
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bergerak di bidang energi panas bumi (geothermal) melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Group, dan tercatat di sektor Infrastruktur, sub-sektor Electric Utility di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per 20 Oktober 2026, harga saham BREN berada di Rp1.990/lembar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp245,5 triliun, sehingga 1 lot (100 lembar) saham BREN setara Rp199.000 (sumber: Pluang, 20 Oktober 2026). Produk ini tersedia dalam kategori Saham Indonesia di Pluang. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK. Pengendali BREN adalah PT Barito Pacific Tbk dan Green Era Energy Pte. Ltd., dua entitas yang berafiliasi dengan Prajogo Pangestu.
Diperbarui 20 Oktober 2026.
Jawaban Singkat
● Saham BREN tersedia di kategori Saham Indonesia Pluang, bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas & PT Sarana Santosa Sejati, berizin dan diawasi OJK.
● Pengendali BREN: PT Barito Pacific Tbk (64,67%) dan Green Era Energy Pte. Ltd. (22,93%) per 31 Maret 2026 (sumber: Bareksa, 9 April 2026).
● BREN buyback Rp1 triliun (19 Okt–31 Des 2026); 1 lot saham BREN Rp199.000 per 20 Oktober 2026 (sumber: Keterbukaan Informasi BEI; Pluang).
PT Barito Renewables Energy Tbk mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan dana maksimal Rp1 triliun untuk periode 19 Oktober–31 Desember 2026, sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi BEI tertanggal 19 Oktober 2026.
Rincian program buyback tersebut adalah sebagai berikut.
Aspek | Keterangan (data per 19 Oktober 2026) |
Periode pelaksanaan | 19 Oktober – 31 Desember 2026 |
Dana maksimal | Rp1 triliun |
Sumber pendanaan | Kas internal perusahaan |
Pelaksana | PT BNI Sekuritas, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) |
Harga pelaksanaan | Ditentukan manajemen pada harga yang wajar, sesuai regulasi OJK yang berlaku |
Batasan volume harian | Tidak ada pembatasan volume buyback harian |
Tujuan | Mendukung stabilitas harga saham dan optimalisasi struktur permodalan |
Dampak keuangan | Manajemen memperkirakan tidak ada dampak negatif material terhadap operasional maupun pendapatan perusahaan |
Status saham hasil buyback | Dicatat sebagai treasury stock hingga dialihkan kembali atau ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku |
Pandangan pasar. Sentimen terhadap rencana ini secara umum positif, karena buyback senilai Rp1 triliun berpotensi menambah permintaan atas saham BREN di pasar dan meredam tekanan jual. Efektivitasnya tetap bergantung pada realisasi buyback oleh PT BNI Sekuritas dan kondisi pasar modal Indonesia secara keseluruhan pada periode berjalan. Ini bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham BREN — setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis pribadi.
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI – PT Barito Renewables Energy Tbk, 19 Oktober 2026.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) adalah perusahaan induk (holding company) di bidang energi panas bumi (geothermal) di bawah Grup Barito Pacific. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Barito Cahaya Nusantara, didirikan berdasarkan akta notaris tertanggal 5 Februari 2018, dan menjalankan strategi energi bersih berkelanjutan (sumber: profil emiten BREN, dihimpun IDN Financials, data per 20 Oktober 2026).
Bidang usaha utama BREN dijalankan melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Group, yang pada data per 20 Oktober 2026 mengoperasikan tiga aset panas bumi di Jawa Barat dengan total kapasitas terpasang 886 MW — setara sekitar 38% dari total kapasitas panas bumi nasional (sumber: profil emiten BREN, dihimpun IDN Financials). PT Barito Pacific Tbk tercatat sebagai induk langsung sekaligus induk utama (ultimate parent) BREN.
BREN resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 9 Oktober 2023 dengan harga penawaran awal (IPO) Rp780 per saham. Sejak 2 Februari 2026, saham BREN tercatat sebagai konstituen indeks LQ45 dan IDX80 (sumber: Kontan, 27 Januari 2026).
Profil Emiten | Keterangan (data per 20 Oktober 2026) |
Nama legal | PT Barito Renewables Energy Tbk |
Kode saham | BREN |
Sektor IDX-IC | Infrastruktur — sub-sektor Electric Utility (Utilitas Listrik) |
Tanggal IPO | 9 Oktober 2023 |
Harga IPO | Rp780/saham |
Harga saham (20 Okt 2026) | Rp1.990/lembar |
Kapitalisasi pasar (20 Okt 2026) | ± Rp245,5 triliun |
Jumlah saham beredar (dihitung) | ± 123,4 miliar lembar (kapitalisasi pasar ÷ harga saham, sumber: Pluang, 20 Oktober 2026) |
Keanggotaan indeks | LQ45, IDX80 (sejak 2 Februari 2026) |
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Pengendali saham BREN adalah PT Barito Pacific Tbk, dengan kepemilikan 64,67% per 31 Maret 2026. Selain itu, Green Era Energy Pte. Ltd. memegang 22,93% saham BREN pada tanggal yang sama — keduanya merupakan entitas yang berafiliasi dengan Prajogo Pangestu sebagai pengendali akhir (ultimate beneficial owner) Grup Barito Pacific (sumber: data LBRE per 31 Maret 2026, dikutip Bareksa, 9 April 2026).
