
• SPY — ETF S&P 500 paling likuid, AUM ~US$795 miliar, cocok untuk eksposur luas ke 500 perusahaan besar AS.
• VTI — mencakup hampir seluruh pasar saham AS (3.500+ saham), AUM ~US$665 miliar.
• QQQ — fokus 100 perusahaan non-keuangan terbesar di Nasdaq, AUM ~US$453 miliar, cocok untuk eksposur teknologi.
ETF (exchange-traded fund) adalah sekumpulan aset — bisa saham, komoditas, atau obligasi — yang diperdagangkan di bursa layaknya saham individu, dengan harga yang bergerak sepanjang jam perdagangan. Popularitasnya berasal dari efisiensi: satu ETF bisa mewakili ratusan hingga ribuan perusahaan sekaligus, sehingga investor tidak perlu membeli saham satu per satu untuk mendapat eksposur pasar yang luas. Pembahasan lebih detail soal definisi dan perbedaannya dengan kelas aset lain ada di Mengenal Apa Itu ETF dan Perbedaannya dengan Kelas Aset Lainnya — artikel ini berfokus pada tujuh pilihan ETF spesifik yang tersedia di Pluang.
Ketujuh ETF di bawah dipilih berdasarkan empat kriteria yang sama: aset dalam kelolaan (AUM) sebagai indikator likuiditas dan kepercayaan pasar, kejelasan indeks atau tema acuan, expense ratio, dan ketersediaannya di Pluang. Seluruh angka AUM diambil dari data resmi penerbit dana (Vanguard, State Street, Invesco, BlackRock) atau penyedia data pasar seperti Yahoo Finance per Juli–Agustus 2026 — bukan dari ulasan pihak ketiga.
SPY adalah ETF yang melacak kinerja Indeks S&P 500 — 500 perusahaan publik besar AS yang dipilih berdasarkan ukuran pasar, likuiditas, dan sektor. Dengan membeli SPY, investor mendapat eksposur ke seluruh 500 perusahaan tersebut sekaligus, tanpa harus membeli saham individu satu per satu. SPY dikelola oleh State Street Global Advisors dan tercatat memiliki AUM sekitar US$795 miliar (Yahoo Finance, 7 Agustus 2026).
Yang berubah sejak 2024: SPY sempat jadi ETF terbesar di dunia dan yang pertama menembus AUM US$500 miliar (Februari 2024) lalu US$600 miliar (Oktober 2024) — namun sejak Februari 2025, posisi ETF terbesar dunia diambil alih oleh Vanguard S&P 500 ETF (VOO). Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway tetap tercatat sebagai salah satu investor pada ETF ini.
Perhatikan: performa SPY sangat dipengaruhi oleh saham teknologi mega-cap — sektor teknologi informasi menyumbang sekitar sepertiga dari total aset fund, sehingga pergerakan segelintir saham besar bisa memengaruhi hasil secara tidak proporsional.
VTI dirancang untuk mengikuti kinerja CRSP US Total Market Index, yang mencakup hampir seluruh saham yang diperdagangkan secara publik di pasar AS — dari kapitalisasi besar hingga sangat kecil. Per 30 Juni 2026, VTI memiliki sekitar 3.500 saham dalam portofolionya dengan total aset kelolaan sekitar US$665 miliar (data resmi Vanguard), menjadikannya salah satu ETF dengan AUM terbesar di dunia.
Perhatikan: karena mencakup ribuan saham termasuk kapitalisasi kecil, volatilitas komponen small-cap VTI cenderung lebih tinggi dibanding ETF yang fokus hanya pada perusahaan besar seperti SPY.
QQQ melacak kinerja Nasdaq-100 Index, yang mencakup 100 perusahaan non-keuangan terbesar di bursa Nasdaq — didominasi sektor teknologi, seperti Apple, Amazon, Microsoft, dan Alphabet (Google). AUM QQQ tercatat sekitar US$453 miliar (Yahoo Finance, 7 Agustus 2026).
