
SPY, QQQ, dan SCHD adalah tiga exchange-traded fund (ETF) indeks saham Amerika Serikat yang paling banyak dibicarakan investor, namun ketiganya melacak indeks acuan yang berbeda: SPY mengikuti S&P 500, QQQ mengikuti Nasdaq-100, dan SCHD mengikuti Dow Jones U.S. Dividend 100 Index. Data pasar per 8 September 2026 (sumber: StockAnalysis.com). Artikel ini membandingkan ketiganya dari sisi expense ratio, dividend yield, dana kelolaan (AUM), dan kinerja historis, berdasarkan metodologi yang dijelaskan di bawah — tanpa menyatakan salah satu sebagai pilihan "terbaik" secara mutlak.
● SPY melacak S&P 500 (500 perusahaan besar AS lintas sektor), expense ratio 0,09%, dividend yield 0,98% (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026).
● QQQ melacak Nasdaq-100 (dominan saham teknologi), expense ratio 0,18%, dividend yield 0,42% (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026).
● SCHD melacak Dow Jones U.S. Dividend 100 Index (saham dividen berkualitas), expense ratio 0,06%, dividend yield 3,05% (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026).
Perbandingan pada artikel ini disusun berdasarkan empat kriteria yang dapat diverifikasi secara independen: (1) indeks acuan yang dilacak, (2) expense ratio atau biaya pengelolaan tahunan, (3) dividend yield berjalan, dan (4) dana kelolaan (AUM) serta return 1 tahun terakhir. Seluruh angka bersumber dari StockAnalysis.com per 8 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Artikel ini tidak memberikan peringkat "terbaik" karena ETF yang sesuai bergantung pada tujuan dan profil risiko masing-masing investor — lihat bagian pertimbangan di bagian akhir.
ETF indeks adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan dirancang untuk melacak kinerja suatu indeks acuan tertentu, sehingga investor mendapatkan eksposur ke banyak saham sekaligus melalui satu instrumen. SPY, QQQ, dan SCHD sama-sama berbentuk ETF indeks, namun berbeda pada indeks yang dilacak, komposisi sektor, dan pendekatan investasinya — SPY berorientasi pasar luas, QQQ berorientasi pertumbuhan teknologi, dan SCHD berorientasi pendapatan dividen.
Metrik | SPY | QQQ | SCHD | Sumber & Tanggal |
Indeks acuan | S&P 500 | Nasdaq-100 | Dow Jones U.S. Dividend 100 | Penerbit indeks masing-masing |
Expense ratio | 0,09% | 0,18% | 0,06% | StockAnalysis.com, 8 Sep 2026 |
AUM (dana kelolaan) | ~US$812,03 miliar | ~US$485,91 miliar | ~US$112,57 miliar | StockAnalysis.com, 8 Sep 2026 |
Dividend yield | 0,98% | 0,42% | 3,05% | StockAnalysis.com, 8 Sep 2026 |
Return 1 tahun | 22,27% | 25,30% | 32,18% | StockAnalysis.com, 8 Sep 2026 |
SPY memberikan eksposur terdiversifikasi ke 500 perusahaan besar AS lintas sektor, dengan expense ratio 0,09% dan dividend yield 0,98% (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026). Karena mengikuti pasar luas, pergerakan SPY cenderung mencerminkan kondisi ekonomi AS secara umum.
QQQ berfokus pada 100 perusahaan non-finansial terbesar di Nasdaq, dengan konsentrasi tinggi pada sektor teknologi. Expense ratio QQQ 0,18% dan dividend yield 0,42% (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026) — lebih tinggi biaya dan lebih rendah yield dibanding SPY dan SCHD, seiring fokusnya pada pertumbuhan alih-alih pendapatan dividen.
SCHD menyaring saham AS dengan riwayat pembayaran dividen yang konsisten dan fundamental yang relatif kuat. Expense ratio SCHD tercatat paling rendah di antara ketiganya (0,06%) dengan dividend yield tertinggi (3,05%) (StockAnalysis.com, 8 Sep 2026), menjadikannya lebih berorientasi pendapatan dibanding pertumbuhan harga.
● Keuntungan: diversifikasi instan lintas puluhan hingga ratusan saham dalam satu transaksi, biaya pengelolaan relatif rendah dibanding reksa dana aktif, dan likuiditas tinggi karena diperdagangkan di bursa.
● Risiko konsentrasi sektor: QQQ memiliki eksposur besar ke sektor teknologi, sehingga lebih sensitif terhadap volatilitas sektor tersebut dibanding SPY yang lebih terdiversifikasi lintas sektor.