Pemegang Saham | Kepemilikan (%) | Sumber | Per Tanggal |
PT Barito Pacific Tbk | 64,67% | Data LBRE, dikutip Bareksa | 31 Maret 2026 |
Green Era Energy Pte. Ltd. | 22,93% | Data LBRE, dikutip Bareksa | 31 Maret 2026 |
Publik (free float) | 12,3% | Data LBRE, dikutip Bareksa | 31 Maret 2026 |
Saham treasuri (treasury stock) | 0,005% | Data LBRE, dikutip Bareksa | 31 Maret 2026 |
BREN adalah bagian dari rumpun emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu bersama BRPT, TPIA, CUAN, dan PTRO. Struktur kepemilikan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti aksi korporasi — termasuk program buyback yang sedang berjalan pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026 — sehingga porsi di atas perlu dicek ulang terhadap keterbukaan informasi BEI terbaru sebelum digunakan untuk keputusan apa pun.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Per 20 Oktober 2026 pukul penutupan perdagangan, harga saham BREN adalah Rp1.990/lembar. Karena 1 lot di BEI setara 100 lembar, maka 1 lot saham BREN bernilai Rp199.000 (sumber: Pluang, 20 Oktober 2026).
Komponen | Nilai (data per 20 Oktober 2026) |
Harga per lembar | Rp1.990 |
1 lot (100 lembar) | Rp199.000 |
Minimum pembelian di Pluang | 1 lot (100 lembar) |
Komisi broker | Bervariasi antar sekuritas (ilustratif, bukan tarif seragam di seluruh sekuritas berizin) |
Levy BEI | Diatur regulasi bursa (regulated) |
PPh Final | 0,1% atas nilai jual, sesuai ketentuan perpajakan pasar modal — bukan komponen biaya sekuritas |
Harga saham berubah setiap hari perdagangan mengikuti mekanisme pasar di BEI, sehingga angka di atas perlu dicek kembali pada halaman harga saham BREN sebelum bertransaksi. Komponen biaya transaksi saham Indonesia di atas berlaku umum untuk setiap transaksi saham, tidak hanya BREN.
Beberapa faktor yang secara historis memengaruhi pergerakan harga saham BREN, berdasarkan pemberitaan dan data publik yang tersedia:
● Realisasi program buyback Rp1 triliun pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026, yang dapat memengaruhi permintaan dan pasokan saham di pasar sekunder (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
● Kinerja operasional anak usaha panas bumi, yaitu Star Energy Geothermal Group dengan kapasitas terpasang 886 MW (sumber: profil emiten BREN, dihimpun IDN Financials, data per 20 Oktober 2026).
● Status keanggotaan indeks — BREN tercatat di LQ45 dan IDX80 sejak 2 Februari 2026, yang memengaruhi permintaan dari dana yang melacak indeks tersebut (sumber: Kontan, 27 Januari 2026).
● Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara umum, mengingat kapitalisasi pasar BREN yang besar membuatnya kerap tercatat sebagai salah satu saham dengan bobot pergerakan signifikan terhadap IHSG.
Ini bukan proyeksi arah harga dan bukan rekomendasi waktu membeli atau menjual. Setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis dan toleransi risiko masing-masing.
Produk Saham Indonesia di Pluang disediakan sebagai berikut. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
1. Unduh dan buka aplikasi Pluang, lalu selesaikan proses verifikasi akun (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Buka menu Saham Indonesia, lalu cari kode saham "BREN" pada kolom pencarian aset.
3. Pelajari data perusahaan — profil emiten, struktur pemegang saham, dan laporan keuangan — sebelum menentukan keputusan.
4. Tentukan jumlah lot yang ingin dibeli; minimum pembelian saham Indonesia di Pluang adalah 1 lot (100 lembar).
5. Lakukan transaksi dan pantau posisi melalui portofolio di aplikasi.
Untuk mengelola risiko, pertimbangkan diversifikasi ke beberapa sektor atau instrumen, bukan hanya satu saham. Pelajari status entitas dan keamanan akun Pluang melalui halaman keamanan dan perlindungan data Pluang.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Pengendali BREN adalah PT Barito Pacific Tbk (64,67%) dan Green Era Energy Pte. Ltd. (22,93%) per 31 Maret 2026, keduanya berafiliasi dengan Prajogo Pangestu (sumber: data LBRE, dikutip Bareksa, 9 April 2026).
Per 20 Oktober 2026, harga saham BREN adalah Rp1.990/lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) bernilai Rp199.000 (sumber: Pluang, 20 Oktober 2026).
Ya. BREN mengumumkan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun untuk periode 19 Oktober–31 Desember 2026, didanai kas internal dan dilaksanakan PT BNI Sekuritas melalui BEI (sumber: Keterbukaan Informasi BEI, 19 Oktober 2026).
BREN adalah perusahaan induk energi panas bumi yang beroperasi melalui Star Energy Geothermal Group dengan kapasitas 886 MW, tercatat di sektor Infrastruktur BEI (sumber: profil emiten BREN, dihimpun IDN Financials, data per 20 Oktober 2026).
Minimum pembelian saham Indonesia, termasuk BREN, di Pluang adalah 1 lot atau 100 lembar saham, mengikuti ketentuan baku perdagangan saham di BEI.
Saham BREN adalah emiten panas bumi yang dikendalikan Grup Barito Pacific dan Prajogo Pangestu, dengan agenda terbaru berupa program buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun pada periode 19 Oktober–31 Desember 2026. Sebelum membeli atau menjual saham BREN, pelajari profil emiten, struktur pemegang saham, laporan keuangan, dan perkembangan aksi korporasi terbaru, lalu sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Jika masih baru mengenal instrumen ini, pelajari dulu apa itu saham sebelum menentukan keputusan. Artikel ini akan diperbarui mengikuti perkembangan keterbukaan informasi BEI selanjutnya.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.


