
Per 15 September 2026, saham Uber Technologies Inc (UBER) diperdagangkan di level US$71,93 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$146,8 miliar dan rasio price-to-earnings (PER) 15,69x (sumber: Investing.com, 15 September 2026). Pada kuartal II 2026, Uber membukukan pendapatan US$14,2 miliar (naik 12% YoY) dan gross bookings US$58,0 miliar (naik 24% YoY), didukung basis pengguna aktif bulanan (MAPC) yang mencapai 208 juta (sumber: siaran pers resmi Uber, 5 Agustus 2026).
Jawaban Singkat:
● Harga saham UBER: US$71,93 (15 September 2026, sumber: Investing.com).
● Kuartal II 2026: pendapatan US$14,2 miliar (+12% YoY), gross bookings US$58,0 miliar (+24% YoY), laba bersih US$2,4 miliar (sumber: Uber, 5 Agustus 2026).
● Konsensus 51 analis (S&P Global, per 15 September 2026): rating Buy, target harga rata-rata US$101,21.
Uber Technologies Inc adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mengoperasikan platform ride-hailing (transportasi online), pengantaran makanan (Uber Eats), dan logistik pengangkutan barang (Uber Freight), serta tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham UBER sejak pencatatan perdananya pada tahun 2019.
Klaim Uber sebagai pemimpin industri ride-hailing didukung oleh beberapa data terukur: berdasarkan data Bloomberg Second Measure per Maret 2024 (data pangsa pasar publik terbaru yang tersedia), Uber menguasai sekitar 76% pengeluaran konsumen ride-hailing di Amerika Serikat, jauh di atas pesaing utamanya Lyft. Dari sisi skala operasional terkini, pada kuartal II 2026 Uber mencatat 208 juta MAPC dan 3,9 miliar perjalanan (naik 18% YoY), dengan arus kas bebas 12 bulan terakhir (TTM) melampaui US$10 miliar untuk pertama kalinya (sumber: siaran pers resmi Uber, 5 Agustus 2026).
Data pangsa pasar 76% berasal dari Maret 2024 dan merupakan estimasi pihak ketiga yang tersedia untuk umum — bukan data real-time.
Berikut ringkasan hasil keuangan Uber untuk kuartal II 2026 (April–Juni 2026), berdasarkan siaran pers resmi yang dipublikasikan 5 Agustus 2026:
Indikator | Kuartal II 2026 | Pertumbuhan YoY |
Pendapatan (revenue) | US$14,2 miliar | +12% |
Gross bookings | US$58,0 miliar | +24% (22% constant currency) |
Laba bersih (GAAP) | US$2,4 miliar | — |
Adjusted EBITDA | US$2,8 miliar | +33% |
EPS (diluted, GAAP) | US$1,17 | — |
Jumlah perjalanan (trips) | 3,9 miliar | +18% |
MAPC (pengguna aktif bulanan) | 208 juta | +16% |
Sumber: Siaran pers resmi Uber Technologies Inc, 5 Agustus 2026. Periode data: 01 April–30 Juni 2026. Angka ini bukan cerminan performa mendatang.
CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menyatakan bahwa "keunggulan platform Uber terus berlipat ganda: rekor jumlah konsumen dan keterlibatan, serta pertumbuhan yang profitabel" pada rilis kinerja tersebut. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan profitabilitas di segmen mobility, delivery, maupun freight pada periode yang sama.
Metrik | Periode | Nilai |
MAPC global | Q4 2025 | 202 juta (+18% YoY) |
Jumlah perjalanan | Q4 2025 | 3,75 miliar |
Mitra pengemudi & kurir aktif | Q4 2025 | 9,7 juta |
Pendapatan segmen mobility | Tahun 2025 | US$54,14 miliar (+22% YoY) |
Sumber: kompilasi data resmi Uber Technologies Inc, sebagaimana dilaporkan Backlinko, 2026. Angka ini bukan cerminan performa mendatang.
Skala operasional ini menempatkan Uber sebagai salah satu platform ride-hailing dan on-demand terbesar secara global, meski tetap menghadapi persaingan dari pemain regional seperti Lyft (AS), Grab (Asia Tenggara), maupun Didi (Tiongkok) yang tidak beroperasi di seluruh pasar yang sama.
Uber saat ini beroperasi melalui tiga segmen bisnis utama: Mobility (transportasi penumpang), Delivery (pengantaran makanan dan barang melalui Uber Eats), dan Freight (logistik pengangkutan barang komersial). Diversifikasi lini bisnis ini menjadi salah satu alasan manajemen menyebut adanya pertumbuhan profitabel di seluruh segmen pada kuartal II 2026, alih-alih bergantung pada satu lini bisnis saja seperti pada awal perusahaan berdiri.
