BiayaKeamanan
Pluang+
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham ADRO: Harga 1 Lot, Pemilik, Dividen & Buyback 2026
shareIcon

Saham ADRO: Harga 1 Lot, Pemilik, Dividen & Buyback 2026

20 Jul 2026, 5:24 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Ilustrasi saham ADRO PT Alamtri Resources Indonesia Tbk - Saham ADRO: Harga 1 Lot, Pemilik, Dividen & Buyback 2026
Diperbarui 23 Oktober 2026ADRO adalah kode saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dahulu PT Adaro Energy Indonesia Tbk), emiten energi dan mineral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juli 2008. Per penutupan 22 Oktober 2026, harga saham ADRO Rp2.440 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) senilai Rp244.000, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp70,3 triliun (sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Kamu bisa memantau ADRO lewat Saham Indonesia di Pluang, yang dijalankan bersama PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek.

ADRO Saham Apa?

Jawaban Singkat

  • ADRO adalah kode saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, emiten energi di BEI sejak Juli 2008.
  • Harga 22 Oktober 2026: Rp2.440 per lembar, atau Rp244.000 per lot. Pemegang saham pengendali: PT Adaro Strategic Investments, 47,79% (KSEI/BEI, 12 Maret 2026).
  • Buyback hingga Rp5 triliun dilanjutkan sejak 20 Oktober 2026 (IDX Channel, 20 Oktober 2026).

Perusahaan ini didirikan pada 2004 dan berganti nama dari Adaro Energy menjadi Alamtri Resources pada November 2024 (sumber: Yahoo Finance); kode ADRO tidak berubah. Bisnis batu bara termalnya dipisahkan ke PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada 2025 (sumber: Kompas, 19 Maret 2025).

ADRO Bergerak di Bidang Apa?

ADRO bergerak di pertambangan dan energi dengan empat lini usaha: batu bara metalurgi lewat PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), jasa pertambangan, energi terbarukan lewat Alamtri Eco (tenaga angin, surya, dan air), serta pengolahan mineral. Batu bara metalurgi dipakai untuk produksi baja, bukan pembangkit listrik.

Bisnis batu bara termal kini berada di AADI, dan ADRO masih memegang 15,37% saham AADI per 31 Oktober 2025. Sebagai emiten di sektor energi, kinerjanya terkait harga komoditas dan proyek transisi energi.

ADRO Saham Milik Siapa?

PT Adaro Strategic Investments (ASI) memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, sehingga menjadi pemegang saham pengendali per data KSEI/BEI yang dipublikasikan 12 Maret 2026 (sumber: Katadata, 12 Maret 2026; Ajaib, 13 Maret 2026).

Pemegang saham (di atas 1%)PersentaseJumlah saham (lembar)
PT Adaro Strategic Investments47,79%14.045.425.500
Garibaldi Thohir6,73%1.976.632.710
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk4,00%1.174.890.670
Edwin Soeryadjaya3,58%1.051.738.544
Ir. Theodore Permadi Rachmat2,77%812.988.601
Sandiaga Salahuddin Uno2,08%611.849.202
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (saham treasuri)2,00%589.195.200
Korea South-East Power Co., Ltd.1,63%480.000.000

Sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan 12 Maret 2026. Sisanya sekitar 29,4% dipegang publik dan pemegang saham di bawah 1%. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.

Angka 47,79% berarti ASI mengendalikan perusahaan tetapi belum menguasai lebih dari separuh saham. Struktur ini bagian dari analisis fundamental yang perlu kamu cek karena memengaruhi kebijakan dividen.

Berapa Harga 1 Lot Saham ADRO Hari Ini?

Per penutupan 22 Oktober 2026, harga saham ADRO Rp2.440 per lembar. Satu lot di papan reguler BEI berisi 100 lembar, sehingga nilainya Rp244.000 (sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time lewat Pluang Web Trading sebelum membuat order.

Nilai transaksi belum termasuk biaya: komisi sekuritas bervariasi per sekuritas, levy bursa diatur regulator, dan PPh Final 0,1% atas nilai penjualan mengikuti ketentuan perpajakan pasar modal.

IndikatorNilaiSumber dan tanggal
Harga penutupanRp2.440Yahoo Finance, 22 Okt 2026
Kapitalisasi pasarsekitar Rp70,3 triliunYahoo Finance, 22 Okt 2026
PER trailing / forward7,2x / 4,7xYahoo Finance, 22 Okt 2026
ROE12,3%Yahoo Finance, 23 Okt 2026
DER37,8%Yahoo Finance, 23 Okt 2026
Pendapatan semester I 2026US$999,2 juta (naik 16,50% YoY)CNBC Indonesia, 31 Agu 2026
Laba bersih semester I 2026US$309,4 juta (naik 76,84% YoY)CNBC Indonesia, 31 Agu 2026

Laporan keuangan ADRO disajikan dalam dolar AS; cek rilis resmi di situs BEI. Target harga analis pihak ketiga tidak dikutip di sini, dan Pluang tidak menerbitkan target harga dari riset internal.