Yang berubah sejak 2024: pada 20 Desember 2025, struktur QQQ direstrukturisasi dari unit investment trust (UIT) menjadi open-end fund ETF — perubahan struktural yang memengaruhi cara arus dana (fund flows) tercatat, meski tidak mengubah tujuan investasi dasarnya untuk melacak Nasdaq-100.
Perhatikan: konsentrasi sektor teknologi yang tinggi membuat QQQ lebih volatil dibanding ETF pasar luas seperti VTI atau SPY, terutama saat sentimen terhadap saham teknologi berbalik negatif.
XLE melacak kinerja sektor energi di pasar saham AS, mencakup perusahaan minyak, gas alam, dan penyedia layanan energi. AUM XLE tercatat sekitar US$38,45 miliar (stockanalysis.com, 6 Agustus 2026), dengan top holdings didominasi ExxonMobil dan Chevron.
Perhatikan: sebagai ETF sektor tunggal, performa XLE sangat bergantung pada harga komoditas energi global dan kebijakan geopolitik — jauh lebih terkonsentrasi risikonya dibanding ETF pasar luas.
XLV mencerminkan kinerja sektor kesehatan AS, mencakup perusahaan farmasi, bioteknologi, produsen alat medis, dan penyedia layanan kesehatan. AUM XLV tercatat sekitar US$41 miliar (TipRanks, 23 Juli 2026), dengan komposisi hampir 100% di sektor kesehatan.
Perhatikan: sektor kesehatan tergolong defensif dan cenderung lebih stabil saat resesi, namun berpotensi tertinggal saat pasar sedang bullish agresif dibanding sektor pertumbuhan seperti teknologi.
XLF mencerminkan kinerja sektor keuangan AS, mencakup perbankan, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya. AUM XLF tercatat sekitar US$53,7 miliar (Zacks Investment Research), dengan Berkshire Hathaway dan JPMorgan Chase sebagai dua holding terbesar.
Perhatikan: kinerja XLF sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) — kenaikan atau penurunan suku bunga bisa berdampak signifikan pada margin keuntungan sektor keuangan.
SLV adalah ETF yang secara fisik didukung oleh perak batangan, memungkinkan investor mendapat eksposur ke harga perak tanpa harus memiliki logam fisik. Berdasarkan laporan resmi iShares, net asset SLV tercatat US$35,67 miliar per 31 Maret 2026, dengan trust menyimpan sekitar 491 juta ons perak fisik.
Beli SLV di Pluang — Perhatikan: SLV adalah ETF komoditas tunggal (bukan ekuitas), sehingga nilainya bergerak mengikuti harga perak global sepenuhnya dan tidak memberi dividen dari laba perusahaan.
• Diversifikasi instan. Satu ETF bisa mewakili ratusan hingga ribuan saham sekaligus, mengurangi risiko konsentrasi pada satu perusahaan.
• Biaya relatif rendah. Expense ratio ETF pasar luas seperti VTI dan SPY umumnya di bawah 0,1% per tahun, jauh lebih murah dibanding banyak reksa dana aktif.
• Likuiditas tinggi. ETF besar seperti SPY dan QQQ diperdagangkan dengan volume harian yang sangat besar, memudahkan jual-beli kapan saja jam bursa buka.
• Transparansi. Komposisi holding ETF dipublikasikan secara berkala, sehingga investor tahu persis aset apa saja yang mereka miliki.
• Risiko pasar. ETF tetap mengikuti pergerakan indeks atau sektor acuannya — jika pasar atau sektor tersebut turun, nilai ETF ikut turun.
• Risiko konsentrasi sektor. ETF sektor seperti XLE, XLV, dan XLF lebih rentan terhadap guncangan spesifik industri dibanding ETF pasar luas seperti VTI.
• Risiko komoditas tunggal. ETF seperti SLV bergerak murni mengikuti harga komoditas, tanpa diversifikasi lintas perusahaan atau sektor.
