
Perusahaan ini didirikan pada 2004 dan bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk sampai berganti nama menjadi Alamtri Resources pada November 2024 (sumber: Yahoo Finance). Kode saham ADRO tidak berubah. Bisnis batu bara termalnya dipisahkan ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada 2025, sehingga profil ADRO hari ini berbeda dari profil Adaro Energy yang dikenal sebelumnya (sumber: Kompas, 19 Maret 2025).
PT Adaro Strategic Investments (ASI) memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, sehingga menjadi pemegang saham pengendali per data KSEI/BEI yang dipublikasikan 12 Maret 2026 (sumber: Katadata, 12 Maret 2026; Ajaib, 13 Maret 2026). Porsi 47,79% juga tercatat pada data September 2025, sehingga komposisi pemegang saham di atas 1% relatif stabil.
| Pemegang saham (di atas 1%) | Persentase | Jumlah saham (lembar) |
|---|---|---|
| PT Adaro Strategic Investments | 47,79% | 14.045.425.500 |
| Garibaldi Thohir | 6,73% | 1.976.632.710 |
| PT Saratoga Investama Sedaya Tbk | 4,00% | 1.174.890.670 |
| Edwin Soeryadjaya | 3,58% | 1.051.738.544 |
| Ir. Theodore Permadi Rachmat | 2,77% | 812.988.601 |
| Sandiaga Salahuddin Uno | 2,08% | 611.849.202 |
| PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (saham treasuri) | 2,00% | 589.195.200 |
| Korea South-East Power Co., Ltd. | 1,63% | 480.000.000 |
Sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan 12 Maret 2026. Sisanya sekitar 29,4% dipegang publik dan pemegang saham di bawah 1%. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Angka 47,79% berarti ASI mengendalikan perusahaan tetapi belum menguasai lebih dari separuh saham. Kepemilikan yang terkonsentrasi seperti ini lazim pada emiten tambang, dan menjadi bagian dari analisis fundamental yang perlu kamu cek karena keputusan strategis, termasuk kebijakan dividen, sangat dipengaruhi pemegang saham pengendali.
ADRO bergerak di pertambangan dan energi dengan empat lini usaha: batu bara metalurgi lewat PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), jasa pertambangan, energi terbarukan lewat Alamtri Eco (tenaga angin, surya, dan air), serta pengolahan mineral. Batu bara metalurgi dipakai untuk produksi baja, bukan pembangkit listrik.
Bisnis batu bara termal kini berada di AADI. ADRO masih memegang 15,37% saham AADI per 31 Oktober 2025. Kantor pusatnya di Menara Karya, Jakarta, dengan 10.408 karyawan tetap (sumber: Yahoo Finance, 1 Oktober 2026). Sebagai emiten di sektor energi, kinerjanya terkait harga komoditas dan proyek transisi energi.
Per penutupan 1 Oktober 2026, harga saham ADRO Rp2.410 per lembar. Satu lot di papan reguler BEI berisi 100 lembar, sehingga nilainya Rp241.000 (sumber: Yahoo Finance, 1 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time lewat Pluang Web Trading sebelum membuat order.
Nilai transaksi belum termasuk biaya. Komisi sekuritas bervariasi per sekuritas, levy bursa diatur regulator, dan PPh Final 0,1% atas nilai penjualan mengikuti ketentuan perpajakan pasar modal (bukan komponen biaya sekuritas). Cek skedul biaya di sekuritas yang kamu pakai.
| Indikator | Nilai | Sumber dan tanggal |
|---|---|---|
| Harga penutupan | Rp2.410 | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| Harga 1 lot (100 lembar) | Rp241.000 | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| Kapitalisasi pasar | sekitar Rp69,4 triliun | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| Rentang harga 52 minggu | Rp1.625 sampai Rp2.860 | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| PER trailing / forward | 6,6x / 4,7x | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| ROE | 12,3% | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| DER | 37,8% | Yahoo Finance, 1 Okt 2026 |
| Pendapatan semester I 2026 | US$999,2 juta (naik 16,50% YoY) | CNBC Indonesia, 31 Agu 2026 |
| Laba bersih semester I 2026 | US$309,4 juta (naik 76,84% YoY) | CNBC Indonesia, 31 Agu 2026 |
Laporan keuangan ADRO disajikan dalam dolar AS. Untuk angka per periode berjalan, cek rilis resmi di situs BEI. Target harga dari analis pihak ketiga tidak dikutip di sini, dan Pluang tidak menerbitkan target harga dari riset internal.
Dividen terakhir ADRO adalah dividen final Rp118,26 per saham: cum date 27 April 2026, ex-date 28 April 2026, dibayarkan 8 Mei 2026 setelah RUPST 17 April 2026. Perusahaan membagikan 99,96% laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen. Jika dua dividen terakhir (Rp145,14 dan Rp118,26) dijumlahkan menjadi Rp263,40 dan dibagi harga Rp2.410, dividend yield historisnya sekitar 10,9% (hitungan sendiri dari tabel di bawah).
| Tanggal ex-dividen | Dividen per saham (Rp) | Jenis |
|---|---|---|
| 2 Jan 2023 | 251,28 | Interim |
| 23 Mei 2023 | 240,78 | Final |
| 29 Des 2023 | 199,98 | Interim |
| 28 Mei 2024 | 209,31 | Final |
| 28 Nov 2024 | 1.358,18 | Dividen tunai spesial |
| 30 Des 2024 | 106,48 | Interim |
| 13 Jun 2025 | 166,69 | Final |
| 30 Des 2025 | 145,14 | Interim |
| 28 Apr 2026 | 118,26 | Final |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 2 Januari 2023 sampai 28 April 2026. Sumber: data dividen Yahoo Finance dan pengumuman korporasi Alamtri Resources. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.
Dividen Rp1.358,18 pada November 2024 bersifat khusus dan terkait aksi korporasi pemisahan bisnis batu bara termal. Saat membaca riwayatnya, pisahkan dividen rutin dari dividen khusus agar yield tidak salah dibandingkan.
Layak atau tidaknya bergantung pada tujuan, horizon, dan toleransi risikomu, bukan pada satu angka, sehingga artikel ini tidak memberi vonis beli atau jual. Gunakan enam kriteria berikut, lalu cocokkan dengan datanya.
| Kriteria | Data ADRO | Yang perlu kamu cek |
|---|---|---|
| 1. Valuasi | PER 6,6x trailing dan 4,7x forward (Yahoo Finance, 1 Okt 2026) | PER rendah pada emiten komoditas bisa mencerminkan laba di puncak siklus, bukan harga yang tertinggal. |
| 2. Kualitas laba dan arus kas | Laba bersih semester I 2026 US$309,4 juta; arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif sekitar US$272 juta (Yahoo Finance) | Apakah laba tumbuh karena harga komoditas atau efisiensi, dan seberapa besar belanja modalnya. |
| 3. Dividen | Yield historis sekitar 10,9%; dividen per saham bergerak dari Rp251,28 ke Rp118,26 | Dividen tidak tetap dan pernah ada dividen khusus, jadi yield lampau bukan penghasilan rutin. |
| 4. Neraca | ROE 12,3%, DER 37,8%, rasio lancar 2,9x (Yahoo Finance, 1 Okt 2026) | Tren utang dan kas pada laporan keuangan berikutnya. |
| 5. Likuiditas | Volume rata-rata 3 bulan 36,3 juta lembar, setara sekitar Rp87,5 miliar per hari | Apakah jumlah lotmu mudah dijual tanpa menggeser harga. |
| 6. Kecocokan portofolio | Satu emiten energi dengan harga yang mengikuti siklus komoditas | Porsi maksimal, horizon, dan diversifikasi portofolio kamu. |
Likuiditas dihitung dari volume rata-rata 3 bulan dikalikan harga 1 Oktober 2026. Satu kriteria yang terpenuhi tidak cukup; tiap kriteria perlu ditimbang dengan tujuanmu. Jika dividen menjadi alasan utama, perhatikan kriteria 3. Jika kamu tidak nyaman dengan harga yang naik-turun mengikuti komoditas, perhatikan kriteria 6 dan bagian risiko di bawah.
Saham Indonesia di Pluang dijalankan bersama PT Pluang Maju Sekuritas; rincian entitas ada pada disclaimer produk di akhir artikel. Langkahnya:
Kode ADRO kini milik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, nama baru dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk sejak November 2024. Kode saham tidak berubah, dan emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Juli 2008 (sumber: Yahoo Finance, 1 Oktober 2026).
PT Adaro Strategic Investments memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, disusul Garibaldi Thohir 6,73% dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 4,00%. Sisanya dipegang publik dan pemegang saham dengan porsi di bawah 1% (sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan pada 12 Maret 2026).
Pada penutupan 1 Oktober 2026, saham ADRO Rp2.410 per lembar, sehingga 1 lot berisi 100 lembar senilai Rp241.000 (sumber: Yahoo Finance, 1 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time sebelum membuat order dan hitung biaya transaksinya.
Dividen final dengan ex-date 28 April 2026 sebesar Rp118,26 per saham. Untuk 10 lot (1.000 lembar), nilainya Rp118.260 sebelum pajak, dibayarkan 8 Mei 2026. Angka ini bukan cerminan performa mendatang dan bukan patokan dividen periode berikutnya.
Tidak ada jawaban tunggal untuk semua orang. Ukur dengan kriteria berikut: kamu memahami siklus harga komoditas, kamu siap menerima dividen yang berubah (dari Rp251,28 ke Rp118,26 per saham), dan porsinya sesuai toleransi risikomu. Saham termasuk produk berisiko tinggi dan fluktuatif.
ADRO kini berbeda dari Adaro Energy yang dikenal sebelumnya: bisnis batu bara termal ada di AADI, sementara PT Alamtri Resources Indonesia Tbk bergerak di batu bara metalurgi, jasa pertambangan, energi terbarukan, dan pengolahan mineral. Per 1 Oktober 2026 harganya Rp2.410 per lembar (Rp241.000 per lot), PT Adaro Strategic Investments memegang 47,79%, dan dividen terakhir Rp118,26 per saham. Cocokkan data tersebut dengan enam kriteria di atas, lalu tentukan sendiri. Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


