
Perusahaan ini didirikan pada 2004 dan berganti nama dari Adaro Energy menjadi Alamtri Resources pada November 2024 (sumber: Yahoo Finance); kode ADRO tidak berubah. Bisnis batu bara termalnya dipisahkan ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada 2025 (sumber: Kompas, 19 Maret 2025).
ADRO bergerak di pertambangan dan energi dengan empat lini usaha: batu bara metalurgi lewat PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), jasa pertambangan, energi terbarukan lewat Alamtri Eco (tenaga angin, surya, dan air), serta pengolahan mineral. Batu bara metalurgi dipakai untuk produksi baja, bukan pembangkit listrik.
Bisnis batu bara termal kini berada di AADI, dan ADRO masih memegang 15,37% saham AADI per 31 Oktober 2025. Sebagai emiten di sektor energi, kinerjanya terkait harga komoditas dan proyek transisi energi.
PT Adaro Strategic Investments (ASI) memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, sehingga menjadi pemegang saham pengendali per data KSEI/BEI yang dipublikasikan 12 Maret 2026 (sumber: Katadata, 12 Maret 2026; Ajaib, 13 Maret 2026).
| Pemegang saham (di atas 1%) | Persentase | Jumlah saham (lembar) |
|---|---|---|
| PT Adaro Strategic Investments | 47,79% | 14.045.425.500 |
| Garibaldi Thohir | 6,73% | 1.976.632.710 |
| PT Saratoga Investama Sedaya Tbk | 4,00% | 1.174.890.670 |
| Edwin Soeryadjaya | 3,58% | 1.051.738.544 |
| Ir. Theodore Permadi Rachmat | 2,77% | 812.988.601 |
| Sandiaga Salahuddin Uno | 2,08% | 611.849.202 |
| PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (saham treasuri) | 2,00% | 589.195.200 |
| Korea South-East Power Co., Ltd. | 1,63% | 480.000.000 |
Sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan 12 Maret 2026. Sisanya sekitar 29,4% dipegang publik dan pemegang saham di bawah 1%. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Angka 47,79% berarti ASI mengendalikan perusahaan tetapi belum menguasai lebih dari separuh saham. Struktur ini bagian dari analisis fundamental yang perlu kamu cek karena memengaruhi kebijakan dividen.
Per penutupan 22 Oktober 2026, harga saham ADRO Rp2.440 per lembar. Satu lot di papan reguler BEI berisi 100 lembar, sehingga nilainya Rp244.000 (sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time lewat Pluang Web Trading sebelum membuat order.
Nilai transaksi belum termasuk biaya: komisi sekuritas bervariasi per sekuritas, levy bursa diatur regulator, dan PPh Final 0,1% atas nilai penjualan mengikuti ketentuan perpajakan pasar modal.
| Indikator | Nilai | Sumber dan tanggal |
|---|---|---|
| Harga penutupan | Rp2.440 | Yahoo Finance, 22 Okt 2026 |
| Kapitalisasi pasar | sekitar Rp70,3 triliun | Yahoo Finance, 22 Okt 2026 |
| PER trailing / forward | 7,2x / 4,7x | Yahoo Finance, 22 Okt 2026 |
| ROE | 12,3% | Yahoo Finance, 23 Okt 2026 |
| DER | 37,8% | Yahoo Finance, 23 Okt 2026 |
| Pendapatan semester I 2026 | US$999,2 juta (naik 16,50% YoY) | CNBC Indonesia, 31 Agu 2026 |
| Laba bersih semester I 2026 | US$309,4 juta (naik 76,84% YoY) | CNBC Indonesia, 31 Agu 2026 |
Laporan keuangan ADRO disajikan dalam dolar AS; cek rilis resmi di situs BEI. Target harga analis pihak ketiga tidak dikutip di sini, dan Pluang tidak menerbitkan target harga dari riset internal.
Dividen terakhir ADRO adalah dividen final Rp118,26 per saham: cum date 27 April 2026, ex-date 28 April 2026, dibayarkan 8 Mei 2026 setelah RUPST 17 April 2026. Jika dua dividen terakhir (Rp145,14 dan Rp118,26) dijumlahkan menjadi Rp263,40 dan dibagi harga Rp2.440, dividend yield historisnya sekitar 10,8% (hitungan sendiri dari tabel di bawah).
| Tanggal ex-dividen | Dividen per saham (Rp) | Jenis |
|---|---|---|
| 2 Jan 2023 | 251,28 | Interim |
| 23 Mei 2023 | 240,78 | Final |
| 29 Des 2023 | 199,98 | Interim |
| 28 Mei 2024 | 209,31 | Final |
| 28 Nov 2024 | 1.358,18 | Dividen tunai spesial |
| 30 Des 2024 | 106,48 | Interim |
| 13 Jun 2025 | 166,69 | Final |
| 30 Des 2025 | 145,14 | Interim |
| 28 Apr 2026 | 118,26 | Final |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 2 Januari 2023 sampai 28 April 2026. Sumber: data dividen Yahoo Finance dan pengumuman korporasi Alamtri Resources. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.
Dividen Rp1.358,18 pada November 2024 bersifat khusus dan terkait aksi korporasi pemisahan bisnis batu bara termal.