• Bukan jaminan hasil tetap. Seperti aset saham lainnya, ETF tidak memberi imbal hasil tetap — keuntungan bergantung sepenuhnya pada pergerakan harga pasar.
Saham AS, ETF, dan Options di Pluang difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi OJK, dengan transaksi tercatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan dijamin Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Saat ini Pluang menyediakan akses ke 650+ Saham AS & ETF dari total 2.000+ produk investasi di satu aplikasi, digunakan lebih dari 12 juta pengguna.
Ada 4 langkah untuk mulai membeli ETF di Pluang:
1. Unduh aplikasi Pluang dan daftar dengan nomor HP aktif, lalu selesaikan verifikasi identitas (KYC).
2. Top up saldo via transfer bank, virtual account, atau e-wallet — mulai dari nominal kecil.
3. Cari ETF yang diinginkan (misalnya SPY, VTI, atau QQQ) di halaman Saham AS, lalu masukkan nominal atau jumlah unit.
4. Konfirmasi pembelian. ETF langsung tercatat di portofolio; aktifkan Auto Invest untuk pembelian berkala otomatis.
Sejak fitur 24-jam saham & ETF AS diluncurkan, kamu juga bisa jual-beli ETF hampir 24 jam penuh dari Senin 07:00 WIB hingga Sabtu 07:00 WIB — tidak perlu lagi menunggu jam buka bursa AS untuk bereaksi terhadap berita pasar. Untuk analisis lebih dalam, Pluang juga menyediakan Web Trading dan Screeners untuk riset aset.
Tidak ada satu ETF yang “paling bagus” untuk semua orang — SPY dan VTI cocok untuk eksposur pasar AS secara luas, QQQ untuk fokus teknologi, sementara XLE, XLV, dan XLF cocok bagi yang ingin eksposur ke sektor spesifik, dan SLV bagi yang mencari eksposur komoditas perak. Yang lebih penting daripada memilih ETF “terbaik” adalah memastikan pilihan ETF sesuai dengan tujuan dan toleransi risikomu sendiri.
Ketujuh ETF ini tersedia di Pluang sebagai bagian dari 650+ Saham AS & ETF, berdampingan dengan Crypto dan Reksa Dana dalam satu aplikasi berizin dan diawasi OJK.
Pluang secara umum membuka investasi mulai dari nominal kecil di berbagai kelas aset. Nominal minimal spesifik per ETF bisa berbeda tergantung harga per unit — cek nominal terkini langsung di halaman aset masing-masing ETF pada aplikasi.
Berdasarkan volume perdagangan dan AUM, SPY (SPDR S&P 500 ETF Trust) dan QQQ (Invesco QQQ Trust) termasuk ETF paling likuid dan paling aktif diperdagangkan di dunia, meski sejak Februari 2025 Vanguard S&P 500 ETF (VOO) mengambil alih status ETF dengan AUM terbesar dari SPY.
Perbedaan utamanya ada pada cara diperdagangkan: reksa dana hanya ditransaksikan satu kali sehari di akhir hari perdagangan berdasarkan NAV, sedangkan ETF diperdagangkan sepanjang jam bursa dengan harga yang bergerak real-time seperti saham individu.
Saham AS, ETF, dan Options di Pluang difasilitasi PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi OJK, dengan transaksi tercatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan dijamin Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Cocok, terutama ETF pasar luas seperti VTI atau SPY, karena menawarkan diversifikasi instan tanpa perlu menganalisis saham individu satu per satu — mengurangi risiko konsentrasi yang sering dialami investor pemula yang hanya memegang segelintir saham.
Kamu bisa menjual ETF langsung dari halaman portofolio di aplikasi Pluang selama jam bursa AS reguler, atau hampir 24 jam penuh (Senin 07:00 WIB–Sabtu 07:00 WIB) lewat fitur 24-Hour Market.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.


