
JPMorgan Chase melaporkan hasil kuartal II 2023 yang kuat dengan pendapatan bersih sebesar US$14,5 miliar dan EPS sebesar US$4,75, bertumbuh 67,3% secara tahunan. Pencapaian laba bersih JPM pun Pendapatan mencapai US$42,4 miliar, melampaui ekspektasi analis. Integrasi First Republic berjalan lancar, memberikan keuntungan sebesar US$2,7 miliar. Segmen bisnis juga tampil baik, dengan segmen CCB melaporkan pendapatan bersih sebesar US$5 miliar, CIB sebesar US$4,1 miliar, Commercial Bank sebesar US$1,5 miliar, dan Asset & Wealth Management sebesar $1,1 miliar.
ROTCE (Return On Average Tangible Common Equity) perusahaan mencapai 25%. Melihat ke depan, JPMorgan Chase memperkirakan NII dan NII ex-markets akan mencapai sekitar US$87 miliar untuk tahun 2023. Perusahaan tetap fokus pada pengelolaan ketidakpastian, persaingan untuk simpanan, dan dampak dari aturan Basel III. Generasi NII diperkirakan akan menurun, dan dampak potensi pemotongan suku bunga terhadap prospek juga sedang dipertimbangkan. Perusahaan berencana mematuhi persyaratan modal baru dengan cepat, dan pembelian kembali saham tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. JPM pun memperkirakan bahwa pertumbuhan pinjaman akan stagnan, kecuali untuk pinjaman kartu.