● Risiko pasar: ketiga ETF tetap bergerak mengikuti fluktuasi harga saham penyusunnya dan berpotensi mengalami penurunan nilai, termasuk SCHD meski berfokus pada saham dividen.
● Risiko nilai tukar: karena aset dasar berdenominasi dolar AS, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar turut memengaruhi nilai investasi bagi investor di Indonesia.
● Tidak ada jaminan keuntungan atau dividen berkelanjutan — kinerja historis dan yield yang tercantum dapat berubah dan tidak menjamin hasil di masa depan.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 8 September 2025–8 September 2026 (return 1 tahun, StockAnalysis.com).
Unduh dan buka aplikasi Pluang, lalu selesaikan proses verifikasi akun (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.
Masuk ke menu Saham AS pada aplikasi Pluang untuk melihat daftar ETF dan saham yang tersedia.
Cari simbol ETF yang diinginkan, misalnya SPY, QQQ, atau SCHD, lalu pelajari data yang tersedia di halaman produk sebelum bertransaksi.
Masukkan nominal investasi dalam Rupiah sesuai kemampuan, lalu konfirmasi transaksi sesuai instruksi pada aplikasi.
Pantau posisi investasi secara berkala melalui menu portofolio di aplikasi Pluang.
● Tujuan investasi — jika mengutamakan pendapatan berkala, dividend yield SCHD relatif lebih tinggi; jika mengutamakan potensi pertumbuhan sektor teknologi, QQQ lebih terkonsentrasi di sana; jika mengutamakan diversifikasi pasar luas, SPY mencakup lebih banyak sektor.
● Toleransi risiko — ETF dengan konsentrasi sektor lebih tinggi (seperti QQQ) berpotensi lebih fluktuatif dibanding ETF yang lebih terdiversifikasi (seperti SPY).
● Biaya jangka panjang — expense ratio yang lebih rendah dapat berdampak pada hasil investasi dalam jangka panjang, meski bukan satu-satunya faktor penentu.
● Jangka waktu investasi — sesuaikan pilihan dengan horizon waktu dan kebutuhan likuiditas masing-masing.
● Riset mandiri — bandingkan data resmi dari penerbit masing-masing ETF (State Street untuk SPY, Invesco untuk QQQ, Schwab untuk SCHD) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin bila diperlukan.
Tidak ada satu ETF yang secara objektif "terbaik" untuk semua investor — pemilihan bergantung pada kombinasi tujuan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.
Perbedaan utamanya terletak pada indeks acuan: SPY melacak S&P 500 (pasar luas), QQQ melacak Nasdaq-100 (dominan teknologi), dan SCHD melacak indeks saham dividen AS. Ketiganya juga berbeda pada expense ratio dan dividend yield, sebagaimana dirinci pada tabel perbandingan di atas.
QQQ memiliki konsentrasi sektor teknologi yang lebih tinggi dibanding SPY yang terdiversifikasi lintas sektor, sehingga secara historis QQQ cenderung lebih fluktuatif. Ini bukan berarti QQQ pasti berkinerja lebih buruk — melainkan profil risikonya berbeda dan perlu disesuaikan dengan toleransi risiko investor.
SCHD dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang mengutamakan pendapatan dividen dan volatilitas yang secara historis lebih rendah dibanding ETF berbasis pertumbuhan, namun kecocokan tetap bergantung pada tujuan dan profil risiko masing-masing investor, bukan status pemula atau berpengalaman semata.
Ya, investor dapat membeli lebih dari satu ETF di Pluang selama memenuhi ketentuan yang berlaku pada aplikasi. Kombinasi ETF sebaiknya disesuaikan dengan strategi diversifikasi dan tujuan investasi masing-masing, bukan sekadar mengikuti pilihan investor lain.
Data pada artikel ini bersumber dari StockAnalysis.com per 8 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Investor disarankan mengecek data resmi terkini dari penerbit ETF atau aplikasi Pluang sebelum mengambil keputusan investasi.
SPY, QQQ, dan SCHD sama-sama merupakan ETF indeks saham AS yang populer, namun melayani tujuan investasi yang berbeda: SPY untuk eksposur pasar luas, QQQ untuk konsentrasi pertumbuhan teknologi, dan SCHD untuk pendapatan dividen dengan biaya rendah. Tidak ada satu pilihan yang secara objektif terbaik untuk semua investor — keputusan sebaiknya didasarkan pada tujuan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing, disertai riset mandiri dan pemahaman penuh atas risikonya.
Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 8 September 2025–8 September 2026.