Berdasarkan data konsensus dari S&P Global yang dihimpun stockanalysis.com per 15 September 2026, sebanyak 51 analis memberikan rating Buy untuk saham UBER (33 Strong Buy, 9 Buy), dengan target harga rata-rata US$101,21 — rentang target harga terendah US$70 hingga tertinggi US$150.
Konsensus analis dan target harga di atas adalah opini pihak ketiga per tanggal publikasi data, bukan rekomendasi maupun jaminan dari Pluang, dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kinerja perusahaan serta kondisi pasar. Investor tetap perlu melakukan analisis pribadi sebelum mengambil keputusan investasi, karena rentang target yang lebar (US$70–US$150) menunjukkan adanya perbedaan pandangan signifikan antaranalis.
● Risiko regulasi ketenagakerjaan — status mitra pengemudi (kontraktor independen vs karyawan) terus menjadi subjek regulasi di berbagai negara, yang dapat memengaruhi struktur biaya Uber.
● Risiko persaingan — kompetisi dari Lyft di AS maupun pemain regional lain di pasar internasional dapat menekan margin dan pertumbuhan pengguna.
● Risiko nilai tukar (foreign exchange) — sebagai perusahaan dengan operasi global, fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi hasil keuangan yang dilaporkan dalam dolar AS.
● Risiko disrupsi teknologi — perkembangan kendaraan otonom (autonomous vehicle) oleh pemain lain berpotensi mengubah lanskap kompetisi jangka panjang industri ride-hailing.
● Risiko sebagai saham lintas negara — investor Indonesia yang membeli saham AS turut menghadapi risiko fluktuasi kurs Rupiah-Dolar AS serta perbedaan jam bursa dan regulasi pasar modal AS.
● Risiko valuasi dan sentimen pasar — rentang target harga analis yang lebar (US$70–US$150) menunjukkan ketidakpastian valuasi yang cukup besar, sehingga harga saham berpotensi bergerak signifikan mengikuti perubahan sentimen pasar atau realisasi kinerja terhadap ekspektasi.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Kamu bisa membeli saham UBER melalui aplikasi Pluang dengan langkah berikut:
1. Buka aplikasi Pluang dan pastikan akun sudah terverifikasi (KYC selesai).
2. Cari "UBER" pada kolom pencarian di menu Saham AS.
3. Pilih jenis order — Market Order, Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order, sesuai strategi transaksi.
4. Masukkan nominal transaksi sesuai minimum order yang berlaku (lihat tabel di bawah).
5. Konfirmasi transaksi dan pantau portofolio secara berkala.
Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Aset | Minimum Pembelian | Minimum Penjualan/Order |
Saham AS (Limit/Stop/Stop Limit Order) | Minimum order US$1,5 | Minimum order US$1,5 |
Saham AS (Market Order) | Minimum order US$1,00 | Minimum order US$1,00 |
Aset Kripto | Rp10.000 | Rp5.000 |
Catatan: untuk saham AS seperti UBER, minimum transaksi adalah US$1,5 apabila menggunakan Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order, dan US$1,00 apabila menggunakan Market Order. Minimum transaksi kripto adalah Rp10.000 untuk pembelian dan Rp5.000 untuk penjualan. Data per 16 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu — cek ketentuan terbaru di aplikasi Pluang.
Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Per 15 September 2026, harga saham UBER adalah US$71,93 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$146,8 miliar (sumber: Investing.com).
Uber menguasai sekitar 76% pengeluaran konsumen ride-hailing di AS per data Maret 2024 (Bloomberg Second Measure), dan pada kuartal II 2026 mencatat 208 juta pengguna aktif bulanan serta 3,9 miliar perjalanan secara global (sumber: Uber, 5 Agustus 2026).
Uber membukukan pendapatan US$14,2 miliar (+12% YoY) dan laba bersih GAAP US$2,4 miliar pada kuartal II 2026 (sumber: siaran pers resmi Uber, 5 Agustus 2026).
Konsensus 51 analis per 15 September 2026 (S&P Global) memberikan rating Buy dengan target harga rata-rata US$101,21. Ini adalah opini pihak ketiga, bukan jaminan hasil investasi.
Minimum transaksi saham AS seperti UBER adalah US$1,5 untuk Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order, dan US$1,00 untuk Market Order.
Uber menunjukkan performa bisnis yang solid pada kuartal II 2026, dengan pertumbuhan pendapatan dan gross bookings dua digit serta profitabilitas yang terus meningkat, didukung skala operasional besar yang mendasari posisinya sebagai salah satu pemain terdepan di industri ride-hailing dan on-demand global. Meski konsensus analis cenderung positif, investor tetap perlu mencermati risiko regulasi, persaingan, dan fluktuasi nilai tukar sebelum memutuskan berinvestasi pada saham lintas negara seperti UBER, serta mendasarkan keputusan pada analisis pribadi dan profil risiko masing-masing.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.