Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Stimulus Adalah: Pengertian, Cara Kerja & Contoh
shareIcon

Stimulus Adalah: Pengertian, Cara Kerja & Contoh

2 Sep 2026, 6:30 PM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Stimulus Adalah: Pengertian, Cara Kerja & Contoh
Stimulus adalah kebijakan pemerintah/bank sentral mendorong ekonomi. Simak jenis, cara kerja, dan contoh terbarunya di Pluang.

Stimulus adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah atau bank sentral untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha, biasanya saat perekonomian melambat.

Jawaban Singkat:

•        Stimulus terbagi dua jenis utama: stimulus fiskal (lewat anggaran negara) dan stimulus moneter (lewat kebijakan bank sentral).

•        Pemerintah Indonesia meluncurkan paket stimulus fiskal senilai Rp26,34 triliun untuk semester II-2026, mencakup bantuan pangan hingga insentif pajak.

•        Bank Indonesia turut mendukung lewat suku bunga acuan (BI-Rate) yang ditahan di 5,75% per Agustus 2026.

Apa Itu Stimulus?

Stimulus ekonomi adalah tindakan yang diambil pemerintah atau otoritas moneter untuk mendorong aktivitas ekonomi ketika pertumbuhan melambat, misalnya akibat resesi global, bencana alam, krisis keuangan, atau melemahnya daya beli masyarakat. Tujuannya menjaga roda ekonomi tetap berputar lewat dorongan tambahan dari sisi anggaran maupun moneter.

Secara umum, stimulus terbagi menjadi dua jenis:

1.      Stimulus fiskal — kebijakan berbasis anggaran negara, seperti subsidi, insentif pajak, dan bantuan permodalan UMKM.

2.      Stimulus moneter — kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar, seperti penyesuaian suku bunga acuan dan pelonggaran ketentuan perbankan.

Bagaimana Cara Kerja Stimulus?

Stimulus Fiskal

Stimulus fiskal bekerja lewat instrumen anggaran negara (APBN) yang disalurkan pemerintah untuk mendorong daya beli dan produktivitas, antara lain:

•        Subsidi harga barang/jasa tertentu.

•        Pemotongan atau insentif tarif pajak (tax holiday, tax allowance).

•        Bantuan permodalan atau kredit bersubsidi bagi UMKM.

•        Bantuan langsung/bantuan pangan bagi kelompok masyarakat tertentu.

Sebagai contoh, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun, mencakup bantuan pangan, subsidi transportasi, program magang nasional, hingga insentif bea masuk 0% untuk sejumlah sektor industri (data per 22 Juni 2026, sumber: CNBC Indonesia, mengutip pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto). Kementerian Keuangan sendiri secara rutin memakai kebijakan fiskal sebagai instrumen stabilisasi dan stimulus ekonomi, misalnya lewat paket stimulus transportasi dan bantuan pangan periode Ramadan-Idulfitri 2026 (Kementerian Keuangan, 12 Februari 2026).

Stimulus Moneter

Stimulus moneter dijalankan bank sentral (Bank Indonesia) lewat kebijakan yang memengaruhi jumlah uang beredar dan biaya pinjaman, seperti:

•        Menurunkan atau menahan suku bunga acuan (BI-Rate) agar biaya kredit tetap terjangkau.

•        Melonggarkan ketentuan permodalan perbankan.

•        Melonggarkan kebijakan makroprudensial (misalnya rasio loan-to-value).

•        Melakukan operasi pasar terbuka untuk menambah likuiditas perbankan.

Berikut perbandingan singkat kedua jenis stimulus:

Aspek

Stimulus Fiskal

Stimulus Moneter

Pelaksana

Pemerintah (lewat APBN)

Bank sentral (Bank Indonesia)

Instrumen utama

Subsidi, insentif pajak, bantuan sosial

Suku bunga acuan, ketentuan perbankan

Contoh terbaru

Paket Rp26,34 triliun (semester II-2026)

BI-Rate ditahan di 5,75% (Agustus 2026)

Dampak yang disasar

Daya beli & produktivitas riil

Biaya kredit & likuiditas perbankan

Sumber: CNBC Indonesia (data per 22 Juni 2026); Bank Indonesia, siaran pers RDG Agustus 2026 (data per 19 Agustus 2026).

