Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Quantitative Trading Adalah: Pengertian & Cara Kerja
shareIcon

Quantitative Trading Adalah: Pengertian & Cara Kerja

27 Aug 2026, 3:13 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Quantitative Trading Adalah: Pengertian & Cara Kerja
Quantitative Trading adalah strategi trading berbasis data dan algoritma. Pelajari pengertian, cara kerja, dan contoh perhitungannya di sini.

Quantitative Trading adalah strategi trading yang menggunakan model matematika, statistik, dan algoritma terprogram untuk mengambil keputusan jual-beli aset secara sistematis.

Pendekatan ini mengandalkan data historis dan data pasar real-time sebagai input utama, alih-alih intuisi atau analisis grafik secara manual. Data harga, volume transaksi, dan indikator statistik diolah melalui model komputer sebelum dieksekusi menjadi order beli atau jual.

Apa Itu Quantitative Trading?

Quantitative trading (sering disingkat quant trading) adalah metode trading yang membangun keputusan transaksi dari analisis kuantitatif atas data pasar, bukan dari penilaian subjektif seorang trader. Trader dan institusi yang menjalankan strategi ini menyusun model matematis untuk mengenali pola pergerakan harga, lalu menerjemahkan pola tersebut menjadi aturan transaksi otomatis.

Strategi ini umumnya diterapkan pada transaksi bervolume besar — mulai dari ratusan hingga ribuan lot saham atau kontrak derivatif dalam satu waktu — sehingga lebih banyak dipakai oleh institusi keuangan, hedge fund, dan desk trading proprietary dibanding trader ritel perorangan. Seiring berkembangnya akses data dan platform trading berbasis API, trader ritel dengan kemampuan pemrograman dasar juga mulai bisa mengadopsi versi sederhana dari pendekatan ini.

Perbedaan utamanya dengan trading berbasis analisis teknikal manual terletak pada proses pengambilan keputusan: analisis teknikal manual bergantung pada interpretasi visual trader terhadap grafik, sedangkan quantitative trading menjalankan aturan yang sudah diuji secara statistik sebelum diterapkan ke pasar riil.

Bagaimana Cara Kerja Quantitative Trading?

Secara umum, proses quantitative trading berjalan melalui empat tahap berikut:

1.    Pengumpulan Data — mengumpulkan data historis dan real-time, seperti harga, volume transaksi, indikator teknikal, hingga data fundamental emiten atau aset yang akan dianalisis.

2.    Pemodelan dan Backtesting — menyusun model matematika atau algoritma, lalu mengujinya terhadap data historis (backtesting) untuk melihat performa strategi tersebut andai diterapkan pada periode waktu lampau.

3.    Implementasi — menjalankan algoritma yang sudah lolos pengujian pada kondisi pasar riil, biasanya melalui sistem eksekusi otomatis yang terhubung langsung ke platform trading atau bursa.

4.    Pengawasan dan Optimasi — memantau performa strategi secara berkelanjutan dan menyesuaikan parameter model ketika kondisi pasar berubah, karena strategi yang efektif pada satu periode belum tentu efektif secara permanen.

Menurut riset IMARC Group (data per 2025), strategi algoritmik dan high-frequency trading menyumbang sekitar 60–70% dari total volume transaksi di sejumlah bursa saham global utama — menunjukkan besarnya peran otomatisasi berbasis data dalam pasar modal modern saat ini.

Bagaimana Contoh Perhitungan Sinyal Quantitative Trading?

Salah satu teknik dasar dalam quantitative trading adalah strategi moving average crossover, yaitu membandingkan rata-rata harga jangka pendek dan jangka panjang untuk menghasilkan sinyal transaksi. Berikut ilustrasi perhitungannya (data hipotetis untuk tujuan edukasi, bukan data pasar riil dan bukan rekomendasi transaksi):

Hari

Harga Penutupan (ilustrasi, Rp)

SMA 3 Hari

SMA 5 Hari

Sinyal

1

1.000

2

1.020

3

1.050

1.023

4

1.080

1.050

5

1.110

1.080

1.052

6

1.140

1.110

1.080

SMA 3 > SMA 5 → Sinyal Beli (ilustrasi)

Cara membacanya: SMA 3 Hari dihitung dari rata-rata tiga harga penutupan terakhir, sementara SMA 5 Hari dihitung dari rata-rata lima harga penutupan terakhir. Ketika garis SMA jangka pendek (3 hari) memotong ke atas garis SMA jangka panjang (5 hari), model akan menghasilkan sinyal beli; sebaliknya, ketika memotong ke bawah, model menghasilkan sinyal jual. Algoritma quant trading menjalankan logika serupa ini secara otomatis dan berulang, namun umumnya dengan variabel dan indikator yang jauh lebih kompleks dibanding contoh di atas, serta dilengkapi manajemen risiko seperti stop loss dan position sizing.

Apa Kelebihan dan Risiko Quantitative Trading?

Kelebihan

1.    Kecepatan eksekusi — algoritma dapat mengeksekusi order dalam hitungan milidetik, sehingga mampu menangkap peluang jangka pendek yang sulit diikuti secara manual.