Bagaimana Riwayat Dividen Saham ADRO?

Dividen terakhir ADRO adalah dividen final Rp118,26 per saham: cum date 27 April 2026, ex-date 28 April 2026, dibayarkan 8 Mei 2026 setelah RUPST 17 April 2026. Jika dua dividen terakhir (Rp145,14 dan Rp118,26) dijumlahkan menjadi Rp263,40 dan dibagi harga Rp2.440, dividend yield historisnya sekitar 10,8% (hitungan sendiri dari tabel di bawah).

Tanggal ex-dividenDividen per saham (Rp)Jenis
2 Jan 2023251,28Interim
23 Mei 2023240,78Final
29 Des 2023199,98Interim
28 Mei 2024209,31Final
28 Nov 20241.358,18Dividen tunai spesial
30 Des 2024106,48Interim
13 Jun 2025166,69Final
30 Des 2025145,14Interim
28 Apr 2026118,26Final

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 2 Januari 2023 sampai 28 April 2026. Sumber: data dividen Yahoo Finance dan pengumuman korporasi Alamtri Resources. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Dividen Rp1.358,18 pada November 2024 bersifat khusus dan terkait aksi korporasi pemisahan bisnis batu bara termal.

Apa Isi Program Buyback Saham ADRO Rp5 Triliun?

Buyback adalah pembelian kembali saham oleh emiten dari pasar. Per 20 Oktober 2026, ADRO melanjutkan buyback dengan dana maksimal Rp5 triliun dari kas internal, lewat BEI, secara bertahap selama maksimal 12 bulan (sumber: IDX Channel, 20 Oktober 2026).

Poin programDataSumber dan tanggal
Dana maksimalRp5 triliun, dari kas internalIDX Channel, 20 Okt 2026
Persetujuan dan periodeRUPST 17 April 2026; 12 bulan sejak 18 April 2026IDX Channel, 20 Okt 2026
Saham treasuri hasil program sebelumnya589,19 juta lembar (sekitar 2,005% modal ditempatkan dan disetor) per 28 Feb 2026Bisnis.com, 20 Okt 2026

Pertama, Rp5 triliun adalah batas maksimal, bukan jumlah yang harus dihabiskan (sumber: Kabar Bursa, Oktober 2026). Kedua, buyback tidak otomatis mendorong harga naik dan berbeda dari dividen tunai; bandingkan di buyback vs dividen. Ketiga, arus kas operasi semester I 2026 negatif US$42,9 juta, dibanding positif US$333,2 juta setahun sebelumnya (sumber: Kabar Bursa, Oktober 2026).

Apakah Saham ADRO Layak Dibeli?

Layak atau tidaknya bergantung pada tujuan, horizon, dan toleransi risikomu, bukan pada satu angka, sehingga artikel ini tidak memberi vonis beli atau jual. Gunakan enam kriteria berikut, lalu cocokkan dengan datanya.

KriteriaData ADROYang perlu kamu cek
1. ValuasiPER 7,2x trailing dan 4,7x forward (Yahoo Finance, 22 Okt 2026)PER rendah pada emiten komoditas bisa mencerminkan laba di puncak siklus.
2. Kualitas laba dan arus kasLaba bersih semester I 2026 US$309,4 juta; arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif sekitar US$272 juta (Yahoo Finance)Apakah laba tumbuh karena harga komoditas atau efisiensi, dan seberapa besar belanja modalnya.
3. Dividen dan buybackYield historis sekitar 10,8%; dividen dari Rp251,28 ke Rp118,26 per saham; buyback maksimal Rp5 triliunDividen tidak tetap dan pernah ada dividen khusus; buyback bukan pengganti dividen.
4. NeracaROE 12,3%, DER 37,8%, rasio lancar 2,9x (Yahoo Finance, 23 Okt 2026)Tren utang dan kas pada laporan keuangan berikutnya.
5. LikuiditasVolume rata-rata 3 bulan 40,7 juta lembar, setara sekitar Rp99,3 miliar per hariApakah jumlah lotmu mudah dijual tanpa menggeser harga.
6. Kecocokan portofolioEmiten energi dengan harga yang mengikuti siklus komoditasPorsi maksimal, horizon, dan diversifikasi portofolio kamu.

Likuiditas dihitung dari volume rata-rata 3 bulan dikalikan harga 22 Oktober 2026. Satu kriteria yang terpenuhi tidak cukup; timbang semuanya dengan tujuanmu.