Bagaimana Contoh dan Perhitungan Stimulus?

Contoh sederhana dampak stimulus fiskal terhadap daya beli: dalam paket semester II-2026, pemerintah mengalokasikan Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan kepada kelompok penerima manfaat (data per 22 Juni 2026, sumber: CNBC Indonesia). Dana tersebut secara langsung menambah daya beli rumah tangga penerima, yang kemudian berputar kembali ke perekonomian lewat konsumsi barang dan jasa.

Contoh pada sisi moneter: saat BI menahan BI-Rate di level 5,75% alih-alih menaikkannya, biaya bunga kredit perbankan tidak ikut naik, sehingga pelaku usaha dan rumah tangga tidak menanggung beban cicilan yang lebih berat di tengah perlambatan ekonomi (data per 19 Agustus 2026, sumber: Bank Indonesia).

Apa Kelebihan dan Risiko Stimulus?

Kelebihan Stimulus

•        Menahan perlambatan ekonomi. Suntikan anggaran atau pelonggaran moneter membantu menjaga daya beli dan aktivitas usaha saat kondisi ekonomi melemah.

•        Mendukung sektor spesifik. Stimulus bisa diarahkan ke sektor yang paling terdampak, seperti UMKM atau industri padat karya.

Risiko dan Keterbatasan Stimulus

•        Crowding out effect. Stimulus fiskal yang terlalu besar berisiko menyerap sebagian besar dana yang tersedia di pasar, sehingga menyisakan lebih sedikit ruang bagi pembiayaan sektor swasta.

•        Risiko penyaluran tidak tepat sasaran. Dana stimulus berpotensi tidak digunakan sesuai tujuan oleh penerimanya, sehingga dampak terhadap perekonomian tidak maksimal.

Bagaimana Cara Memulai Memantau Dampak Stimulus terhadap Investasi?

Sebagai investor, kamu tidak perlu menunggu pengumuman stimulus untuk mulai berinvestasi — yang penting adalah memahami bagaimana kebijakan ini bisa memengaruhi portofolio:

1.      Pantau sumber resmi, seperti situs Bank Indonesia atau Kementerian Keuangan, untuk mengetahui jenis dan nilai stimulus yang sedang berjalan.

2.      Perhatikan sektor yang disasar stimulus, karena sektor tersebut berpotensi mendapat dorongan permintaan lebih cepat dibanding sektor lain.

3.      Jaga portofolio tetap terdiversifikasi alih-alih mengandalkan satu jenis aset saat kondisi ekonomi berubah — kamu bisa menyimak 5 langkah menjaga portofolio investasi saat kondisi ekonomi melambat sebagai referensi awal.

Pertanyaan Seputar Stimulus

Apa bedanya stimulus fiskal dan stimulus moneter?

Stimulus fiskal dijalankan pemerintah lewat anggaran negara (APBN), misalnya subsidi dan bantuan sosial. Stimulus moneter dijalankan bank sentral lewat kebijakan yang memengaruhi jumlah uang beredar, seperti suku bunga acuan. Keduanya bisa berjalan bersamaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi saat kondisi melambat.

Kapan pemerintah biasanya mengeluarkan kebijakan stimulus?

Pemerintah umumnya mengeluarkan stimulus saat pertumbuhan ekonomi melambat, misalnya akibat resesi global, bencana alam, krisis keuangan, atau melemahnya daya beli masyarakat. Contohnya, paket stimulus semester II-2026 senilai Rp26,34 triliun dirancang untuk melindungi ekonomi domestik dari dampak ketidakpastian global (CNBC Indonesia, 22 Juni 2026).

Apa risiko utama dari kebijakan stimulus?

Risiko utama stimulus adalah crowding out effect, yaitu ketika dana pemerintah yang besar menyerap likuiditas yang seharusnya tersedia bagi sektor swasta. Risiko lain adalah penyaluran yang tidak tepat sasaran, sehingga dana tidak digunakan sesuai tujuan awal dan dampaknya terhadap perekonomian menjadi kurang optimal.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1