajari lebih lanjut setiap produk dan unduh aplikasi Pluang untuk mulai investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuanganmu.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu, dan setiap produk investasi mengandung risiko.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); Investopedia, "A History of Currency"; temuan arkeologi Universitas Zhengzhou, Provinsi Henan, China (Agustus 2021).

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1