Buyback adalah pembelian kembali saham oleh emiten dari pasar. Per 20 Oktober 2026, ADRO melanjutkan buyback dengan dana maksimal Rp5 triliun dari kas internal, lewat BEI, secara bertahap selama maksimal 12 bulan (sumber: IDX Channel, 20 Oktober 2026).
| Poin program | Data | Sumber dan tanggal |
|---|---|---|
| Dana maksimal | Rp5 triliun, dari kas internal | IDX Channel, 20 Okt 2026 |
| Persetujuan dan periode | RUPST 17 April 2026; 12 bulan sejak 18 April 2026 | IDX Channel, 20 Okt 2026 |
| Saham treasuri hasil program sebelumnya | 589,19 juta lembar (sekitar 2,005% modal ditempatkan dan disetor) per 28 Feb 2026 | Bisnis.com, 20 Okt 2026 |
Pertama, Rp5 triliun adalah batas maksimal, bukan jumlah yang harus dihabiskan (sumber: Kabar Bursa, Oktober 2026). Kedua, buyback tidak otomatis mendorong harga naik dan berbeda dari dividen tunai; bandingkan di buyback vs dividen. Ketiga, arus kas operasi semester I 2026 negatif US$42,9 juta, dibanding positif US$333,2 juta setahun sebelumnya (sumber: Kabar Bursa, Oktober 2026).
Layak atau tidaknya bergantung pada tujuan, horizon, dan toleransi risikomu, bukan pada satu angka, sehingga artikel ini tidak memberi vonis beli atau jual. Gunakan enam kriteria berikut, lalu cocokkan dengan datanya.
| Kriteria | Data ADRO | Yang perlu kamu cek |
|---|---|---|
| 1. Valuasi | PER 7,2x trailing dan 4,7x forward (Yahoo Finance, 22 Okt 2026) | PER rendah pada emiten komoditas bisa mencerminkan laba di puncak siklus. |
| 2. Kualitas laba dan arus kas | Laba bersih semester I 2026 US$309,4 juta; arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif sekitar US$272 juta (Yahoo Finance) | Apakah laba tumbuh karena harga komoditas atau efisiensi, dan seberapa besar belanja modalnya. |
| 3. Dividen dan buyback | Yield historis sekitar 10,8%; dividen dari Rp251,28 ke Rp118,26 per saham; buyback maksimal Rp5 triliun | Dividen tidak tetap dan pernah ada dividen khusus; buyback bukan pengganti dividen. |
| 4. Neraca | ROE 12,3%, DER 37,8%, rasio lancar 2,9x (Yahoo Finance, 23 Okt 2026) | Tren utang dan kas pada laporan keuangan berikutnya. |
| 5. Likuiditas | Volume rata-rata 3 bulan 40,7 juta lembar, setara sekitar Rp99,3 miliar per hari | Apakah jumlah lotmu mudah dijual tanpa menggeser harga. |
| 6. Kecocokan portofolio | Emiten energi dengan harga yang mengikuti siklus komoditas | Porsi maksimal, horizon, dan diversifikasi portofolio kamu. |
Likuiditas dihitung dari volume rata-rata 3 bulan dikalikan harga 22 Oktober 2026. Satu kriteria yang terpenuhi tidak cukup; timbang semuanya dengan tujuanmu.
Saham Indonesia di Pluang dijalankan bersama PT Pluang Maju Sekuritas; rincian entitas ada pada disclaimer produk di akhir artikel. Langkahnya:
Buyback ADRO adalah pembelian kembali saham oleh emiten dengan dana maksimal Rp5 triliun dari kas internal, lewat BEI secara bertahap selama maksimal 12 bulan, dilanjutkan sejak 20 Oktober 2026. Dana tersebut batas maksimal, bukan target wajib (sumber: IDX Channel, 20 Oktober 2026).
PT Adaro Strategic Investments memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, disusul Garibaldi Thohir 6,73% dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 4,00%. Sisanya dipegang publik dan pemegang saham dengan porsi di bawah 1% (sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan pada 12 Maret 2026).
Pada penutupan 22 Oktober 2026, saham ADRO Rp2.440 per lembar, sehingga 1 lot berisi 100 lembar senilai Rp244.000 (sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time sebelum membuat order dan hitung biaya transaksinya.
Dividen final dengan ex-date 28 April 2026 sebesar Rp118,26 per saham. Untuk 10 lot (1.000 lembar), nilainya Rp118.260 sebelum pajak, dibayarkan 8 Mei 2026. Dividen ini berasal dari laba tahun buku 2025. Angka ini bukan cerminan performa mendatang dan bukan patokan dividen berikutnya.
Tidak ada jawaban tunggal untuk semua orang. Ukur dengan kriteria berikut: kamu memahami siklus harga komoditas, kamu siap menerima dividen yang berubah (dari Rp251,28 ke Rp118,26 per saham), dan porsinya sesuai toleransi risikomu. Saham termasuk produk berisiko tinggi dan fluktuatif.
ADRO kini berbeda dari Adaro Energy yang dikenal sebelumnya: bisnis batu bara termal ada di AADI. Per 22 Oktober 2026 harganya Rp2.440 per lembar (Rp244.000 per lot), ASI memegang 47,79%, dividen terakhir Rp118,26 per saham, dan buyback hingga Rp5 triliun dilanjutkan sejak 20 Oktober 2026. Cocokkan data dengan enam kriteria di atas, lalu tentukan sendiri. Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.
Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