2.    Konsistensi — keputusan dijalankan berdasarkan aturan yang sudah ditentukan, sehingga meminimalkan pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan transaksi.

3.    Kapasitas analisis data besar — model dapat mengolah ribuan hingga jutaan titik data dalam waktu singkat untuk mengenali pola yang sulit terlihat secara manual.

4.    Backtesting — strategi dapat diuji terhadap data historis sebelum diterapkan pada dana sungguhan, sehingga trader punya gambaran performa sebelum mengambil risiko riil.

5.    Minim kesalahan input manual — otomatisasi mengurangi risiko human error, seperti salah memasukkan jumlah lot atau harga transaksi.

Risiko

1.    Ketergantungan pada kualitas data — model hanya sebaik data yang menjadi inputnya; data yang tidak akurat akan menghasilkan sinyal yang keliru.

2.    Perubahan kondisi pasar — strategi yang dioptimalkan untuk kondisi pasar tertentu berpotensi tidak efektif, bahkan merugikan, ketika kondisi pasar berubah signifikan (overfitting).

3.    Kompleksitas teknis — membutuhkan pemahaman statistik, matematika, dan pemrograman yang cukup mendalam untuk membangun serta memelihara model secara mandiri.

4.    Bukan jaminan keuntungan — seperti seluruh strategi trading dan investasi, quantitative trading tetap mengandung risiko kerugian dan tidak menjamin hasil tertentu di masa depan.

Bagaimana Cara Memulai Quantitative Trading?

Bagi pemula yang ingin mempelajari quantitative trading, berikut tahapan yang umum ditempuh:

1.    Pelajari dasar statistik dan pemrograman. Python dan R adalah bahasa yang paling umum dipakai karena memiliki banyak pustaka (library) untuk analisis data dan backtesting.

2.    Pahami instrumen dan mekanisme pasar yang ditargetkan, termasuk jam trading, biaya transaksi, dan karakteristik likuiditas aset tersebut.

3.    Bangun dan uji strategi sederhana lebih dahulu, misalnya model moving average crossover seperti contoh di atas, sebelum mengembangkan model yang lebih kompleks.

4.    Lakukan backtesting secara disiplin menggunakan data historis dalam periode yang cukup panjang sebelum mengalokasikan dana riil ke strategi tersebut.

5.    Gunakan platform trading yang berizin dan diawasi OJK, serta manfaatkan fitur manajemen risiko yang tersedia — bukan hanya mengejar kecepatan eksekusi.

Salah satu instrumen yang kerap dipakai untuk mengeksplorasi strategi berbasis data karena likuiditas dan aksesibilitasnya adalah produk derivatif seperti Options Trading. Produk ini tergolong berisiko tinggi dan tidak cocok untuk seluruh kalangan investor, sehingga penting memahami mekanismenya secara menyeluruh sebelum mulai trading dengan manajemen risiko.

Perdagangan options difasilitasi oleh PT PG Berjangka sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apa pun.

Untuk memahami konsep trading secara lebih menyeluruh sebelum masuk ke strategi kuantitatif, pelajari juga pengertian trading, cara kerja, dan jenis-jenisnya.

Pertanyaan Seputar Quantitative Trading

Apa bedanya quantitative trading dengan trading teknikal biasa?

Trading teknikal mengandalkan interpretasi visual trader terhadap grafik harga, sedangkan quantitative trading memakai model matematika dan algoritma terprogram untuk menghasilkan sinyal beli-jual secara otomatis. Trading teknikal manual melibatkan penilaian subjektif, sementara quantitative trading dijalankan berdasarkan aturan kuantitatif yang telah diuji lewat backtesting sebelum diterapkan ke pasar riil.

Apakah quantitative trading cocok untuk trader pemula?

Quantitative trading membutuhkan pemahaman statistik, matematika, dan pemrograman, sehingga tantangannya lebih besar dibanding trading manual bagi pemula. Trader pemula yang tertarik dapat memulai dari mempelajari analisis data dasar dan menggunakan platform trading berizin OJK yang menyediakan fitur manajemen risiko, sebelum mengembangkan strategi kuantitatif yang lebih kompleks secara bertahap.

Bahasa pemrograman apa yang umum dipakai dalam quantitative trading?

Python dan R adalah bahasa pemrograman paling umum digunakan karena memiliki pustaka analisis data dan statistik yang lengkap serta komunitas pengguna yang besar. C++ juga dipakai pada strategi yang membutuhkan eksekusi berkecepatan sangat tinggi, seperti sebagian strategi high-frequency trading milik institusi keuangan besar.

Kesimpulan

Quantitative trading adalah pendekatan trading berbasis data, model matematika, dan algoritma yang banyak dipakai institusi keuangan untuk mengambil keputusan transaksi secara sistematis. Pendekatan ini menawarkan kecepatan eksekusi dan konsistensi, tetapi tetap mengandung risiko — mulai dari ketergantungan pada kualitas data hingga potensi tidak efektif saat kondisi pasar berubah. Bagi pemula, memahami dasar statistik, pemrograman, dan manajemen risiko adalah langkah awal yang perlu dikuasai sebelum menerapkan strategi kuantitatif dengan dana riil.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1