Apa Saja Risiko dan Faktor yang Memengaruhi Harga Saham ADRO?

  • Harga komoditas dan volatilitas. Pada 16 Oktober 2026, harga turun dari Rp2.460 ke Rp2.210 (turun 10,2%) dalam satu hari perdagangan, lalu kembali ke Rp2.440 pada 22 Oktober (sumber: Yahoo Finance).
  • Regulasi dan transisi energi. Aturan royalti, ekspor, atau lingkungan dapat mengubah biaya dan permintaan batu bara.
  • Dividen dan buyback tidak tetap. Dividen khusus 2024 tidak bisa diasumsikan berulang, dan dana buyback Rp5 triliun adalah batas maksimal.
  • Arus kas dan belanja modal. Arus kas bebas 12 bulan terakhir negatif sekitar US$272 juta (sumber: Yahoo Finance), sehingga laporan keuangan berikutnya perlu dipantau.
  • Kepemilikan terkonsentrasi. ASI memegang 47,79%, sehingga kepentingan pengendali berpengaruh besar.
  • Kurs dan pelaporan dolar AS. Laba dilaporkan dalam dolar AS, sehingga pergerakan rupiah memengaruhi angka dalam rupiah.

Bagaimana Cara Membeli Saham ADRO di Pluang?

Saham Indonesia di Pluang dijalankan bersama PT Pluang Maju Sekuritas; rincian entitas ada pada disclaimer produk di akhir artikel. Langkahnya:

  1. Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan lengkapi verifikasi KYC dengan KTP dan data diri.
  2. Buka menu Saham Indonesia, cari ticker ADRO, atau gunakan Screeners untuk menyaring saham menurut sektor dan fundamental.
  3. Pelajari harga, grafik, PER, dan dividend yield lewat Pluang Web Trading.
  4. Tentukan jumlah lot. Satu lot berisi 100 lembar, jadi hitung total nilai dan biaya sebelum order.
  5. Konfirmasi order, lalu pantau posisimu secara berkala di portofolio.

FAQ Seputar Saham ADRO

Apa itu buyback saham ADRO Rp5 triliun?

Buyback ADRO adalah pembelian kembali saham oleh emiten dengan dana maksimal Rp5 triliun dari kas internal, lewat BEI secara bertahap selama maksimal 12 bulan, dilanjutkan sejak 20 Oktober 2026. Dana tersebut batas maksimal, bukan target wajib (sumber: IDX Channel, 20 Oktober 2026).

Siapa pemegang saham pengendali ADRO?

PT Adaro Strategic Investments memegang 47,79% saham ADRO atau 14.045.425.500 lembar, disusul Garibaldi Thohir 6,73% dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 4,00%. Sisanya dipegang publik dan pemegang saham dengan porsi di bawah 1% (sumber: KSEI/BEI, dipublikasikan pada 12 Maret 2026).

Berapa harga 1 lot saham ADRO hari ini?

Pada penutupan 22 Oktober 2026, saham ADRO Rp2.440 per lembar, sehingga 1 lot berisi 100 lembar senilai Rp244.000 (sumber: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026). Harga berubah setiap hari perdagangan, jadi cek harga real-time sebelum membuat order dan hitung biaya transaksinya.

Kalau punya 10 lot ADRO, berapa dividen yang diterima dari pembagian terakhir?

Dividen final dengan ex-date 28 April 2026 sebesar Rp118,26 per saham. Untuk 10 lot (1.000 lembar), nilainya Rp118.260 sebelum pajak, dibayarkan 8 Mei 2026. Dividen ini berasal dari laba tahun buku 2025. Angka ini bukan cerminan performa mendatang dan bukan patokan dividen berikutnya.

Apakah saham ADRO cocok untuk pemula?

Tidak ada jawaban tunggal untuk semua orang. Ukur dengan kriteria berikut: kamu memahami siklus harga komoditas, kamu siap menerima dividen yang berubah (dari Rp251,28 ke Rp118,26 per saham), dan porsinya sesuai toleransi risikomu. Saham termasuk produk berisiko tinggi dan fluktuatif.

Kesimpulan

ADRO kini berbeda dari Adaro Energy yang dikenal sebelumnya: bisnis batu bara termal ada di AADI. Per 22 Oktober 2026 harganya Rp2.440 per lembar (Rp244.000 per lot), ASI memegang 47,79%, dividen terakhir Rp118,26 per saham, dan buyback hingga Rp5 triliun dilanjutkan sejak 20 Oktober 2026. Cocokkan data dengan enam kriteria di atas, lalu tentukan sendiri. Pelajari lebih lanjut tentang Saham Indonesia di Pluang.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini